alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Kalbar Solid Dukung AHY, Sekretaris: Sanksi Tegas Bagi Oknum Kader Pelanggar

PONTIANAK – DPP Partai Demokrat telah merelease pernyataan terdapat gerakan politik tersembunyi, yang disinyalir mencoba mengkudeta kepengurusan Partai Demokrat institusional, dari tangan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menanggapi hal tersebut, DPD Partai Demokrat Kalimantan Barat melalui Sekretarisnya, Aquino Ceger angkat bicara terkait gerakan atau manuver politik tersebut. “Pastinya kami dari 1 DPD dan 14 DPC Kabupaten/Kota tetap solid mendukung kepemimpinan AHY. Kami (Demokrat Kalbar) tidak ada yang terkontaminasi gerakan politik kudeta oknum-oknum luar. Kami masih solid di bawah AHY,” katanya, Rabu (3/2).

Menurutnya untuk kepengurusan 1 DPD dan 14 DPC Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat , tidak ada rumor atau terdengar diajak menolak kepemimpinan AHY. Informasi tersebut sudah diperolehnya dari Ketua DPD Demokrat Kalbar secara langsung. “Kepemimpinan AHY tetap solid dan masih solid. Sebab merupakan hasil Konggres DPP Demokrat beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Nah ke depan apabila ada pihak-pihak ingin mengkudeta AHY, maka jajaran DPD Partai Demokrat Kalbar bersama Demokrat Kabupaten/Kota akan berada di garis paling depan untuk mlakukan perlawanan. “Sebanyak 14 Kabupaten/Kota sangat solid di bawah komando Ketum AHY. Jangan ada yang coba-coba bermain dengan Demokrat kami akan lawan. Kami tidak mau diganggu oleh siapapun. Tidak akan terpengaruh sama sekali,” ujarnya. i sisi lain Demokrat Kalbar juga mengingatkan seandainya atau semisalnya ada oknum penggurus berani bermain akibat diimingi sesuatu, Demokrat Kalbar akan memberikan tindakan tegas. “Kami (Demokrat Kalbar) akan berikan sanksi keras hingga pemecatan, kalau ada oknum berani bermain akibat diimingi sesuatu menyuarakan KLB seperti isu beredar di pusat,” tukas dia. “Namun sekali lagi, sejauh ini kepengurusan Kalbar masih satu suara,” timpalnya.

Baca Juga :  Cegah Stunting dengan Asupan Gizi yang Baik

Beberapa jam sebelumnya perseteruan internal Partai Demokrat di tingkat pusat memang  memanas seriring pernyataan Ketum AHY mengenai kudeta. Terbaru, beberapa kader dan mantan petinggi partai berlambang mercy menggelar konferensi pers bersama  membantah pernyataan AHY.

Mereka terdiri dari mantan Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat Ahmad Yahya, mantan Sekretaris Jenderal Darmizal, kader senior Yus Sudarso, serta Sofwatillah Muzaid. Dalam pernyataannya, Yahya menyampaikan alasan dorongan Kongres Luar Biasa (KLB) dari kader merupakan yang lumrah.

Dia sekaligus membantah pernyataan AHY menyebutkan adanya gerakan pengambilalihan Demokrat secara eksternal. Yahya mengaku telah mendengarkan kekecewaan kader di daerah tentang cara putra Susilo Bambang Yudhoyono itu mengelola partai. Beberapa di antaranya adalah selama kepemimpinan AHY, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai kerap memungut iuran dari tiap fraksi di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Padahal kebijakan ini tak pernah ada di masa Ketum sebelumnya seperti Subur

Baca Juga :  Ariadi Dukung Pemecatan Kader DPP Demokrat Yang Membelot

Budhisantoso, Hadi Utomo, dan Anas Urbaningrum. Tak hanya itu, penentuan pasangan calon kepala daerah ditarik ke DPP dan bukan DPD dan DPC. “Sepenuhnya tidak memperhatikan usulan dan aspirasi daerah,” kata Yahya.

Selain itu, Yahya mengklaim kader Demokrat ingin ada perubahan lebih baik usai perolehan suara partai terus turun dalam dua Pemilihan Umum terakhir. Hal lain, banyaknya kader Demokrat yang gagal memenangkan Pemilihan Kepala Daerah. “Sehingga kader daerah berharap dipimpin figure matang, memiliki kemampuan, pengalaman, dan ketokohan untuk mengembalikan kejayaan Demokrat,” kata Yahya.

Dia mengatakan usulan KLB merupakan hal yang konstitusional lantaran sudah diatur dalam AD/ART Demokrat. Dengan adanya aturan tersbut, Ketum harus berhati-hati menjalankan tugasnya. “Apabila dilarang, maka yang melarang tak memahami asas demokrasi,” kata Yahya.

Ceger melanjutkan  bahwa di bawah kepemimpinan AHY yang sekarang, justru partai Demokrat makin menjadi partai terbuka menerima aspirasi dari siapapun. Apalagi hasil Konggres belum lama ini memperlihatkan bagaimana Partai Demokrat terus berkembang mendengarkan aspirasi masyarakat terkini. “Jadi, kami di Kalbar baik-baik dan sangat beruntung di bawah kepemimpinan Ketum AHY,” ujarnya.(den)

PONTIANAK – DPP Partai Demokrat telah merelease pernyataan terdapat gerakan politik tersembunyi, yang disinyalir mencoba mengkudeta kepengurusan Partai Demokrat institusional, dari tangan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menanggapi hal tersebut, DPD Partai Demokrat Kalimantan Barat melalui Sekretarisnya, Aquino Ceger angkat bicara terkait gerakan atau manuver politik tersebut. “Pastinya kami dari 1 DPD dan 14 DPC Kabupaten/Kota tetap solid mendukung kepemimpinan AHY. Kami (Demokrat Kalbar) tidak ada yang terkontaminasi gerakan politik kudeta oknum-oknum luar. Kami masih solid di bawah AHY,” katanya, Rabu (3/2).

Menurutnya untuk kepengurusan 1 DPD dan 14 DPC Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat , tidak ada rumor atau terdengar diajak menolak kepemimpinan AHY. Informasi tersebut sudah diperolehnya dari Ketua DPD Demokrat Kalbar secara langsung. “Kepemimpinan AHY tetap solid dan masih solid. Sebab merupakan hasil Konggres DPP Demokrat beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Nah ke depan apabila ada pihak-pihak ingin mengkudeta AHY, maka jajaran DPD Partai Demokrat Kalbar bersama Demokrat Kabupaten/Kota akan berada di garis paling depan untuk mlakukan perlawanan. “Sebanyak 14 Kabupaten/Kota sangat solid di bawah komando Ketum AHY. Jangan ada yang coba-coba bermain dengan Demokrat kami akan lawan. Kami tidak mau diganggu oleh siapapun. Tidak akan terpengaruh sama sekali,” ujarnya. i sisi lain Demokrat Kalbar juga mengingatkan seandainya atau semisalnya ada oknum penggurus berani bermain akibat diimingi sesuatu, Demokrat Kalbar akan memberikan tindakan tegas. “Kami (Demokrat Kalbar) akan berikan sanksi keras hingga pemecatan, kalau ada oknum berani bermain akibat diimingi sesuatu menyuarakan KLB seperti isu beredar di pusat,” tukas dia. “Namun sekali lagi, sejauh ini kepengurusan Kalbar masih satu suara,” timpalnya.

Baca Juga :  AHY Temui Airlangga, Beri Dukungan Kerja Menko Perekonomian

Beberapa jam sebelumnya perseteruan internal Partai Demokrat di tingkat pusat memang  memanas seriring pernyataan Ketum AHY mengenai kudeta. Terbaru, beberapa kader dan mantan petinggi partai berlambang mercy menggelar konferensi pers bersama  membantah pernyataan AHY.

Mereka terdiri dari mantan Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat Ahmad Yahya, mantan Sekretaris Jenderal Darmizal, kader senior Yus Sudarso, serta Sofwatillah Muzaid. Dalam pernyataannya, Yahya menyampaikan alasan dorongan Kongres Luar Biasa (KLB) dari kader merupakan yang lumrah.

Dia sekaligus membantah pernyataan AHY menyebutkan adanya gerakan pengambilalihan Demokrat secara eksternal. Yahya mengaku telah mendengarkan kekecewaan kader di daerah tentang cara putra Susilo Bambang Yudhoyono itu mengelola partai. Beberapa di antaranya adalah selama kepemimpinan AHY, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai kerap memungut iuran dari tiap fraksi di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Padahal kebijakan ini tak pernah ada di masa Ketum sebelumnya seperti Subur

Baca Juga :  Tuntut 83 Perkara, Eksekusi 60 Perkara

Budhisantoso, Hadi Utomo, dan Anas Urbaningrum. Tak hanya itu, penentuan pasangan calon kepala daerah ditarik ke DPP dan bukan DPD dan DPC. “Sepenuhnya tidak memperhatikan usulan dan aspirasi daerah,” kata Yahya.

Selain itu, Yahya mengklaim kader Demokrat ingin ada perubahan lebih baik usai perolehan suara partai terus turun dalam dua Pemilihan Umum terakhir. Hal lain, banyaknya kader Demokrat yang gagal memenangkan Pemilihan Kepala Daerah. “Sehingga kader daerah berharap dipimpin figure matang, memiliki kemampuan, pengalaman, dan ketokohan untuk mengembalikan kejayaan Demokrat,” kata Yahya.

Dia mengatakan usulan KLB merupakan hal yang konstitusional lantaran sudah diatur dalam AD/ART Demokrat. Dengan adanya aturan tersbut, Ketum harus berhati-hati menjalankan tugasnya. “Apabila dilarang, maka yang melarang tak memahami asas demokrasi,” kata Yahya.

Ceger melanjutkan  bahwa di bawah kepemimpinan AHY yang sekarang, justru partai Demokrat makin menjadi partai terbuka menerima aspirasi dari siapapun. Apalagi hasil Konggres belum lama ini memperlihatkan bagaimana Partai Demokrat terus berkembang mendengarkan aspirasi masyarakat terkini. “Jadi, kami di Kalbar baik-baik dan sangat beruntung di bawah kepemimpinan Ketum AHY,” ujarnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/