alexametrics
31 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Fokus Gunakan Bibit Unggul, Upaya Tingkatkan Produktivitas Padi Kalbar

PONTIANAK – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat siap mendukung upaya peningkatan produktivitas padi di Kalbar. Saat ini produktivitas padi di wilayah Kalbar masih sekitar 2, 9 ton per hektare.

“Saat ini Kalbar produktivitasnya masih di bawah 3 ton per hektare. Itu menjadi tantangan. Kalau begitu kapan maju Kalbar. Kami siap mendukung untuk meningkatkan produktivitas,” ujar Kepala BPTP Kalbar, Rustam Massinai saat melakukan panen perdana padi di Kubu Raya, Sabtu (3/4).

Sebagai bentuk dukungan, BPTP Kalbar bertugas merakit, menghasilkan, diseminasi dan mengembangkan inovasi pertanian unggul spesifik lokasi sesuai kebutuhan pengguna. Salah satunya adalah varietas unggul baru (VUB) padi seperti varietas lnpago 9, Baroma, lnpari lR Nutri Zinc dan Pamelen dengan potensi hasil tinggi.

“Pada musim kemarau 2020-2021, BPTP Kalbar telah melakukan percontohan atau Demfarm budi daya VUB padi potensi hasil tinggi di IP2TP Sungai Kakap. Hasilnya ubinan saat panen ini enam ton per hektare,” katanya.

Dalam panen perdana tersebut, hadir Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang didampingi Kadis Pertanian TPH Kalbar, Florentinus Anum, Kadis Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, Muhammad Munsif, Kepala BPTP Kalbar, Rustam Massinai dan pihak lainnya. Pada kesempatan itu hadir pula Anggota DPR RI Dapil II Kalbar, Maria Lestari.

Baca Juga :  Produksi 120 Ton Padi

Sementara itu, Gubernur Kalbar mengatakan bahwa salah satu masalah dalam pengembangan budi daya padi di Kalbar terletak pada data. Dengan data yang tidak valid maka berdampak pada tidak efisien dan mubazir.

“Pada saat saya jadi Gubernur Kalbar, data produksi gabah kering giling atau GKG Kalbar 1,7 juta ton atau setara 1,2 ton beras. Kebutuhan konsumsi beras dan industri hanya 600 ribu ton. Itu artinya surplus,” jelas dia.

Hanya saja, kata dia, data surplus tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Yang mana harusnya beras di Kalbar kelebihan namun beras masih didatangkan dari luar justru sebanyak 97 ribu ton.

“Dari data Bea Cukai, beras kita keluar tidak ada. Namun kita masih datangkan mencapai 97 ribu ton. Pada sisi lain beras kita surplus enam ratus ribu ton. Itu artinya ada ketidakjelasan data di lapangan,” katanya.

Baca Juga :  Panen Padi Demplot Varietas Unggul

Terkait budi daya di lapangan, ia menyoroti persoalan bibit dan pupuk. Jika kedua faktor tersebut bisa dikelola dan dimaksimalkan maka budidaya akan efisien. “Dengan efisiensi tersebut bisa dialihkan ke peralatan tanam dan panen modern sehingga bisa menekan hasil panen yang berkurang banyak,”kata dia.

Sementara itu  Kepala Dinas Pertanian TPH Kalbar, Florentinus Anum mengatakan untuk pengembangan padi dan produktivitasnya di Kalbar pihaknya fokus pembenahan bibit.

“Jadi untuk produktivitas tinggi bibit kami maksimalkan. Petani harus menggunakan bibit unggul dan dalam budi daya menggunakan pupuk yang cukup dan tepat,” katanya.

Selain itu, saat ini juga tengah dilakukan pemetaan klaster produksi padi di Kalbar.
“Jadi kami sudah memetakan daerah mana saja menjadi klaster sentra padi di Kalbar. Daerah potensial dimaksimalkan dan produktivitas harus ditingkatkan,” kata dia.(ant)

PONTIANAK – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat siap mendukung upaya peningkatan produktivitas padi di Kalbar. Saat ini produktivitas padi di wilayah Kalbar masih sekitar 2, 9 ton per hektare.

“Saat ini Kalbar produktivitasnya masih di bawah 3 ton per hektare. Itu menjadi tantangan. Kalau begitu kapan maju Kalbar. Kami siap mendukung untuk meningkatkan produktivitas,” ujar Kepala BPTP Kalbar, Rustam Massinai saat melakukan panen perdana padi di Kubu Raya, Sabtu (3/4).

Sebagai bentuk dukungan, BPTP Kalbar bertugas merakit, menghasilkan, diseminasi dan mengembangkan inovasi pertanian unggul spesifik lokasi sesuai kebutuhan pengguna. Salah satunya adalah varietas unggul baru (VUB) padi seperti varietas lnpago 9, Baroma, lnpari lR Nutri Zinc dan Pamelen dengan potensi hasil tinggi.

“Pada musim kemarau 2020-2021, BPTP Kalbar telah melakukan percontohan atau Demfarm budi daya VUB padi potensi hasil tinggi di IP2TP Sungai Kakap. Hasilnya ubinan saat panen ini enam ton per hektare,” katanya.

Dalam panen perdana tersebut, hadir Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang didampingi Kadis Pertanian TPH Kalbar, Florentinus Anum, Kadis Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalbar, Muhammad Munsif, Kepala BPTP Kalbar, Rustam Massinai dan pihak lainnya. Pada kesempatan itu hadir pula Anggota DPR RI Dapil II Kalbar, Maria Lestari.

Baca Juga :  Banjir Sintang Terbesar Sepanjang Sejarah

Sementara itu, Gubernur Kalbar mengatakan bahwa salah satu masalah dalam pengembangan budi daya padi di Kalbar terletak pada data. Dengan data yang tidak valid maka berdampak pada tidak efisien dan mubazir.

“Pada saat saya jadi Gubernur Kalbar, data produksi gabah kering giling atau GKG Kalbar 1,7 juta ton atau setara 1,2 ton beras. Kebutuhan konsumsi beras dan industri hanya 600 ribu ton. Itu artinya surplus,” jelas dia.

Hanya saja, kata dia, data surplus tersebut tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Yang mana harusnya beras di Kalbar kelebihan namun beras masih didatangkan dari luar justru sebanyak 97 ribu ton.

“Dari data Bea Cukai, beras kita keluar tidak ada. Namun kita masih datangkan mencapai 97 ribu ton. Pada sisi lain beras kita surplus enam ratus ribu ton. Itu artinya ada ketidakjelasan data di lapangan,” katanya.

Baca Juga :  Pengusaha Tak Ingin Ada PHK

Terkait budi daya di lapangan, ia menyoroti persoalan bibit dan pupuk. Jika kedua faktor tersebut bisa dikelola dan dimaksimalkan maka budidaya akan efisien. “Dengan efisiensi tersebut bisa dialihkan ke peralatan tanam dan panen modern sehingga bisa menekan hasil panen yang berkurang banyak,”kata dia.

Sementara itu  Kepala Dinas Pertanian TPH Kalbar, Florentinus Anum mengatakan untuk pengembangan padi dan produktivitasnya di Kalbar pihaknya fokus pembenahan bibit.

“Jadi untuk produktivitas tinggi bibit kami maksimalkan. Petani harus menggunakan bibit unggul dan dalam budi daya menggunakan pupuk yang cukup dan tepat,” katanya.

Selain itu, saat ini juga tengah dilakukan pemetaan klaster produksi padi di Kalbar.
“Jadi kami sudah memetakan daerah mana saja menjadi klaster sentra padi di Kalbar. Daerah potensial dimaksimalkan dan produktivitas harus ditingkatkan,” kata dia.(ant)

Most Read

Artikel Terbaru

/