alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

WHW Persilakan Karyawan Gunakan Hak Pilih

KETAPANG – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ketapang tinggal menghitung hari. Masyarakat bersiap-siap untuk memilih pemimpin ayang akan memimpin mereka selama 5 tahun ke depan. Masyarakat yang sudah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) diberikan kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya dan memilih sesuai hati nurani masing-masing.

Manajemen PT. Well Harvest Winning (WHW) Alumina Refinery memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi karyawan, untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota yang secara serentak dilaksanakan di beberapa provinsi dan kabupaten/kota pada 9 Desember 2020 mendatang.

Direktur PT. WHW, Boni Subekti, memastikan bahwa mereka mempersilahkan karyawan mereka untuk menggunakan hak pilihnya, sesuai hak dan hati nuraninya. “Pemerintah Republik Indonesia menetapkan hari pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tanggal 9 Desember 2020 sebagai hari libur. Oleh karena itu, perusahaan mematuhi ketentuan hal tersebut dan perusahaan mempersilakan karyawan untuk mencoblos sesuai haknya,” kata Boni.

Baca Juga :  Midji Tetap Wajibkan PCR, Menhub Bolehkan Tes Antigen

Pihaknya yakin hari pencoblosan Pilkada 2020 telah sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Meski demikian, mereka tetap akan memprioritaskan kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja lingkungan karyawan. Hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab mereka dan telah dijalankan selama ini.

Oleh karena itu, mereka akan memberlakukan tes usap atau swab test dengan metode PCR TCM (Tes Cepat Molekuler) kepada setiap karyawan yang telah selesai melakukan pencoblosan dan kembali ke lingkungan perusahaan. “Kami akan terus memperkuat protokol Covid-19 di lingkungan perusahaan. Dengan demikian, lingkungan perusahaan tidak akan menjadi kawasan penularan virus korona,” ujar Boni.

WHW merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengolahan dan pemurnian alumina, yang berlokasi di Kecamatan Kendawangan. Mereka merupakan Smelter Grade Alumina (SGA) refinery pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 1 juta ton alumina pertahun. Guna menunjang operasional pabrik, mereka juga memiliki sejumlah fasilitas penunjang berupa Pembangkit Listrik Tenaga Uap, terminal khusus kegiatan bongkar muat berstandar internasional, dan kompleks hunian karyawan berkapasitas ribuan orang.

Baca Juga :  Damkar Berhasil Evakuasi Sarang Tawon Ndas di Loteng Rumah Warga

Dengan memiliki visi menjadi perusahaan produsen alumina dengan standar operasi kelas dunia dan kinerja tinggi, PT. WHW yakin akan memberikan nilai tambah bagi Indonesia, dengan bisnis yang panjang dan berkelanjutan, mengembangkan sumber daya lokal yang berkompetensi tinggi, dan perusahaan yang mengutamakan keselamatan pekerja, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan upaya dan mendukung konsep hilirisasi yang diamanatkan Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yakni dengan adanya proses pengolahan dan pemurnian bijih mineral di dalam negeri akan memberikan nilai tambah yang lebih untuk setiap jenis mineral. (ote)

KETAPANG – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ketapang tinggal menghitung hari. Masyarakat bersiap-siap untuk memilih pemimpin ayang akan memimpin mereka selama 5 tahun ke depan. Masyarakat yang sudah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) diberikan kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya dan memilih sesuai hati nurani masing-masing.

Manajemen PT. Well Harvest Winning (WHW) Alumina Refinery memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi karyawan, untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota yang secara serentak dilaksanakan di beberapa provinsi dan kabupaten/kota pada 9 Desember 2020 mendatang.

Direktur PT. WHW, Boni Subekti, memastikan bahwa mereka mempersilahkan karyawan mereka untuk menggunakan hak pilihnya, sesuai hak dan hati nuraninya. “Pemerintah Republik Indonesia menetapkan hari pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tanggal 9 Desember 2020 sebagai hari libur. Oleh karena itu, perusahaan mematuhi ketentuan hal tersebut dan perusahaan mempersilakan karyawan untuk mencoblos sesuai haknya,” kata Boni.

Baca Juga :  20 Outlet BSI di Kalbar, Jadi Harapan Baru Ekonomi Umat

Pihaknya yakin hari pencoblosan Pilkada 2020 telah sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Meski demikian, mereka tetap akan memprioritaskan kesehatan, keselamatan, dan keamanan kerja lingkungan karyawan. Hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab mereka dan telah dijalankan selama ini.

Oleh karena itu, mereka akan memberlakukan tes usap atau swab test dengan metode PCR TCM (Tes Cepat Molekuler) kepada setiap karyawan yang telah selesai melakukan pencoblosan dan kembali ke lingkungan perusahaan. “Kami akan terus memperkuat protokol Covid-19 di lingkungan perusahaan. Dengan demikian, lingkungan perusahaan tidak akan menjadi kawasan penularan virus korona,” ujar Boni.

WHW merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengolahan dan pemurnian alumina, yang berlokasi di Kecamatan Kendawangan. Mereka merupakan Smelter Grade Alumina (SGA) refinery pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 1 juta ton alumina pertahun. Guna menunjang operasional pabrik, mereka juga memiliki sejumlah fasilitas penunjang berupa Pembangkit Listrik Tenaga Uap, terminal khusus kegiatan bongkar muat berstandar internasional, dan kompleks hunian karyawan berkapasitas ribuan orang.

Baca Juga :  Lebih Nyaman di Rumah, Nikmati Promo Tambah Daya Listrik Super Murah

Dengan memiliki visi menjadi perusahaan produsen alumina dengan standar operasi kelas dunia dan kinerja tinggi, PT. WHW yakin akan memberikan nilai tambah bagi Indonesia, dengan bisnis yang panjang dan berkelanjutan, mengembangkan sumber daya lokal yang berkompetensi tinggi, dan perusahaan yang mengutamakan keselamatan pekerja, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan upaya dan mendukung konsep hilirisasi yang diamanatkan Pemerintah Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yakni dengan adanya proses pengolahan dan pemurnian bijih mineral di dalam negeri akan memberikan nilai tambah yang lebih untuk setiap jenis mineral. (ote)

Most Read

Artikel Terbaru

/