alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

PT Pelindo (Persero) Regional 2 Pontianak  Komitmen Wujudkan Pelayanan Pelabuhan Bersih

PONTIANAK- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Pontianak terus berkomitmen mewujudkan pelayanan operasional pelabuhan bebas dan bersih. Upaya menghadirkan layanan prima tersebut diwujudkan melalui berbagai cara, salah satunya dengan menggandeng seluruh pemangku kepentingan di lingkup kerja pelabuhan untuk bersama sama turut aktif melaporkan berbagai penyalahgunaan dan praktik pungutan liar.

“Untuk mewujudkan pelabuhan bersih, kami tidak bisa sendiri, melainkan harus ada kerja sama semua pihak, baik dalam maupun dari luar,” ungkap General Manager PT Pelindo (Persero) Regional 2 Pontianak, Udin Mahmudin pada Sosialisasi Pelabuhan Bersih di Lingkungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Pontianak, Jumat (3/12).

Dalam sosialisasi yang diikuti Pejabat Kejaksaan Negeri, dan pemangku kepentingan di lingkungan PT Pelindo (Persero) Regional 2 Pontianak ini menghadirkan dua pembicara, yakni Dr. Masyhudi, SH, MH Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, dan Eka Ariandi, MAP Kepala Seksi Keselamatan Berlayar,Penjagaan,dan Patroli
KSOP Kelas II Pontianak.

Baca Juga :  Pelindo Regional 2 Pontianak Komitmen Wujudkan Pelabuhan Bersih

Masyhudi, mengatakan Kejaksaan Tinggi Kalbar siap memberikan dukungan baik kepada PT Pelindo Indonesia (Persero) maupun kepada para pelaku usaha yang menggunakan jasa Pelabuhan untuk memberantas praktik mafia Pelabuhan.

Harapannya, lanjut Masyhudi dapat menekan biaya operasional lalu lintas barang dan program pemerintah melakukan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19 dapat terlaksana.

“Pada akhirnya roda perekonomian di wilayah Kalimantan Barat dapat meningkat dan kesejahteraan sosial bagi masyarakat dapat terwujud,” ujarnya.

Kejaksaan juga membentuk TIM Pemberantasan Mafia Pelabuhan yang dalam pelaksanaannya nantinya tim tersebut dapat berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak kementerian/Lembaga terkait dalam rangka penegakan hukum secara preventif maupun represif.

Eka Ariandi, MAP Kepala Seksi Keselamatan Berlayar,Penjagaan,dan Patroli KSOP Kelas II Pontianak mengatakan, pihaknya mendukung pelabuhan bersih dan akan melaksanakan pelayanan prima sesuai ketentuan, tidak akan menghambat di bidang pelayaran mengawasi keamanan dan keselamatan pelayaran dan menjamin kelancaran arus barang.

Baca Juga :  Satu Bus Bakal Dikarantina

“Tidak akan melakukan korupsi dan gratifikasi dalam bentuk apapun, dan melaksanakan kegiatan majelis ta’lim untuk perbaikan akhlak, dan sikap untuk membersihkan hati melayani dan bekerja dengan hati,” pungkasnya. (mrd)

PONTIANAK- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Pontianak terus berkomitmen mewujudkan pelayanan operasional pelabuhan bebas dan bersih. Upaya menghadirkan layanan prima tersebut diwujudkan melalui berbagai cara, salah satunya dengan menggandeng seluruh pemangku kepentingan di lingkup kerja pelabuhan untuk bersama sama turut aktif melaporkan berbagai penyalahgunaan dan praktik pungutan liar.

“Untuk mewujudkan pelabuhan bersih, kami tidak bisa sendiri, melainkan harus ada kerja sama semua pihak, baik dalam maupun dari luar,” ungkap General Manager PT Pelindo (Persero) Regional 2 Pontianak, Udin Mahmudin pada Sosialisasi Pelabuhan Bersih di Lingkungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Pontianak, Jumat (3/12).

Dalam sosialisasi yang diikuti Pejabat Kejaksaan Negeri, dan pemangku kepentingan di lingkungan PT Pelindo (Persero) Regional 2 Pontianak ini menghadirkan dua pembicara, yakni Dr. Masyhudi, SH, MH Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar, dan Eka Ariandi, MAP Kepala Seksi Keselamatan Berlayar,Penjagaan,dan Patroli
KSOP Kelas II Pontianak.

Baca Juga :  Lebih Setahun, Perkara Tersangka Minol Dilimpahkan

Masyhudi, mengatakan Kejaksaan Tinggi Kalbar siap memberikan dukungan baik kepada PT Pelindo Indonesia (Persero) maupun kepada para pelaku usaha yang menggunakan jasa Pelabuhan untuk memberantas praktik mafia Pelabuhan.

Harapannya, lanjut Masyhudi dapat menekan biaya operasional lalu lintas barang dan program pemerintah melakukan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi Covid-19 dapat terlaksana.

“Pada akhirnya roda perekonomian di wilayah Kalimantan Barat dapat meningkat dan kesejahteraan sosial bagi masyarakat dapat terwujud,” ujarnya.

Kejaksaan juga membentuk TIM Pemberantasan Mafia Pelabuhan yang dalam pelaksanaannya nantinya tim tersebut dapat berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak kementerian/Lembaga terkait dalam rangka penegakan hukum secara preventif maupun represif.

Eka Ariandi, MAP Kepala Seksi Keselamatan Berlayar,Penjagaan,dan Patroli KSOP Kelas II Pontianak mengatakan, pihaknya mendukung pelabuhan bersih dan akan melaksanakan pelayanan prima sesuai ketentuan, tidak akan menghambat di bidang pelayaran mengawasi keamanan dan keselamatan pelayaran dan menjamin kelancaran arus barang.

Baca Juga :  Tunggu Kepastian Kuota Data Daring

“Tidak akan melakukan korupsi dan gratifikasi dalam bentuk apapun, dan melaksanakan kegiatan majelis ta’lim untuk perbaikan akhlak, dan sikap untuk membersihkan hati melayani dan bekerja dengan hati,” pungkasnya. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/