alexametrics
33.9 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Penerima BPUM tahun 2020 Dipastikan Bisa Cair Pada Tahun ini

PONTIANAK – Usaha mikro penerima program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang pada tahun 2020 belum dapat mengambil dana hibah, dipastikan dapat dicairkan pada tahun ini. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop UMKM), Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo menyebut, pelaku usaha mikro yang telah terdaftar sebagai penerima bantuan dana hibah dari pemerintah sebesar Rp2,4 juta bisa mencairkan hak mereka kendati tahun 2020 telah berlalu.
“Masih bisa (diambil) di tahun 2021,” ungkap dia, belum lama ini.
Menurutnya, hingga tutup tahun 2020, belum semua pelaku usaha mikro yang telah dipastikan menerima bantuan telah mencairkan dana hibah tersebut. Kondisi ini, kata dia, terjadi lantaran jumlah penerima tidak sebanding dengan kapasitas pelayanan perbankan yang menjadi mitra pemerintah dalam menyalurkan bantuan tersebut. Namun begitu, pihaknya memastikan penerima bantuan pada tahun 2020 yang telah terdaftar, dapat mengambil haknya pada tahun ini.
Dia menyebut, usaha mikro di Kota Pontianak yang menerima bantuan melalui program BPUM sebanyak 18.819 dengan total nilai bantuan sebesar 45 miliar 450 juta rupiah. Secara umum, penyaluran bantuan yang dilakukan melalui perbankan itu berjalan dengan lancar, meski ada beberapa permasalahan di lapangan. Beberapa permasalahan itu, terutama menyangkut kekeliruan administrasi.
Dia berharap bantuan tersebut dapat dimaksimalkan oleh pelaku usaha mikro untuk memperkuat usaha, baik dari sisi modal maupun semangat mereka. Bantuan itu, kata dia, hendaknya dimanfaatkan untuk menambah bahan baku atau membeli peralatan penunjang usaha. Dalam pengamatannya, sejauh ini pelaku usaha mikro telah memanfaatkan bantuan tersebut untuk hal produktif. “Kita juga berharap mudah-mudahan bantuan ini ada lagi untuk tahun ini,” pungkas dia.
Penggiat UMKM, Maman mengatakan, pencairan dana program BPUM kebanyakan dilakukan di akhir tahun 2020 yang lalu. Kondisi itu terjadi karena banyak penerima bantuan yang tidak mengetahui bahwa mereka terdaftar sebagai penerima.
“Banyak teman-teman belum ambil dan banyak juga yang belum keluar, alasannya memang gak dapat nomor antrian bank,” kata dia, kemarin.
Ketidaktahuan itu, kata dia, karena tidak adanya pemberitahuan kepada para penerima bantuan. Padahal pengumuman penerima bantuan dan pencairan dapat dilakukan sejak bulan Oktober 2020. Namun, karena ketidaktahuan itulah, alhasil pencairan banyak dilakukan pada bulan Desember 2020 setelah melakukan pengecekan secara mandiri melalui laman resmi yang disediakan.
“Jadi pada menumpuk di bulan Desember karena mereka baru tahu setelah cek sendiri di link yang disediakan. Saya rasa sudah ada yang keluar di bulan Oktober atau November, tapi karena cek di Desember, jadi terlambat pencairannya dan keburu menumpuk antriannya,” jelas dia.
Pihaknya berharap pencairannya dapat dilakukan pada tahun ini dan semestinya demikian karena secara fisik dana tersebut sudah masuk ke rekening, hanya saja belum dicairkan. Menurutnya, tidak mungkin bila dana itu dibekukan hanya karena belum dicairkan pada tahun sebelumnya.
“Kalau dibekukan, mau dikemanakan itu dana? pasti besarkan? PR dari pihak BRI harus kirim SMS ke UKM kalau mereka (pelaku usaha) ada terima bantuan, karena data nomor HP sudah ada semua. Kasihan yang belum tahu karena tidak semua UKM mengerti cara mengecek via internet,” pungkas dia. (sti)
Baca Juga :  Belum Terima Bantuan, Warga Datangi Kantor Lurah
PONTIANAK – Usaha mikro penerima program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang pada tahun 2020 belum dapat mengambil dana hibah, dipastikan dapat dicairkan pada tahun ini. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop UMKM), Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo menyebut, pelaku usaha mikro yang telah terdaftar sebagai penerima bantuan dana hibah dari pemerintah sebesar Rp2,4 juta bisa mencairkan hak mereka kendati tahun 2020 telah berlalu.
“Masih bisa (diambil) di tahun 2021,” ungkap dia, belum lama ini.
Menurutnya, hingga tutup tahun 2020, belum semua pelaku usaha mikro yang telah dipastikan menerima bantuan telah mencairkan dana hibah tersebut. Kondisi ini, kata dia, terjadi lantaran jumlah penerima tidak sebanding dengan kapasitas pelayanan perbankan yang menjadi mitra pemerintah dalam menyalurkan bantuan tersebut. Namun begitu, pihaknya memastikan penerima bantuan pada tahun 2020 yang telah terdaftar, dapat mengambil haknya pada tahun ini.
Dia menyebut, usaha mikro di Kota Pontianak yang menerima bantuan melalui program BPUM sebanyak 18.819 dengan total nilai bantuan sebesar 45 miliar 450 juta rupiah. Secara umum, penyaluran bantuan yang dilakukan melalui perbankan itu berjalan dengan lancar, meski ada beberapa permasalahan di lapangan. Beberapa permasalahan itu, terutama menyangkut kekeliruan administrasi.
Dia berharap bantuan tersebut dapat dimaksimalkan oleh pelaku usaha mikro untuk memperkuat usaha, baik dari sisi modal maupun semangat mereka. Bantuan itu, kata dia, hendaknya dimanfaatkan untuk menambah bahan baku atau membeli peralatan penunjang usaha. Dalam pengamatannya, sejauh ini pelaku usaha mikro telah memanfaatkan bantuan tersebut untuk hal produktif. “Kita juga berharap mudah-mudahan bantuan ini ada lagi untuk tahun ini,” pungkas dia.
Penggiat UMKM, Maman mengatakan, pencairan dana program BPUM kebanyakan dilakukan di akhir tahun 2020 yang lalu. Kondisi itu terjadi karena banyak penerima bantuan yang tidak mengetahui bahwa mereka terdaftar sebagai penerima.
“Banyak teman-teman belum ambil dan banyak juga yang belum keluar, alasannya memang gak dapat nomor antrian bank,” kata dia, kemarin.
Ketidaktahuan itu, kata dia, karena tidak adanya pemberitahuan kepada para penerima bantuan. Padahal pengumuman penerima bantuan dan pencairan dapat dilakukan sejak bulan Oktober 2020. Namun, karena ketidaktahuan itulah, alhasil pencairan banyak dilakukan pada bulan Desember 2020 setelah melakukan pengecekan secara mandiri melalui laman resmi yang disediakan.
“Jadi pada menumpuk di bulan Desember karena mereka baru tahu setelah cek sendiri di link yang disediakan. Saya rasa sudah ada yang keluar di bulan Oktober atau November, tapi karena cek di Desember, jadi terlambat pencairannya dan keburu menumpuk antriannya,” jelas dia.
Pihaknya berharap pencairannya dapat dilakukan pada tahun ini dan semestinya demikian karena secara fisik dana tersebut sudah masuk ke rekening, hanya saja belum dicairkan. Menurutnya, tidak mungkin bila dana itu dibekukan hanya karena belum dicairkan pada tahun sebelumnya.
“Kalau dibekukan, mau dikemanakan itu dana? pasti besarkan? PR dari pihak BRI harus kirim SMS ke UKM kalau mereka (pelaku usaha) ada terima bantuan, karena data nomor HP sudah ada semua. Kasihan yang belum tahu karena tidak semua UKM mengerti cara mengecek via internet,” pungkas dia. (sti)
Baca Juga :  Penyaluran KUR BRI Diestimasi Menyerap 32,1 Juta Lapangan Kerja

Most Read

Artikel Terbaru

/