alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Pontianak PPKM Level 2, Wali Kota Minta Masyarakat Tidak Lengah Prokes

PONTIANAK Kota Pontianak ditetapkan ke dalam wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, dari yang sebelumnya berada di level 3. Hal itu berdasarkan keputusan pemerintah pusat yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 48 Tahun 2021 tentang PPKM level 4, 3, 2 dan 1 di wilayah luar Jawa-Bali. Keputusan tersebut berlaku mulai tanggal 5 sampai 18 Oktober 2021.

Meski ditetapkan dalam PPKM level 2, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan. Dalam Inmendagri Nomor 48 Tahun 2021, sejumlah aktivitas dilonggarkan bagi wilayah PPKM level 2. Kendati demikian, bukan berarti protokol kesehatan menjadi kendor, justru harus semakin diperketat.

Baca Juga :  Dr Masyhudi, Kajati Kalbar Terima Kunjungan Kerja Sekretaris Jaksa Agung Muda Pembinaan

“Kita tetap mengantisipasi apabila terjadi gelombang ketiga, terutama adanya varian baru,” ujarnya usai rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka penanganan penyebaran Covid-19 di Aula Mapolresta Pontianak Kota, Selasa (5/10).

Dalam PPKM level 2 memang ada perbedaan dengan level 3. Di antaranya jumlah kapasitas yang diperbolehkan adalah sebanyak 50 persen dari sebelumnya 25 persen pada level 3. “Kemudian beberapa aktivitas diizinkan dengan protokol kesehatan secara ketat,” ungkapnya.

Ia tidak memungkiri adanya potensi masuknya varian baru Covid-19 ke Kota Pontianak. Terlebih sekembalinya Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia, baik mereka yang masuk melalui jalur perbatasan resmi maupun tidak resmi. Hal ini dinilai patut diwaspadai semua pihak agar jangan sampai terjadi lonjakan gelombang ketiga penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Harga Hewan Kurban Melonjak

“Seperti halnya terjadi di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Australia yang kembali terjadi lonjakan kasus Covid-19,” tutur Edi.

Selanjutnya, sambung dia, vaksinasi juga harus terus digencarkan. Tidak hanya di Kota Pontianak, tetapi juga di seluruh Kalbar. Capaian vaksinasi di Kota Pontianak sudah mencapai 55,3 persen. Akhir Oktober ini capaian vaksinasi ditargetkan 70 persen akan digenjot.

“Stok vaksin masih tersedia. Setiap vaksin datang, langsung didistribusikan untuk divaksinkan ke masyarakat,” ucapnya. Selain menerapkan protokol kesehatan, pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap warga yang bergejala Covid-19 melalui testing dan tracing.

“Kalau hasil testing swabnya terkonfirmasi positif, langsung dilakukan isolasi terhadap yang bersangkutan dan dilanjutkan dengan tracing,” jelasnya. (iza/sya)

PONTIANAK Kota Pontianak ditetapkan ke dalam wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, dari yang sebelumnya berada di level 3. Hal itu berdasarkan keputusan pemerintah pusat yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 48 Tahun 2021 tentang PPKM level 4, 3, 2 dan 1 di wilayah luar Jawa-Bali. Keputusan tersebut berlaku mulai tanggal 5 sampai 18 Oktober 2021.

Meski ditetapkan dalam PPKM level 2, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan. Dalam Inmendagri Nomor 48 Tahun 2021, sejumlah aktivitas dilonggarkan bagi wilayah PPKM level 2. Kendati demikian, bukan berarti protokol kesehatan menjadi kendor, justru harus semakin diperketat.

Baca Juga :  Ramadan Tetap Jalankan Prokes

“Kita tetap mengantisipasi apabila terjadi gelombang ketiga, terutama adanya varian baru,” ujarnya usai rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka penanganan penyebaran Covid-19 di Aula Mapolresta Pontianak Kota, Selasa (5/10).

Dalam PPKM level 2 memang ada perbedaan dengan level 3. Di antaranya jumlah kapasitas yang diperbolehkan adalah sebanyak 50 persen dari sebelumnya 25 persen pada level 3. “Kemudian beberapa aktivitas diizinkan dengan protokol kesehatan secara ketat,” ungkapnya.

Ia tidak memungkiri adanya potensi masuknya varian baru Covid-19 ke Kota Pontianak. Terlebih sekembalinya Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia, baik mereka yang masuk melalui jalur perbatasan resmi maupun tidak resmi. Hal ini dinilai patut diwaspadai semua pihak agar jangan sampai terjadi lonjakan gelombang ketiga penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Wakil Gubernur: Perizinan Investasi Harus Dipermudah

“Seperti halnya terjadi di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Australia yang kembali terjadi lonjakan kasus Covid-19,” tutur Edi.

Selanjutnya, sambung dia, vaksinasi juga harus terus digencarkan. Tidak hanya di Kota Pontianak, tetapi juga di seluruh Kalbar. Capaian vaksinasi di Kota Pontianak sudah mencapai 55,3 persen. Akhir Oktober ini capaian vaksinasi ditargetkan 70 persen akan digenjot.

“Stok vaksin masih tersedia. Setiap vaksin datang, langsung didistribusikan untuk divaksinkan ke masyarakat,” ucapnya. Selain menerapkan protokol kesehatan, pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap warga yang bergejala Covid-19 melalui testing dan tracing.

“Kalau hasil testing swabnya terkonfirmasi positif, langsung dilakukan isolasi terhadap yang bersangkutan dan dilanjutkan dengan tracing,” jelasnya. (iza/sya)

Most Read

Artikel Terbaru

/