alexametrics
25.3 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Zakat Tabungan Haji

TANYA JAWAB SEPUTAR ZAKAT
Bersama
Rasiam, MA
Dosen Ekonomi Syariah IAIN Pontianak
Dewan Pengawas Syariah Dompet Ummat Kalbar
Kontak konsultasi: email: rasiamdwi@gmail.com

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Saya ingin naik haji dan selama beberapa tahun ini dan sudah menabung kurang lebih 50 juta. Apakah dari tabungan haji itu termasuk ke dalam zakat? Mohon penjelasannya, terima kasih.

Jawaban:
Waalaikum salam warahmatullah wabarakatuh.
Terima kasih atas pertanyaan saudara semoga jawaban saya ini bisa memberikan jalan terbaik dalam pengelolaan harta berupa uang tunai yang saudara miliki sehingga meraih barokah dan ridha Allah SWT.
Senantiasa berdoa kepada Allah SWT, semoga kita terhindar dari berbagai macam cobaan hidup, kekurangan pangan, penyakit-penyakit, wabah serta perbuatan keji dan mungkar baik dhahir maupun bathin yang sedang melanda negeri ini. Aamiin.
Pertama yang harus dijadikan dasar untuk menjawab pertanyaan saudara adalah tentang syarat-sayarat wajib zakat. Adapun syarat-syarat wajib zakat adalah beragama Islam, merdeka, berakal (baliqh), dan memiliki nishab (jumlah minimal harta wajib zakat).
Adapun syarat-syarat nishab adalah harta itu diluar kebutuhan dasar (pangan, sandang dan papan) yang harus dipenuhi seseorang, dan harta harus telah berjalan selama satu tahun (haul) terhitung dari hari awal kepemilikan dengan dalil hadits Rasulullah “Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun).” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al Bani).
Membaca syarat-syarat ini bahwa di antara syarat wajib zakat adalah harta tersebut dimiliki secara pribadi (milku an-Nafs) dan harta tersebut dimiliki secara sempurna (milku at-Tam). Karena itu, ketika ada harta yang sudah berpindah kepemilikan atau sudah dialihfungsikan untuk kebutuhan-kebutuhan (biaya) maka harta itu tidak wajib dizakati.
Harta yag saudara tabung untuk keperluan haji sudah diperuntukkan untuk kebutuhan ibadah saudara sehingga gugur zakatnya. Sementara harta saudara yang lain yang masih utuh baik dalam tabungan pribadi dan keluarga mesti dihitung dulu apa sudah sampai nishab (jumlah wajib zakat) yaitu setara dengan jumlah emas 85 gram. Jika sudah mencapai nishab ini maka anda berkewajiban untuk mengeluarkan zakatnya.
Beda hal nya dengan zakat profesi yang sudah saya jelaskan pada hari sebelumnya. Silakan saudara baca koran sebelumnya tentang zakat profesi. Saudara akan memahami dengan mudah tentang status hukum dan tata cara menghitung zakat profesi. Wallahu a’lam bissawab

Baca Juga :  Dua Jemaah Ditunda Berangkat, Mendadak Penyakit Bawaan Kambuh

TANYA JAWAB SEPUTAR ZAKAT
Bersama
Rasiam, MA
Dosen Ekonomi Syariah IAIN Pontianak
Dewan Pengawas Syariah Dompet Ummat Kalbar
Kontak konsultasi: email: rasiamdwi@gmail.com

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Saya ingin naik haji dan selama beberapa tahun ini dan sudah menabung kurang lebih 50 juta. Apakah dari tabungan haji itu termasuk ke dalam zakat? Mohon penjelasannya, terima kasih.

Jawaban:
Waalaikum salam warahmatullah wabarakatuh.
Terima kasih atas pertanyaan saudara semoga jawaban saya ini bisa memberikan jalan terbaik dalam pengelolaan harta berupa uang tunai yang saudara miliki sehingga meraih barokah dan ridha Allah SWT.
Senantiasa berdoa kepada Allah SWT, semoga kita terhindar dari berbagai macam cobaan hidup, kekurangan pangan, penyakit-penyakit, wabah serta perbuatan keji dan mungkar baik dhahir maupun bathin yang sedang melanda negeri ini. Aamiin.
Pertama yang harus dijadikan dasar untuk menjawab pertanyaan saudara adalah tentang syarat-sayarat wajib zakat. Adapun syarat-syarat wajib zakat adalah beragama Islam, merdeka, berakal (baliqh), dan memiliki nishab (jumlah minimal harta wajib zakat).
Adapun syarat-syarat nishab adalah harta itu diluar kebutuhan dasar (pangan, sandang dan papan) yang harus dipenuhi seseorang, dan harta harus telah berjalan selama satu tahun (haul) terhitung dari hari awal kepemilikan dengan dalil hadits Rasulullah “Tidak ada zakat atas harta, kecuali yang telah melampaui satu haul (satu tahun).” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dihasankan oleh Syaikh al Bani).
Membaca syarat-syarat ini bahwa di antara syarat wajib zakat adalah harta tersebut dimiliki secara pribadi (milku an-Nafs) dan harta tersebut dimiliki secara sempurna (milku at-Tam). Karena itu, ketika ada harta yang sudah berpindah kepemilikan atau sudah dialihfungsikan untuk kebutuhan-kebutuhan (biaya) maka harta itu tidak wajib dizakati.
Harta yag saudara tabung untuk keperluan haji sudah diperuntukkan untuk kebutuhan ibadah saudara sehingga gugur zakatnya. Sementara harta saudara yang lain yang masih utuh baik dalam tabungan pribadi dan keluarga mesti dihitung dulu apa sudah sampai nishab (jumlah wajib zakat) yaitu setara dengan jumlah emas 85 gram. Jika sudah mencapai nishab ini maka anda berkewajiban untuk mengeluarkan zakatnya.
Beda hal nya dengan zakat profesi yang sudah saya jelaskan pada hari sebelumnya. Silakan saudara baca koran sebelumnya tentang zakat profesi. Saudara akan memahami dengan mudah tentang status hukum dan tata cara menghitung zakat profesi. Wallahu a’lam bissawab

Baca Juga :  Sutarmidji: Vaksinasi Ketiga Covid-19 Belum 15 Persen

Most Read

Artikel Terbaru

/