alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, July 4, 2022

BKIPM Berpartisipasi dalam Pontianak Contest Snakehead

PONTIANAK – Masih dalam rangkaian Kegiatan Bulan Mutu dan Karantina (BMK) 2021 BKIPM-KKP, Stasiun KIPM Pontianak dalam BKIPM Peduli Lingkungan turut berpartisipasi di kegiatan Pontianak Contest Snakehead, yang digelar pada 5-6 Juni 2021. Kegiatan yang digagas oleh Komunitas Pecinta Ikan Predator khususnya jenis Ikan Chana yang ada di Kalimantan Barat ini, bertempat di Raiser Pusat Promosi dan Pemasaran Produk Ikan Non Konsumsi, Milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat (Kalbar).

Kegiatan ini di dukung penuh oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, Perhimpunan Ikan Hias Indonesia (PIHI) DPD Kalbar Stasiun KIPM Pontianak dan Kelompok atau komunitas ikan predator di provinsi ini. Kontes ini dibuka langsung oleh Ibu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, Herti Herawati.  Dirinya berpesan agar produk non konsumsi khususnya ikan hias bisa tetap dipertahankan dan ditingkatkan dengan memanfaatkan fasilitas raiser milik propinsi agar lebih berdaya guna serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat insan perikanan .

“Kami akan selalu memberikan dukungan sesuai tupoksi Dinas sebagai pembina di daerah dan akan terus memperjuangkan agar komunias ikan predator ini tetap eksis dengan tetap memperhatikan regulasi terkait peredaran ikan predator karena seperti diketahui bahwa ikan Chana merupakan ikan endemik yang ada di Kapuas Hulu kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan dan harapannya dapat di budidayakan secara masif dan bernilai ekonomis tinggi,” ungkap Herti.

Alvianto, selaku penggagas dan panitia dalam kontes ini menyatakan bahwa ini adalah kali pertama diadakan kontes di Kalbar untuk kelompok ikan pecinta ikan predator (Chana) dan peminatnya cukup banyak mulai dari Kapuas Hulu, Sanggau, Singkawang dan Pontianak. Dia berharap bahwa Dinas KP dan BKIPM serta tak lupa PIHI bisa terus mendukung keberadaan komunitas ini agar tetap eksis dan memberikan manfaat banyak untuk gerak roda ekonomi di bidang perdagangan ikan hias dari Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Gelar Operasi Disiplin Protkes, Cegah Penyebaran Covid-19

Dia menyebut, kontes kali ini yang dihelat mulai tanggal 5-6 Juni 2021 di ikuti oleh 55 peserta perorangan dan kelompok dengan jumlah ikan yang diikutkan sebanyak 70 ekor dibagi dalam kelompok Yellow Maru, Red Maru, Impor Maru Sampuran dan Dwarf Maru Campuran dan terbagi dalam  6 (enam) kategori Contest.

“Sedangkan untuk penjurian adalah sebanyak 3 orang yang expert di komunitas Maru semua berasal dari Pontianak. Harapannya contest serupa akan segera di gelar dan direncanakan bulan Agustus berskala Nasional jadi perlu dukungan penuh dari instansi terkait,” tuturnya.

Kepala Stasiun KIPM Pontianak, Miharjo menyambut baik kegiatan tersebut karena di SKIPM Pontianak sedang melaksanakan kegiatan rutin tahunan yaitu Bulan Mutu Karantina (BMK) 2021 mulai dari 14 April kemarin dan akan berakhir pada tanggal 14 April 2021.

“Jadi banyak sekali kegiatan-kegiatan yang kami rangkaikan, seperti BKIPM Peduli Sosial (Bagi-bagi Ikan), BKIPM Peduli Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan BKIPM Peduli Lingkungan salah satunya yang kita laksanakan sekarang ini sharing infromasi terkait layanan kami dan tentu sharing edukasi terkait keberadaan jenis-jenis ikan yang dapat dilalulintaskan maupun di kembangkan sebagai pendorong roda ekonomi bidang perikanan,” paparnya.

Baca Juga :  Karakter Animasi Superteacher untuk Membantu Belajar Siswa, Tampilah Terlihat Segar Seperti Avatar

Dia menyebut, lalu lintas ikan chana selama tahun 2020 semakin menggeliat dan banyak permintaan dari luar daerah. PIhaknya mencatat, dari tahun 2020 sampai dengan Mei 2021 data total ada 1.692.681 ekor keluar dari Kalbar dengan frekuensi pengiriman sebanyak 2.194 kali dengan tujuan dominan Kota Yogyakarta, Solo, Jakarta dan kota lainnya. Jenis maru yang keluar Kalbar antara lain spesies Channa Striata, Channa Bankanensis, Channa Maruloides dan Channa lucius yang biasa juga disebut kelompok gabus/toman/peyang atau kerandang.

“Perlu diketahui bahwa pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.41 Tahun 2014 Tentang Laraangan Pemasukan dan Pengeluaran Jenis Ikan berbahaya dari Luar negeri adalah Cahanna argus dan Channa marulius dan dipertegas dengan PerMen KP No.19 tahun 2020 tentang Larangan Pemasukan, Pembudidayaan, Peredaran dan Pengeluaran Jenis ikan yang Membahayakan dan atau merugikan dan aturan tersebut mulai efektif tanggal 24 Juli 2021,” jelasnya.

Pihaknya berkomitmen untuk terus bersinergi membangun sektor perikan baik budidaya maupun tangkap di wilayah Kalbar bersama pihak terkait lainnya. Pihaknya juga mengawal kebijakan tetapi tanpa merugikan para pelaku usaha.“Kami terus mendorong dan menyerap masukan dari masyarakat perikanan untuk dibawa di rapat tingkat Kementrian dalam hal ini Kementrian Kelautan dan Perikanan bahwa potensi perikanan non konsumsi sangat tinggi keanekaragamannya dan menjadi sumber ekonomi masyarakat yang menjajnjikan dimasa yang akan datang,” pungkasnya. (sti)

PONTIANAK – Masih dalam rangkaian Kegiatan Bulan Mutu dan Karantina (BMK) 2021 BKIPM-KKP, Stasiun KIPM Pontianak dalam BKIPM Peduli Lingkungan turut berpartisipasi di kegiatan Pontianak Contest Snakehead, yang digelar pada 5-6 Juni 2021. Kegiatan yang digagas oleh Komunitas Pecinta Ikan Predator khususnya jenis Ikan Chana yang ada di Kalimantan Barat ini, bertempat di Raiser Pusat Promosi dan Pemasaran Produk Ikan Non Konsumsi, Milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat (Kalbar).

Kegiatan ini di dukung penuh oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, Perhimpunan Ikan Hias Indonesia (PIHI) DPD Kalbar Stasiun KIPM Pontianak dan Kelompok atau komunitas ikan predator di provinsi ini. Kontes ini dibuka langsung oleh Ibu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar, Herti Herawati.  Dirinya berpesan agar produk non konsumsi khususnya ikan hias bisa tetap dipertahankan dan ditingkatkan dengan memanfaatkan fasilitas raiser milik propinsi agar lebih berdaya guna serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat insan perikanan .

“Kami akan selalu memberikan dukungan sesuai tupoksi Dinas sebagai pembina di daerah dan akan terus memperjuangkan agar komunias ikan predator ini tetap eksis dengan tetap memperhatikan regulasi terkait peredaran ikan predator karena seperti diketahui bahwa ikan Chana merupakan ikan endemik yang ada di Kapuas Hulu kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan dan harapannya dapat di budidayakan secara masif dan bernilai ekonomis tinggi,” ungkap Herti.

Alvianto, selaku penggagas dan panitia dalam kontes ini menyatakan bahwa ini adalah kali pertama diadakan kontes di Kalbar untuk kelompok ikan pecinta ikan predator (Chana) dan peminatnya cukup banyak mulai dari Kapuas Hulu, Sanggau, Singkawang dan Pontianak. Dia berharap bahwa Dinas KP dan BKIPM serta tak lupa PIHI bisa terus mendukung keberadaan komunitas ini agar tetap eksis dan memberikan manfaat banyak untuk gerak roda ekonomi di bidang perdagangan ikan hias dari Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Kenang Sosok Rizki yang Pintar dan Humble

Dia menyebut, kontes kali ini yang dihelat mulai tanggal 5-6 Juni 2021 di ikuti oleh 55 peserta perorangan dan kelompok dengan jumlah ikan yang diikutkan sebanyak 70 ekor dibagi dalam kelompok Yellow Maru, Red Maru, Impor Maru Sampuran dan Dwarf Maru Campuran dan terbagi dalam  6 (enam) kategori Contest.

“Sedangkan untuk penjurian adalah sebanyak 3 orang yang expert di komunitas Maru semua berasal dari Pontianak. Harapannya contest serupa akan segera di gelar dan direncanakan bulan Agustus berskala Nasional jadi perlu dukungan penuh dari instansi terkait,” tuturnya.

Kepala Stasiun KIPM Pontianak, Miharjo menyambut baik kegiatan tersebut karena di SKIPM Pontianak sedang melaksanakan kegiatan rutin tahunan yaitu Bulan Mutu Karantina (BMK) 2021 mulai dari 14 April kemarin dan akan berakhir pada tanggal 14 April 2021.

“Jadi banyak sekali kegiatan-kegiatan yang kami rangkaikan, seperti BKIPM Peduli Sosial (Bagi-bagi Ikan), BKIPM Peduli Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan BKIPM Peduli Lingkungan salah satunya yang kita laksanakan sekarang ini sharing infromasi terkait layanan kami dan tentu sharing edukasi terkait keberadaan jenis-jenis ikan yang dapat dilalulintaskan maupun di kembangkan sebagai pendorong roda ekonomi bidang perikanan,” paparnya.

Baca Juga :  Gelar Operasi Disiplin Protkes, Cegah Penyebaran Covid-19

Dia menyebut, lalu lintas ikan chana selama tahun 2020 semakin menggeliat dan banyak permintaan dari luar daerah. PIhaknya mencatat, dari tahun 2020 sampai dengan Mei 2021 data total ada 1.692.681 ekor keluar dari Kalbar dengan frekuensi pengiriman sebanyak 2.194 kali dengan tujuan dominan Kota Yogyakarta, Solo, Jakarta dan kota lainnya. Jenis maru yang keluar Kalbar antara lain spesies Channa Striata, Channa Bankanensis, Channa Maruloides dan Channa lucius yang biasa juga disebut kelompok gabus/toman/peyang atau kerandang.

“Perlu diketahui bahwa pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.41 Tahun 2014 Tentang Laraangan Pemasukan dan Pengeluaran Jenis Ikan berbahaya dari Luar negeri adalah Cahanna argus dan Channa marulius dan dipertegas dengan PerMen KP No.19 tahun 2020 tentang Larangan Pemasukan, Pembudidayaan, Peredaran dan Pengeluaran Jenis ikan yang Membahayakan dan atau merugikan dan aturan tersebut mulai efektif tanggal 24 Juli 2021,” jelasnya.

Pihaknya berkomitmen untuk terus bersinergi membangun sektor perikan baik budidaya maupun tangkap di wilayah Kalbar bersama pihak terkait lainnya. Pihaknya juga mengawal kebijakan tetapi tanpa merugikan para pelaku usaha.“Kami terus mendorong dan menyerap masukan dari masyarakat perikanan untuk dibawa di rapat tingkat Kementrian dalam hal ini Kementrian Kelautan dan Perikanan bahwa potensi perikanan non konsumsi sangat tinggi keanekaragamannya dan menjadi sumber ekonomi masyarakat yang menjajnjikan dimasa yang akan datang,” pungkasnya. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/