alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

BNN Kota Pontianak Gandeng Insan Media Wujudkan Kota Tanggap Ancaman Narkoba

PONTIANAK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pontianak menggelar workshop bertajuk ‘Penguatan Kapasitas Insan Media untuk Mewujudkan Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) Tahun 2021’. Workshop yang diadakan di Pinus Room, Hotel Neo (6/10) ini turut menghadirkan Diskominfo Kota Pontianak dan AJI Pontianak sebagai narasumber.

Workshop ini dihadiri oleh 20 insan media baik dari media cetak, online, televisi, dan juga radio di Pontianak. Diadakannya workshop ini guna menyatukan persepsi dan memperkuat hubungan dan komitmen antar BNN Kota Pontianak dengan instansi media dalam bidang P4GN.

AKBP Ngatiya, Kepala BNN Kota Pontianak menuturkan kegiatan ini adalah guna insan media dapat melaksanakan, menyikapi, juga mengantisipasi terkait pelaksanaan Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) di Pontianak.

“Program dari KOTAN ini ada empat lingkungan. Lingkungan pemerintah, lingkungan masyarakat, lingkungan pendidikan, dan lingkungan media. Hari ini kita adakan workshop terkait dengan KOTAN khususnya di lingkungan rekan-rekan media.

Jadi diharapkan nanti bagaimana rekan-rekan media, wartawan bisa melaksanakan KOTAN ini sehingga Kota Pontianak bisa menjadi kota tanggap ancaman narkoba,” ungkapnya.

Baca Juga :  BNN Musnahkan Sabu  Dua Kilogram

Lanjutnya, Ngatiya menjelaskan bahwa hal-hal yang akan dilakukan nantinya mengacu pada Impres No. 2 Tahun 2020 Tentang Rencana Aksi Nasional P4GN.

“Hal-hal yang akan dilakukan nantinya mengacu pada Impres No. 2 Tahun 2020 Tentang Rencana Aksi Nasional P4GN. Yaitu ada kegiatan yang sifatnya generik dan khusus,” ujarnya.

Drs. Zulkarnain, perwakilan Diskominfo Kota Pontianak memaparkan mengenai pengoptimalan peran media dalam mewujudkan KOTAN di Kota Pontianak. Menurutnya media massa punya peran penting dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik.

“Media massa itu punya peran penting dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik. Informasi adalah kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional, hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan,” jelasnya.

Drs Zulkarnain juga menuturkan beberapa tujuan dari keterbukaan informasi publik yaitu menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, proses pengambilan keputusan publik, alasan pengambilan suatu keputusan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik dan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik.

Baca Juga :  Kades Disabet Parang, Alami Luka-luka Robek

Aliansi Jurnalis Independen yang diwakili oleh Haryanto, S.Kom.I mengungkapkan secara pelaksanaan, KOTAN sudah memiliki konsep yang jelas sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) KOTAN. Haryanto juga memaparkan mengenai implementasi nyata dalam melaksanakan KOTAN ini ada dua implementasi yaitu pencegahan dan penindakan.

“Pencegahan melahirkan pemberitaan berbagai kegiatan sosialiasi, penyuluhan, hingga program BNN, termasuk KOTAN. Pemberitaan dukungan berbagai elemen masyarakat dalam upaya BNN Perang Melawan Narkoba. Melakukan pemberitaan dari sisi human interest, misal kisah penyesalan mantan pecandu narkoba yang kini sukses mengembangkan usaha atau lainnya. Kedua adalah penindakan. Pemberitaan berbagai pengungkapan berbagai kasus narkoba di wilayah Kalbar, khususnya Kota Pontianak,” pungkasnya. (dya)

PONTIANAK – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pontianak menggelar workshop bertajuk ‘Penguatan Kapasitas Insan Media untuk Mewujudkan Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) Tahun 2021’. Workshop yang diadakan di Pinus Room, Hotel Neo (6/10) ini turut menghadirkan Diskominfo Kota Pontianak dan AJI Pontianak sebagai narasumber.

Workshop ini dihadiri oleh 20 insan media baik dari media cetak, online, televisi, dan juga radio di Pontianak. Diadakannya workshop ini guna menyatukan persepsi dan memperkuat hubungan dan komitmen antar BNN Kota Pontianak dengan instansi media dalam bidang P4GN.

AKBP Ngatiya, Kepala BNN Kota Pontianak menuturkan kegiatan ini adalah guna insan media dapat melaksanakan, menyikapi, juga mengantisipasi terkait pelaksanaan Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) di Pontianak.

“Program dari KOTAN ini ada empat lingkungan. Lingkungan pemerintah, lingkungan masyarakat, lingkungan pendidikan, dan lingkungan media. Hari ini kita adakan workshop terkait dengan KOTAN khususnya di lingkungan rekan-rekan media.

Jadi diharapkan nanti bagaimana rekan-rekan media, wartawan bisa melaksanakan KOTAN ini sehingga Kota Pontianak bisa menjadi kota tanggap ancaman narkoba,” ungkapnya.

Baca Juga :  Irwan Jengkel, Kadis Diwakili Honorer

Lanjutnya, Ngatiya menjelaskan bahwa hal-hal yang akan dilakukan nantinya mengacu pada Impres No. 2 Tahun 2020 Tentang Rencana Aksi Nasional P4GN.

“Hal-hal yang akan dilakukan nantinya mengacu pada Impres No. 2 Tahun 2020 Tentang Rencana Aksi Nasional P4GN. Yaitu ada kegiatan yang sifatnya generik dan khusus,” ujarnya.

Drs. Zulkarnain, perwakilan Diskominfo Kota Pontianak memaparkan mengenai pengoptimalan peran media dalam mewujudkan KOTAN di Kota Pontianak. Menurutnya media massa punya peran penting dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik.

“Media massa itu punya peran penting dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik. Informasi adalah kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional, hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan,” jelasnya.

Drs Zulkarnain juga menuturkan beberapa tujuan dari keterbukaan informasi publik yaitu menjamin hak warga negara untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, proses pengambilan keputusan publik, alasan pengambilan suatu keputusan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan publik dan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pengambilan kebijakan publik.

Baca Juga :  Perkuat Listrik Kalbar, PLN Rampungkan Pembangunan Transmisi Sekadau-Sintang

Aliansi Jurnalis Independen yang diwakili oleh Haryanto, S.Kom.I mengungkapkan secara pelaksanaan, KOTAN sudah memiliki konsep yang jelas sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) KOTAN. Haryanto juga memaparkan mengenai implementasi nyata dalam melaksanakan KOTAN ini ada dua implementasi yaitu pencegahan dan penindakan.

“Pencegahan melahirkan pemberitaan berbagai kegiatan sosialiasi, penyuluhan, hingga program BNN, termasuk KOTAN. Pemberitaan dukungan berbagai elemen masyarakat dalam upaya BNN Perang Melawan Narkoba. Melakukan pemberitaan dari sisi human interest, misal kisah penyesalan mantan pecandu narkoba yang kini sukses mengembangkan usaha atau lainnya. Kedua adalah penindakan. Pemberitaan berbagai pengungkapan berbagai kasus narkoba di wilayah Kalbar, khususnya Kota Pontianak,” pungkasnya. (dya)

Most Read

Artikel Terbaru

/