alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Pekerja Migran Ditangkap Judi Online

PONTIANAK – Sebanyak 105 pekerja migran Indonesia nonprosedural dideportasi pemerintah Malaysia, Kamis (5/11) malam. Pekerja migran nonprosedural tersebut, dideportasi melalui PLBN Terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Badan Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak, Andi Kusuma Irfandi membenarkan informasi tersebut. Andi menjelaskan, rombongan pekerja migran yang dideportasi, tiba di PLBN Entikong, pukul 13.30. Total pekerja migran yang dideportasi sebanyak 105 orang.

Andi mengungkap, mereka diantaranya dideportasi dari Depot Imigresen Semuja sebanyak 97 orang ditambah repatriasi sebanyak delapan orang. Pekerja dibawa mengunakan bus dan Ben KJRI Kuching.

“Setibanya di PLBN Entikong, terhadap pekerja dilakukan pendataan dan rapid tes, hasilnya semuanya negatif,” kata Andi, Jumat (6/11).

Baca Juga :  Bekuk Bandar Kolok-kolok, Buka Lapak di Waterfront

Andi menerangkan, 105 pekerja itu terdiri dari 85 orang laki-laki dan 20 orang perempuan. Sementara berdasarkan asal daerah, 48 orang dari Kalimantan Barat, 18 orang dari Jawa Timur, lima orang dari Jawa Tengah, tiga orang dari Jawa Barat, tiga lainnya dari Nusa Tenggara Timur. Satu orang dari Kalimantan Timur, Lampung satu orang, Nusa Tenggara Barat 17 orang, Sulawesi Selatan enam orang dan Sulawesi Utara tiga orang.

“Seluruh pekerja migran non prosedural ini sudah berada di Dinas Sosial Kalbar,” tuturnya.

Andi mengatakan, adapun masalah yang dihadapi pekerja migran tersebut, yakni 29 orang tidak memiliki paspor, 67 orang tidak memiliki permit, satu orang kabur dari majikan karena gajinya tidak dibayar, tiga orang lapor ke KJRI Kuching minta dipulangkan ke Indonesia, empat orang ikut orangtua dan satu orang tertangkap akibat judi online.

Baca Juga :  Jalur Tikus Entikong, Pilihan Kepulangan 35 WNI

Andi menuturkan, dari hasil wawancara kepada,  Rudi Hartono (37), ia merupakan pekerja asal Pamekasan. Ditangkap imigrasi Malaysia saat akan pulang ke Indonesia. Sementara Raduan (29) sebelumnya ia bekerja di rumah makan. Karena pandemi Covid-19 tempat usahanya bangkrut. Ia kemudian beralih menjalani usaha judi online, hingga akhirnya ditahan petugas imigrasi Malaysia.

“Kapan akan dipulangkan ke daerah asal, kami masih menunggu informasi dari Dinas Sosial,” pungkasnya. (adg)

PONTIANAK – Sebanyak 105 pekerja migran Indonesia nonprosedural dideportasi pemerintah Malaysia, Kamis (5/11) malam. Pekerja migran nonprosedural tersebut, dideportasi melalui PLBN Terpadu Entikong, Kabupaten Sanggau.

Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Badan Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak, Andi Kusuma Irfandi membenarkan informasi tersebut. Andi menjelaskan, rombongan pekerja migran yang dideportasi, tiba di PLBN Entikong, pukul 13.30. Total pekerja migran yang dideportasi sebanyak 105 orang.

Andi mengungkap, mereka diantaranya dideportasi dari Depot Imigresen Semuja sebanyak 97 orang ditambah repatriasi sebanyak delapan orang. Pekerja dibawa mengunakan bus dan Ben KJRI Kuching.

“Setibanya di PLBN Entikong, terhadap pekerja dilakukan pendataan dan rapid tes, hasilnya semuanya negatif,” kata Andi, Jumat (6/11).

Baca Juga :  Kisah Pelarian TKI Asal Sulawesi Tengah, Di Demo Warga dan Berlabuh ke Posko Covid-19

Andi menerangkan, 105 pekerja itu terdiri dari 85 orang laki-laki dan 20 orang perempuan. Sementara berdasarkan asal daerah, 48 orang dari Kalimantan Barat, 18 orang dari Jawa Timur, lima orang dari Jawa Tengah, tiga orang dari Jawa Barat, tiga lainnya dari Nusa Tenggara Timur. Satu orang dari Kalimantan Timur, Lampung satu orang, Nusa Tenggara Barat 17 orang, Sulawesi Selatan enam orang dan Sulawesi Utara tiga orang.

“Seluruh pekerja migran non prosedural ini sudah berada di Dinas Sosial Kalbar,” tuturnya.

Andi mengatakan, adapun masalah yang dihadapi pekerja migran tersebut, yakni 29 orang tidak memiliki paspor, 67 orang tidak memiliki permit, satu orang kabur dari majikan karena gajinya tidak dibayar, tiga orang lapor ke KJRI Kuching minta dipulangkan ke Indonesia, empat orang ikut orangtua dan satu orang tertangkap akibat judi online.

Baca Juga :  Masuk Dari Entikong, 15 Pekerja Migran Positif Covid-19

Andi menuturkan, dari hasil wawancara kepada,  Rudi Hartono (37), ia merupakan pekerja asal Pamekasan. Ditangkap imigrasi Malaysia saat akan pulang ke Indonesia. Sementara Raduan (29) sebelumnya ia bekerja di rumah makan. Karena pandemi Covid-19 tempat usahanya bangkrut. Ia kemudian beralih menjalani usaha judi online, hingga akhirnya ditahan petugas imigrasi Malaysia.

“Kapan akan dipulangkan ke daerah asal, kami masih menunggu informasi dari Dinas Sosial,” pungkasnya. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/