alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Lestarikan Budaya, Naga Sinar Surya Tak Pernah Absen Meriahkan Cap Go Meh

*Dukungan Wismilak Foundation kepada Kelompok Naga Sinar Surya

Lahir dari rasa cinta dan kepedulian untuk melestarikan kebudayaan, Julius dan keluarganya, mendirikan Kelompok Naga Sinar Surya didirikan pada tahun 2013. Upaya itu juga dilakukan untuk menurunkan pengetahuan budaya ini kepada generasi yang lebih muda. Hingga saat ini, kelompok ini rutin berpartisipasi dalam memeriahkan pawai naga pada perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak.

SITI SULBIYAH, Pontianak

Kelompok Sinar Surya didirikan pada tahun 2013 lalu sebagai usaha untuk melestarikan kebudayaan komunitas Tionghoa dalam bentuk olahraga dan permainan barongsai, yang kemudian dilengkapi juga dengan atraksi naga. Sang pendiri, Julius dan keluarganya, selalu memiliki minat yang tinggi akan seni barongsai dan naga.

“Sejak tahun 2013, Kelompok Naga Sinar Surya tidak pernah absen memeriahkan perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Pontianak. H-30 setiap tahun sebelum perayaan Tahun Baru Cina, kami sudah mulai berlatih secara intens untuk memeriahkan festival Cap Go Meh. Mulai dari ritual buka mata naga hingga ritual bakar naga di akhir perayaan Cap Go Meh,” tutur Julius, kemarin.

Di tahun 2019, Kelompok Naga Sinar Surya kompak bermain dengan elok dan menarik mata masyarakat Kota Pontianak dengan lampu-lampunya yang cantik. Naga Sinar Surya pun diberikan penghargaan Juara 1 Naga Bersinar. Di tahun 2020 ini, walaupun tidak memiliki target tertentu, segenap tim yang terdiri dari pemain berusia 16-30 tahun, memiliki keinginan untuk mempertahankan gelar juara tersebut sebaik mungkin.

Baca Juga :  Pajak Kita Untuk Vaksin

Prestasi tersebut tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, salah satunya adalah Wismilak Foundation. Dukungan yang diberikan oleh yayasan tersebut, dalam bentuk moril maupun materil. Kerjasama yang terjalin antara keduanya, terjadi karena kesamaan visi dan misi untuk menjaga dan melestarikan budaya, sesuai dengan salah satu pilar Wismilak Foundation, yaitu Peduli Budaya. Adapun, dukungan yang diberikan oleh Wismilak Foundation, dalam bentuk penyediaan sarana hingga dukungan untuk pembinaan dan latihan peserta.

“Misi pelestarian budaya yang kami sampaikan ini dapat diperlihatkan dengan sangat baik oleh para pemain naga, serta segenap pelatih dan pengurus Kelompok Naga Sinar Surya. Prestasi yang diraih pun kami anggap sebagai apresiasi atas kerja keras tim, dan Wismilak Foundation sangat berterima kasih atas kerja sama ini,” ujar perwakilan Wismilak Foundation, Jaya Siddhi Gantama.

Dia melanjutkan, tahun ini merupakan tahun ke-13 di mana Wismilak Foundation konsisten dan berperan aktif mendukung perayaan Cap Go Meh yang berfokus di Pontianak. Selain akan mendukung kegiatan Pawai Naga Berseri melalui kerja samanya dengan Kelompok Naga Sinar Surya, Wismilak Foundation juga telah memberikan dukungan pemeliharaan bangunan budaya dan ikonik di Singkawang dan Pontianak.

Baca Juga :  Naga Hot Forex Vois Dragon Sport Jadi Rebutan Warga Berswafoto Ria

Program pemeliharaan ini sudah dimulai pada tahun 2017 saat memberikan dukungan pemeliharaan dan perbaikan tempat ibadah (tapekong) kepada Vihara Budha Kutub Utara di Pontianak. Vihara Budha Kutub Utara sendiri merupakan tempat ibadah yang telah berumur lebih dari seratus tahun, sehingga termasuk sebagai salah satu peninggalan budaya dan arsitektur dengan nilai historis yang sangat tinggi. Tahun 2019 lalu, sejumlah 9 tapekong juga mendapat bantuan pemeliharaan agar dapat dipergunakan sebagai sarana kegiatan keagamaan oleh masyarakat sekitar dengan lebih baik.

“Tidak banyak orang yang rela berkorban demi melestarikan kebudayaan seperti Kelompok Naga Sinar Surya ini yang terus mencintai seni dan olahraga barongsai serta naga, bahkan memiliki misi untuk menurunkan kepedulian ini pada generasi muda,” kata Ketua Yayasan Wismilak Foundation, Henry Najoan.

Karena itu, tambah dia, sudah sepatutnya Wismilak Foundation memberikan dukungan melalui pilar Peduli Budaya yang terus dijalankan secara konsisten. Dia harap, kerja sama yang terjalin akan semakin solid, dan akan semakin banyak anak tertarik dan ikut giat melestarikan kebudayaan ini di masa depan.**

*Dukungan Wismilak Foundation kepada Kelompok Naga Sinar Surya

Lahir dari rasa cinta dan kepedulian untuk melestarikan kebudayaan, Julius dan keluarganya, mendirikan Kelompok Naga Sinar Surya didirikan pada tahun 2013. Upaya itu juga dilakukan untuk menurunkan pengetahuan budaya ini kepada generasi yang lebih muda. Hingga saat ini, kelompok ini rutin berpartisipasi dalam memeriahkan pawai naga pada perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak.

SITI SULBIYAH, Pontianak

Kelompok Sinar Surya didirikan pada tahun 2013 lalu sebagai usaha untuk melestarikan kebudayaan komunitas Tionghoa dalam bentuk olahraga dan permainan barongsai, yang kemudian dilengkapi juga dengan atraksi naga. Sang pendiri, Julius dan keluarganya, selalu memiliki minat yang tinggi akan seni barongsai dan naga.

“Sejak tahun 2013, Kelompok Naga Sinar Surya tidak pernah absen memeriahkan perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Pontianak. H-30 setiap tahun sebelum perayaan Tahun Baru Cina, kami sudah mulai berlatih secara intens untuk memeriahkan festival Cap Go Meh. Mulai dari ritual buka mata naga hingga ritual bakar naga di akhir perayaan Cap Go Meh,” tutur Julius, kemarin.

Di tahun 2019, Kelompok Naga Sinar Surya kompak bermain dengan elok dan menarik mata masyarakat Kota Pontianak dengan lampu-lampunya yang cantik. Naga Sinar Surya pun diberikan penghargaan Juara 1 Naga Bersinar. Di tahun 2020 ini, walaupun tidak memiliki target tertentu, segenap tim yang terdiri dari pemain berusia 16-30 tahun, memiliki keinginan untuk mempertahankan gelar juara tersebut sebaik mungkin.

Baca Juga :  Munascab PDI Perjuangan Kota Pontianak

Prestasi tersebut tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, salah satunya adalah Wismilak Foundation. Dukungan yang diberikan oleh yayasan tersebut, dalam bentuk moril maupun materil. Kerjasama yang terjalin antara keduanya, terjadi karena kesamaan visi dan misi untuk menjaga dan melestarikan budaya, sesuai dengan salah satu pilar Wismilak Foundation, yaitu Peduli Budaya. Adapun, dukungan yang diberikan oleh Wismilak Foundation, dalam bentuk penyediaan sarana hingga dukungan untuk pembinaan dan latihan peserta.

“Misi pelestarian budaya yang kami sampaikan ini dapat diperlihatkan dengan sangat baik oleh para pemain naga, serta segenap pelatih dan pengurus Kelompok Naga Sinar Surya. Prestasi yang diraih pun kami anggap sebagai apresiasi atas kerja keras tim, dan Wismilak Foundation sangat berterima kasih atas kerja sama ini,” ujar perwakilan Wismilak Foundation, Jaya Siddhi Gantama.

Dia melanjutkan, tahun ini merupakan tahun ke-13 di mana Wismilak Foundation konsisten dan berperan aktif mendukung perayaan Cap Go Meh yang berfokus di Pontianak. Selain akan mendukung kegiatan Pawai Naga Berseri melalui kerja samanya dengan Kelompok Naga Sinar Surya, Wismilak Foundation juga telah memberikan dukungan pemeliharaan bangunan budaya dan ikonik di Singkawang dan Pontianak.

Baca Juga :  Ikuti Kontes Selfie Bareng Naga, Berhadiah Jutaan Rupiah

Program pemeliharaan ini sudah dimulai pada tahun 2017 saat memberikan dukungan pemeliharaan dan perbaikan tempat ibadah (tapekong) kepada Vihara Budha Kutub Utara di Pontianak. Vihara Budha Kutub Utara sendiri merupakan tempat ibadah yang telah berumur lebih dari seratus tahun, sehingga termasuk sebagai salah satu peninggalan budaya dan arsitektur dengan nilai historis yang sangat tinggi. Tahun 2019 lalu, sejumlah 9 tapekong juga mendapat bantuan pemeliharaan agar dapat dipergunakan sebagai sarana kegiatan keagamaan oleh masyarakat sekitar dengan lebih baik.

“Tidak banyak orang yang rela berkorban demi melestarikan kebudayaan seperti Kelompok Naga Sinar Surya ini yang terus mencintai seni dan olahraga barongsai serta naga, bahkan memiliki misi untuk menurunkan kepedulian ini pada generasi muda,” kata Ketua Yayasan Wismilak Foundation, Henry Najoan.

Karena itu, tambah dia, sudah sepatutnya Wismilak Foundation memberikan dukungan melalui pilar Peduli Budaya yang terus dijalankan secara konsisten. Dia harap, kerja sama yang terjalin akan semakin solid, dan akan semakin banyak anak tertarik dan ikut giat melestarikan kebudayaan ini di masa depan.**

Most Read

Artikel Terbaru

/