alexametrics
34 C
Pontianak
Friday, September 30, 2022

Kejati Kalbar Kembali Selesaikan Kasus Lewat Restorative Justice

PONTIANAK – Kejati Kalbar Kembali selesaikan satu kasus lewat restorative justice. Hingga Agustus 2022 ini Kejati Kalbar telah berhasil melaksanakan Restorative Justice sebanyak 23 perkara.

Kajati Kalbar, Dr. Masyhudi, SH., MH, mengatakan akan terus mengupayakan pekara – perkara yang memenuhi syarat agar dapat diselesaikan secara restorative justice.

Masyhudi menekankan bahwa restorative justice identik dengan Kejaksaan. Pihaknya akan terus semangat merespon cepat terhadap perkara-perkara yang dapat diselesaikan secara restorative justice, yang merupakan sisi humanis dalam menegakkan keadilan.

Kasus ini berawal pada  Maret Tahun 2022, korban “AD” meminjam uang kepada Tersangka “AE” sebesar  Rp. 250.000,-.

Kemudian istri tersangka mendatangi rumah korban untuk menagih utang. Korban menjelaskan kepada istri tersangka bahwa sudah membayar sebagian utangnya kepada tersangka, sehingga sisa sebesar Rp. 50.000.

Baca Juga :  Pelaku Tandatangani SPK Fiktif

Selang beberapa waktu, istri tersangka datang kembali ke rumah korban dan mengatakan bahwa korban dipanggil oleh tersangka kerumahnya. Saat  korban sudah didekat rumah tersangka, tiba-tiba tersangka langsung meninju pelipis mata sebelah kanan korban. Korban terjatuh dan terdapat luka memar dimata sebelah kanan.

Senin,  01 Agustus 2022 telah dilaksanakan upaya perdamaian dan proses perdamaian di Kantor Kejari Mempawah, antara tersangka “AE” yang disangka melanggar  Pasal  351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan, dengan korban “AD”. Upaya ini dalam rangka penghentian penuntutan demi keadilan restoratif.

Tindak lanjut dari kasus ini, Kajati Kalbar, Dr. Masyhudi, SH., MH,  Aspidum Kejati Kalbar Yulius Sigit, SH., MH, memimpin rapat pemaparan permohonan persetujuan penghentian penuntutan dalam perkara Tindak Pidana Penganiayaan dengan nama tersangka “AE”.

Baca Juga :  Dandhy Laksono Tiba-tiba Ditangkap Kasus Ujaran Kebencian

Rapat digelar bersama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI secara virtual, Senin, 08 Agustus 2022 di Kantor Kejati Kalbar.

Dalam kesempatan tersebut, Kajati Kalbar Dr. Masyhudi, SH., MH menyampaikan bahwa  perkara penganiayaan ini merupakan perkara yang sederhana. Jaksa sesuai petunjuk pimpinan diharapkan dapat menyelesaikan perkara dengan penekanan hukum menggunakan hati nurani.

“Tentunya dilihat tujuan hukum itu sendiri dari asas kemanfaatannya, keadilan yang menyentuh masyarakat sehingga tidak menimbulkan stigma negatif,” pungkasnya. (mrd)

PONTIANAK – Kejati Kalbar Kembali selesaikan satu kasus lewat restorative justice. Hingga Agustus 2022 ini Kejati Kalbar telah berhasil melaksanakan Restorative Justice sebanyak 23 perkara.

Kajati Kalbar, Dr. Masyhudi, SH., MH, mengatakan akan terus mengupayakan pekara – perkara yang memenuhi syarat agar dapat diselesaikan secara restorative justice.

Masyhudi menekankan bahwa restorative justice identik dengan Kejaksaan. Pihaknya akan terus semangat merespon cepat terhadap perkara-perkara yang dapat diselesaikan secara restorative justice, yang merupakan sisi humanis dalam menegakkan keadilan.

Kasus ini berawal pada  Maret Tahun 2022, korban “AD” meminjam uang kepada Tersangka “AE” sebesar  Rp. 250.000,-.

Kemudian istri tersangka mendatangi rumah korban untuk menagih utang. Korban menjelaskan kepada istri tersangka bahwa sudah membayar sebagian utangnya kepada tersangka, sehingga sisa sebesar Rp. 50.000.

Baca Juga :  Selamatkan Uang Negara Rp21 Miliar

Selang beberapa waktu, istri tersangka datang kembali ke rumah korban dan mengatakan bahwa korban dipanggil oleh tersangka kerumahnya. Saat  korban sudah didekat rumah tersangka, tiba-tiba tersangka langsung meninju pelipis mata sebelah kanan korban. Korban terjatuh dan terdapat luka memar dimata sebelah kanan.

Senin,  01 Agustus 2022 telah dilaksanakan upaya perdamaian dan proses perdamaian di Kantor Kejari Mempawah, antara tersangka “AE” yang disangka melanggar  Pasal  351 ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan, dengan korban “AD”. Upaya ini dalam rangka penghentian penuntutan demi keadilan restoratif.

Tindak lanjut dari kasus ini, Kajati Kalbar, Dr. Masyhudi, SH., MH,  Aspidum Kejati Kalbar Yulius Sigit, SH., MH, memimpin rapat pemaparan permohonan persetujuan penghentian penuntutan dalam perkara Tindak Pidana Penganiayaan dengan nama tersangka “AE”.

Baca Juga :  Dua Perpustakaan Kampung Literasi Binaan PLN Kalbar Jadi Perpustakaan Terbaik

Rapat digelar bersama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung RI secara virtual, Senin, 08 Agustus 2022 di Kantor Kejati Kalbar.

Dalam kesempatan tersebut, Kajati Kalbar Dr. Masyhudi, SH., MH menyampaikan bahwa  perkara penganiayaan ini merupakan perkara yang sederhana. Jaksa sesuai petunjuk pimpinan diharapkan dapat menyelesaikan perkara dengan penekanan hukum menggunakan hati nurani.

“Tentunya dilihat tujuan hukum itu sendiri dari asas kemanfaatannya, keadilan yang menyentuh masyarakat sehingga tidak menimbulkan stigma negatif,” pungkasnya. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/