alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Dinas Pendidikan Kota Pontianak Terima Laporan Kasus Covid-19 di Tengah PTM

PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak mendapat laporan adanya anak yang terkonfirmasi Covid-19 di tengah berlangsungnya pembelajaran tatap muka saat pandemi Covid-19.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Iwan Amriady membenarkan laporan yang diterima pihaknya. Meski demikian kasus terkonfirmasi Covid-19 bukan dari tes massal yang dilakukan pada siswa, melainkan tes mandiri dari orangtua.

“Pelaksanaan tes belum secara formal. Jadi bukan berasal dari tes massal. Anak pulang ke rumah kurang sehat, di tes kemudian positif, sehingga kemudian melaksanakan isolasi mandiri,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Iwan Amriady di Pontianak, kemarin.

Iwan menyebutkan temuan kasus ini ada di beberapa jenjang pendidikan sekolah. Baik dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Pihaknya pun sudah melaporkan temuan ini ke Wali Kota Pontianak.

Dari temuan itu dilanjutkan Iwan, pihaknya langsung memantau sekolah dan ruang kelas yang digunakan bagi anak-anak yang terkonfirmasi dari tes mandiri yang dilakukan orangtuanya. Pemantauan dilakukan dalam jangka waktu lima hari untuk memastikan tidak adanya tambahan kasus Covid.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Terkendali Jika 14 Hari Nol Kasus

“Kami terus memantau apakah kemudian ini berdampak pada lingkungan kelas atau sekolah tempat anak itu. Sejauh ini sifatnya masih personal,” kata Iwan.

Menurutnya tes massal bisa saja dilakukan bila dipandang perlu. Tes massal dilakukan bagian dari pelacakan ketika ditemukan kasus Covid-19.

“Kami sudah mendapat instruksi dari Wali Kota untuk siapkan tes massal, saat ditemukan kasus Covid-19 pada PTM. Tetapi dari pemantauan kami sejauh ini semuanya terputus dan bisa nyatakan itu kasuistik sehingga tidak dinyatakan anak yang positif ini terkena di sekolah,” jelas Iwan.

Ia menambahkan pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan jika kemudian menjadi klaster sekolah setelah adanya temuan kasus ini. “Apakah menghentikan pada tingkat kelas saja dulu, atau satu sekolah, tetapi tidak PTM secara keseluruhan,” jelas Iwan.

Baca Juga :  Ancam Tutup Lab yang Melanggar Harga Tertinggi PCR Rp300 Ribu

Menurut Iwan, evaluasi pembelajaran tatap muka terus dilakukan. Ia meyakini kepatuhan protokol kesehatan yang dilakukan pihak sekolah sudah berjalan baik saat digelarnya pembelajaran tatap muka.

Pihaknya memiliki satuan tugas yang melibatkan pengawas untuk memantau kepatuhan sekolah. Proses pemantauan itu dilakukan bersamaan dengan monitoring dan evaluasi yang dilakukan di sekolah-sekolah.

“Saya bisa menyatakan sekolah sudah patuh dan cukup berhati-hati pada penyelenggaraan PTM itu sendiri. Guru dan orangtua juga memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan.  Termasuk proses interaksi guru dan murid di dalam kelas,” kata dia.

“Tetapi di luar, sebelum atau sesudah PTM, itu yang saya sendiri belum memiliki formula dan sulit untuk melihat jika itu juga menjadi bagian untuk melihat kepatuhan sekolah dalam melaksanakan protokol kesehatan,” imbuhnya. (mse)

PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak mendapat laporan adanya anak yang terkonfirmasi Covid-19 di tengah berlangsungnya pembelajaran tatap muka saat pandemi Covid-19.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Iwan Amriady membenarkan laporan yang diterima pihaknya. Meski demikian kasus terkonfirmasi Covid-19 bukan dari tes massal yang dilakukan pada siswa, melainkan tes mandiri dari orangtua.

“Pelaksanaan tes belum secara formal. Jadi bukan berasal dari tes massal. Anak pulang ke rumah kurang sehat, di tes kemudian positif, sehingga kemudian melaksanakan isolasi mandiri,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak Iwan Amriady di Pontianak, kemarin.

Iwan menyebutkan temuan kasus ini ada di beberapa jenjang pendidikan sekolah. Baik dari sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Pihaknya pun sudah melaporkan temuan ini ke Wali Kota Pontianak.

Dari temuan itu dilanjutkan Iwan, pihaknya langsung memantau sekolah dan ruang kelas yang digunakan bagi anak-anak yang terkonfirmasi dari tes mandiri yang dilakukan orangtuanya. Pemantauan dilakukan dalam jangka waktu lima hari untuk memastikan tidak adanya tambahan kasus Covid.

Baca Juga :  Ingatkan Umat Beragama Patuhi PSBB

“Kami terus memantau apakah kemudian ini berdampak pada lingkungan kelas atau sekolah tempat anak itu. Sejauh ini sifatnya masih personal,” kata Iwan.

Menurutnya tes massal bisa saja dilakukan bila dipandang perlu. Tes massal dilakukan bagian dari pelacakan ketika ditemukan kasus Covid-19.

“Kami sudah mendapat instruksi dari Wali Kota untuk siapkan tes massal, saat ditemukan kasus Covid-19 pada PTM. Tetapi dari pemantauan kami sejauh ini semuanya terputus dan bisa nyatakan itu kasuistik sehingga tidak dinyatakan anak yang positif ini terkena di sekolah,” jelas Iwan.

Ia menambahkan pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan jika kemudian menjadi klaster sekolah setelah adanya temuan kasus ini. “Apakah menghentikan pada tingkat kelas saja dulu, atau satu sekolah, tetapi tidak PTM secara keseluruhan,” jelas Iwan.

Baca Juga :  Peningkatan Minat Belajar Siswa di Masa Pandemi Covid-19

Menurut Iwan, evaluasi pembelajaran tatap muka terus dilakukan. Ia meyakini kepatuhan protokol kesehatan yang dilakukan pihak sekolah sudah berjalan baik saat digelarnya pembelajaran tatap muka.

Pihaknya memiliki satuan tugas yang melibatkan pengawas untuk memantau kepatuhan sekolah. Proses pemantauan itu dilakukan bersamaan dengan monitoring dan evaluasi yang dilakukan di sekolah-sekolah.

“Saya bisa menyatakan sekolah sudah patuh dan cukup berhati-hati pada penyelenggaraan PTM itu sendiri. Guru dan orangtua juga memperhatikan pelaksanaan protokol kesehatan.  Termasuk proses interaksi guru dan murid di dalam kelas,” kata dia.

“Tetapi di luar, sebelum atau sesudah PTM, itu yang saya sendiri belum memiliki formula dan sulit untuk melihat jika itu juga menjadi bagian untuk melihat kepatuhan sekolah dalam melaksanakan protokol kesehatan,” imbuhnya. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/