alexametrics
24.4 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Ambil Sampel DNA Keluarga Korban, Sriwijaya Siapkan Fasilitas Hotel

PONTIANAK– Biddokkes Polda Kalbar tengah mempersiapkan pos Amte Mortem untuk pengambilan sampel DNA keluarga inti dari penumpang Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Kepualauan Seribu, Sabtu (9/1).

“Malam ini kami dari tim Biddokkes melakukan pengambilan sampel DNA keluarga inti penumpang Sri Wijaya SJ 182,” ujar Kapolres Kubu Yani Permana, kemarin.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan personel sebanyak 61 orang untuk pengamanan.

Di sisi lain, perusahaan Penerbangan Sriwijaya Air memberikan fasiltas hotel atau penginapan kepada keluarga penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Jakarta – Pontianak yang telah dinyatakan jatuh di Kepulauan Seribu.

“Kami sampaikan kepada keluarga penumpang, kami memberikan fasilitas hotel kepada keluarga yang dari luar kota agar menjaga stamina karena kalau terus di sini nanti dikhawatirkan ada Covid atau segala macam,” ujar District Manager Sriwijaya Air, Faisal Rahman.

Baca Juga :  25 Ahli Waris Korban SJ-182 Terima Santunan

Dikatakan Faisal,  hotel atau penginapan yang diberikan dekat dekat dengan Bandara Internasional Supadio Kubu Raya.  “Saat ini kami tengah mendata keluarga penumpang kami, dan saat ini hotel sedang disiapkan dekat dari Bandara,” katanya.

Selain itu, pihak Sriwijaya Air  juga telah membuat suatu grup komunikasi dengan keluarga penumpang. Tujuannya agar segala informasi mengenai kejadian ini bisa tersampaikan secara cepat.

“Kami juga membuat WA grup agar ada komunikasi update walaupun tidak ada di gedung ini tapi informasi itu bisa kita sampaikan dan bisa langsung diterima oleh keluarga,” terangnya.

Kepala Cabang Jasa Raharja Regy S Wijaya mengatakan, pihaknya saat ini masih akan terus berjaga di Gedung Serba Guna Bandara Supadio Pontianak di Kubu Raya, untuk menghimpun data.

Baca Juga :  Sembilan Pejabat Eselon III Tunda Dilantik Akibat Positif Covid-19

“Kami masih menunggu data pasti. Mudah-mudahan semuanya selamat dan ada mukjizat,” katanya.

Menurutnya, jika ke depan dari hasil DVI dinyatakan ada korban, maka pihaknya juga telah menyiapkan santunan sesuai undang-undang.

“Bagi ahli waris kami akan menyiapkan Rp50 juta untuk keluarganya yang meninggal dunia, sedangkan yang dirawat di Rumah Sakit akan kami berikan Rp 25 juta,” pungkasnya.

Sebelumnya, pihak Bandara Internasional Supadio Pontianak menyediakan posko untuk ruang tunggu keluarga korban pesawat Sriwijaya Air, B737-500 rute Jakarta–Pontianak yang dinyatakan hilang kontak, pada Sabtu (9/1) sejak pukul 14.40 WIB.

”Keluarga korban kami arahkan menunggu di Gedung Serbaguna Gustawiradi, di samping Polsek KP3U sebagai posko,” kata Manajer Operasional Angkasa Pura II Supadio Nuril Huda. (arf)

PONTIANAK– Biddokkes Polda Kalbar tengah mempersiapkan pos Amte Mortem untuk pengambilan sampel DNA keluarga inti dari penumpang Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan Kepualauan Seribu, Sabtu (9/1).

“Malam ini kami dari tim Biddokkes melakukan pengambilan sampel DNA keluarga inti penumpang Sri Wijaya SJ 182,” ujar Kapolres Kubu Yani Permana, kemarin.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan personel sebanyak 61 orang untuk pengamanan.

Di sisi lain, perusahaan Penerbangan Sriwijaya Air memberikan fasiltas hotel atau penginapan kepada keluarga penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Jakarta – Pontianak yang telah dinyatakan jatuh di Kepulauan Seribu.

“Kami sampaikan kepada keluarga penumpang, kami memberikan fasilitas hotel kepada keluarga yang dari luar kota agar menjaga stamina karena kalau terus di sini nanti dikhawatirkan ada Covid atau segala macam,” ujar District Manager Sriwijaya Air, Faisal Rahman.

Baca Juga :  Posko Crisis Center Resmi Ditutup, Identifikasi Jenazah Korban SJ-182 Tetap Berlanjut

Dikatakan Faisal,  hotel atau penginapan yang diberikan dekat dekat dengan Bandara Internasional Supadio Kubu Raya.  “Saat ini kami tengah mendata keluarga penumpang kami, dan saat ini hotel sedang disiapkan dekat dari Bandara,” katanya.

Selain itu, pihak Sriwijaya Air  juga telah membuat suatu grup komunikasi dengan keluarga penumpang. Tujuannya agar segala informasi mengenai kejadian ini bisa tersampaikan secara cepat.

“Kami juga membuat WA grup agar ada komunikasi update walaupun tidak ada di gedung ini tapi informasi itu bisa kita sampaikan dan bisa langsung diterima oleh keluarga,” terangnya.

Kepala Cabang Jasa Raharja Regy S Wijaya mengatakan, pihaknya saat ini masih akan terus berjaga di Gedung Serba Guna Bandara Supadio Pontianak di Kubu Raya, untuk menghimpun data.

Baca Juga :  Sebanyak 16 Anak di Kalbar Terkonfirmasi Covid-19 Meninggal Dunia

“Kami masih menunggu data pasti. Mudah-mudahan semuanya selamat dan ada mukjizat,” katanya.

Menurutnya, jika ke depan dari hasil DVI dinyatakan ada korban, maka pihaknya juga telah menyiapkan santunan sesuai undang-undang.

“Bagi ahli waris kami akan menyiapkan Rp50 juta untuk keluarganya yang meninggal dunia, sedangkan yang dirawat di Rumah Sakit akan kami berikan Rp 25 juta,” pungkasnya.

Sebelumnya, pihak Bandara Internasional Supadio Pontianak menyediakan posko untuk ruang tunggu keluarga korban pesawat Sriwijaya Air, B737-500 rute Jakarta–Pontianak yang dinyatakan hilang kontak, pada Sabtu (9/1) sejak pukul 14.40 WIB.

”Keluarga korban kami arahkan menunggu di Gedung Serbaguna Gustawiradi, di samping Polsek KP3U sebagai posko,” kata Manajer Operasional Angkasa Pura II Supadio Nuril Huda. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/