alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

SJ-182 Jatuh dan Meledak di Air

JAKARTA– Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak diduga jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1). Ada dugaan, pesawat nahas tersebut meledak setelah jatuh di perairan sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Dugaan ini berdasar keterangan nelayan yang melihat ada benda jatuh dari langit.

Nelayan lain mengaku mendengar suara ledakan. “Info dari nelayan sekitar pukul 15.00 mendengar suara ledakan di sekitar timur Pulau Laki, Kepulauan Seribu,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Hanya saja, informasi tersebut perlu dilakukan pengecekan oleh Polair, dan Polres Kepulauan Seribu.

“Ini yang masih dilakukan pengecekan oleh Polair dan Polres Kepulauan Seribu,” katanya. Bupati Kepulauan Seribu Junaedi menyebutkan pesawat Sriwijaya Air jatuh di perairan sekitar Pulau Laki, Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan.

“Info dari nelayan bubu, melihat ada benda jatuh di laut sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki. Getaran jatuhnya pesawat sampai ke permukiman Pulau Lancang,” ujar Junaedi

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 diduga jatuh di sekitar Kepulauan Seribu. Serpihan pesawat pun sudah mulai ditemukan oleh petugas Badan SAR Nasional (Basarnas).

Benda itu berupa kabel-kabel kecil dalam jumlah cukup banyak. Selain itu, petugas gabungan juga menemukan lempengan baja berwarna biru yang diduga bagian dari pesawat. Warna lempengan baja itu memiliki kemiripan dengan bagian ekor pesawat Sriwijaya Air. Tidak hanya itu, petugas pun menemukan secarcik kain mirip potongan celana manusia. Kain tersebut terlihat berbahan jeans dengan warna biru dongker.

Deputi Bidang Operasi Basarnas, Mayjen TNI Bambang Suryo Aji mengatakan pesawat diduga berada di Pulau Laki dan Pulau Lancang. “Kita segera mengerahkan alat kita di Basarnas di Jakarta kita kerahkan kapal untuk menuju titik dugaan pesawat jatuh,” ujar Bambang dalam jumpa pers di Kantor Basarnas, Jakarta, Sabtu (9/1).

“Posisi pesawat setelah lost contact berada antara Pulau Laki dan Lancang lebih kurang sekitar jaraknya 1,5-2 mill dari Tanjung Kait sekitar 3 mil,” tambahnya.

Baca Juga :  Terus Dorong Geliat UMKM, BRI Gelar Bazaar Klaster Mantriku

Bambang mengatakan kedalaman perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki adalah 20-23 meter. “Jadi kedalaman di sana 20-23 meter belum tahu pasti di mana posisinya,” katanya.

Sementara serpihan-serpihan yang diduga dari Pesawat Sriwijaya SJ-182 tersebut sudah berada di kapal Basarnas. Setelah itu akan dikumpulkan untuk dijadikan bukti-bukti sementara. “Peralatan yang ditemukan termasuk di tim gabungan kita menjadikan barang bukti apakah bagian pesawat atau bukan,” pungkasnya.

Hendrik Mulyadi, seorang nelayan mengaku melihat pesawat Sriwijaya Air jatuh dan meledak di air. “Iya jatuh. Saya melihat. Iya (meledak, red) di bawah air,” ujar Hendrik kepada JawaPos.com, Sabtu (9/1). Sekitar pukul 14.30 itu Hendrik mengaku posisinya dekat dengan pesawat Sriwijaya Air yang jatuh tersebut. Hanya saja, kejadian yang begitu cepat itu dia tidak melihat sosok manusia. Hanya puing-puing dari pesawat. “Iya saya lihat serpihan kapal, enggak lihat (manusia-Red),” katanya.

Meski melihat dan lokasinya tidak jauh dari lokasi pesawat jatuh itu, Hendrik tidak berani mendekat. Dia memilih untuk melaporkan ke petugas kepolisian setempat. “Jadi saya belum tahu info lebih lanjut lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 tujuan Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak. Sabtu (9/1). Dari informasi yang beredar, pesawat dengan type Boeing 737-500 terbang dari Jakarta sekitar pukul 14.36 dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Supadio Pontianak sekitar pukul 16.00. Namun pada pukul 15.37, pesawat dengan total penumpang sebanyak 62 penumpang termasuk pilot, copilot dan awak kabin, dikabarkan hilang kontak.

Saat ini keberadaan pesawat masih dilakukan investigasi dan tengah dikoordinasikan dengan Basarnas dan KNKT.  Kepala Basarnas Pontianak, Yopi Haryadi, mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Basarnas Jakarta terkait hilangnya pesawat Sriwijaya Air 182.

Mengingat lokasi pesawat dinyatakan hilang kontak masih berada di wilayah Jakarta. Basarnas Kalimantan Barat menunggu perintah dan informasi dari pusat. Yopi menyatakan, dari informasi Basarnas Pusat telah dikerahkan beberapa kapal, untuk melakukan operasi pencarian.

Baca Juga :  Pesawat Tempur TNI AU Jatuh, Pilot Berhasil Selamat

“Terkait kabar ditemukannya pesawat di Pulau Laki, kami belum dapat memastikan kebenarannya karena masih menunggu informasi dari pusat,” ucap Yopi.

Manager Operasi Bandar Udara Supadio Pontianak, Nuril Huda, mengatakan, terkait dugaan hilang kontak pesawat Sriwijaya Air-182 pihaknya telah mengaktifkan emergency Informasi center dan crisis center untuk penanganan keluarga korban.

Pihaknya juga telah menyediakan tempat di gedung serba Guna Graha Candra Dista Wiradi atau tepatnya di samping kantor KP3U. Sementara itu, EGM Airnav Pontianak , Wasyudi membenarkan jika pesawat Sriwijaya Air 182 sudah terbang dari Jakarta sekitar pukul 14.36. Sejak itu, pesawat tak kunjung menghubungi Airnav Pontianak.

“Setelah koordinasi lapangan, ternyata informasi yang kami terima dari Airnav Jakarta pesawat hilang kontak. Seperti yang diketahui, lama terbang Jakarta-Pontianak sekitar 1 jam 20 menit. Harusnya pukul 16.00 sudah tiba di Pontianak,” ungkapnya.

Pencarian Kotak Hitam

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan, pihaknya akan menyiapkan operasi laut untuk pencairan black box pesawat Sriwijaya Air yang jatuh pada Minggu (10/1). Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono juga mengatakan, meskipun demikian, pihaknya juga berkoordinasi dengan Basarnas dan mengutamakan evakuasi penumpang.

“Kami malam ini sedang mempersiapkan operasi laut besok untuk pencarian black box dan segala macam tapi yang utama adalah dari Basarnas akan melakukan pertolongan,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (9/1).

Soerjanto menjelaskan, KNKT juga telah berkoordinasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). BPPT nantinya akan menyiapkan Kapal Riset Baruna Jaya IV yang memiliki beberapa alat underwater recovery untuk diterjunkan dalam misi pencairan Sriwijaya Air apabila diperlukan.

Soerjanto menambahkan, pihaknya sedang mengumpulkan segala informasi yang berkaitan dengan maskapai tersebut dengan berkoordinasi bersama semua pihak. Di samping itu, pihaknya meminta masyarakat bersabar untuk mendapatkan informasi ini.

“Kami harap bersabar nanti setelah terkumpul, informasi akan kami sampaikan yang memang perlu diketahui masyarakat,” ucapnya. (jp/jpnn/adg)

JAKARTA– Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak diduga jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1). Ada dugaan, pesawat nahas tersebut meledak setelah jatuh di perairan sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Dugaan ini berdasar keterangan nelayan yang melihat ada benda jatuh dari langit.

Nelayan lain mengaku mendengar suara ledakan. “Info dari nelayan sekitar pukul 15.00 mendengar suara ledakan di sekitar timur Pulau Laki, Kepulauan Seribu,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Hanya saja, informasi tersebut perlu dilakukan pengecekan oleh Polair, dan Polres Kepulauan Seribu.

“Ini yang masih dilakukan pengecekan oleh Polair dan Polres Kepulauan Seribu,” katanya. Bupati Kepulauan Seribu Junaedi menyebutkan pesawat Sriwijaya Air jatuh di perairan sekitar Pulau Laki, Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan.

“Info dari nelayan bubu, melihat ada benda jatuh di laut sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki. Getaran jatuhnya pesawat sampai ke permukiman Pulau Lancang,” ujar Junaedi

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 diduga jatuh di sekitar Kepulauan Seribu. Serpihan pesawat pun sudah mulai ditemukan oleh petugas Badan SAR Nasional (Basarnas).

Benda itu berupa kabel-kabel kecil dalam jumlah cukup banyak. Selain itu, petugas gabungan juga menemukan lempengan baja berwarna biru yang diduga bagian dari pesawat. Warna lempengan baja itu memiliki kemiripan dengan bagian ekor pesawat Sriwijaya Air. Tidak hanya itu, petugas pun menemukan secarcik kain mirip potongan celana manusia. Kain tersebut terlihat berbahan jeans dengan warna biru dongker.

Deputi Bidang Operasi Basarnas, Mayjen TNI Bambang Suryo Aji mengatakan pesawat diduga berada di Pulau Laki dan Pulau Lancang. “Kita segera mengerahkan alat kita di Basarnas di Jakarta kita kerahkan kapal untuk menuju titik dugaan pesawat jatuh,” ujar Bambang dalam jumpa pers di Kantor Basarnas, Jakarta, Sabtu (9/1).

“Posisi pesawat setelah lost contact berada antara Pulau Laki dan Lancang lebih kurang sekitar jaraknya 1,5-2 mill dari Tanjung Kait sekitar 3 mil,” tambahnya.

Baca Juga :  Sejumlah Warga Ketapang Ikut Dalam Penerbangan Sriwijaya Air SJY182

Bambang mengatakan kedalaman perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki adalah 20-23 meter. “Jadi kedalaman di sana 20-23 meter belum tahu pasti di mana posisinya,” katanya.

Sementara serpihan-serpihan yang diduga dari Pesawat Sriwijaya SJ-182 tersebut sudah berada di kapal Basarnas. Setelah itu akan dikumpulkan untuk dijadikan bukti-bukti sementara. “Peralatan yang ditemukan termasuk di tim gabungan kita menjadikan barang bukti apakah bagian pesawat atau bukan,” pungkasnya.

Hendrik Mulyadi, seorang nelayan mengaku melihat pesawat Sriwijaya Air jatuh dan meledak di air. “Iya jatuh. Saya melihat. Iya (meledak, red) di bawah air,” ujar Hendrik kepada JawaPos.com, Sabtu (9/1). Sekitar pukul 14.30 itu Hendrik mengaku posisinya dekat dengan pesawat Sriwijaya Air yang jatuh tersebut. Hanya saja, kejadian yang begitu cepat itu dia tidak melihat sosok manusia. Hanya puing-puing dari pesawat. “Iya saya lihat serpihan kapal, enggak lihat (manusia-Red),” katanya.

Meski melihat dan lokasinya tidak jauh dari lokasi pesawat jatuh itu, Hendrik tidak berani mendekat. Dia memilih untuk melaporkan ke petugas kepolisian setempat. “Jadi saya belum tahu info lebih lanjut lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 tujuan Jakarta-Pontianak dikabarkan hilang kontak. Sabtu (9/1). Dari informasi yang beredar, pesawat dengan type Boeing 737-500 terbang dari Jakarta sekitar pukul 14.36 dan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Supadio Pontianak sekitar pukul 16.00. Namun pada pukul 15.37, pesawat dengan total penumpang sebanyak 62 penumpang termasuk pilot, copilot dan awak kabin, dikabarkan hilang kontak.

Saat ini keberadaan pesawat masih dilakukan investigasi dan tengah dikoordinasikan dengan Basarnas dan KNKT.  Kepala Basarnas Pontianak, Yopi Haryadi, mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Basarnas Jakarta terkait hilangnya pesawat Sriwijaya Air 182.

Mengingat lokasi pesawat dinyatakan hilang kontak masih berada di wilayah Jakarta. Basarnas Kalimantan Barat menunggu perintah dan informasi dari pusat. Yopi menyatakan, dari informasi Basarnas Pusat telah dikerahkan beberapa kapal, untuk melakukan operasi pencarian.

Baca Juga :  Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182, Komisi V DPR RI Minta Semua Pihak Tunggu Keterangan Resmi KNKT

“Terkait kabar ditemukannya pesawat di Pulau Laki, kami belum dapat memastikan kebenarannya karena masih menunggu informasi dari pusat,” ucap Yopi.

Manager Operasi Bandar Udara Supadio Pontianak, Nuril Huda, mengatakan, terkait dugaan hilang kontak pesawat Sriwijaya Air-182 pihaknya telah mengaktifkan emergency Informasi center dan crisis center untuk penanganan keluarga korban.

Pihaknya juga telah menyediakan tempat di gedung serba Guna Graha Candra Dista Wiradi atau tepatnya di samping kantor KP3U. Sementara itu, EGM Airnav Pontianak , Wasyudi membenarkan jika pesawat Sriwijaya Air 182 sudah terbang dari Jakarta sekitar pukul 14.36. Sejak itu, pesawat tak kunjung menghubungi Airnav Pontianak.

“Setelah koordinasi lapangan, ternyata informasi yang kami terima dari Airnav Jakarta pesawat hilang kontak. Seperti yang diketahui, lama terbang Jakarta-Pontianak sekitar 1 jam 20 menit. Harusnya pukul 16.00 sudah tiba di Pontianak,” ungkapnya.

Pencarian Kotak Hitam

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan, pihaknya akan menyiapkan operasi laut untuk pencairan black box pesawat Sriwijaya Air yang jatuh pada Minggu (10/1). Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono juga mengatakan, meskipun demikian, pihaknya juga berkoordinasi dengan Basarnas dan mengutamakan evakuasi penumpang.

“Kami malam ini sedang mempersiapkan operasi laut besok untuk pencarian black box dan segala macam tapi yang utama adalah dari Basarnas akan melakukan pertolongan,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (9/1).

Soerjanto menjelaskan, KNKT juga telah berkoordinasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). BPPT nantinya akan menyiapkan Kapal Riset Baruna Jaya IV yang memiliki beberapa alat underwater recovery untuk diterjunkan dalam misi pencairan Sriwijaya Air apabila diperlukan.

Soerjanto menambahkan, pihaknya sedang mengumpulkan segala informasi yang berkaitan dengan maskapai tersebut dengan berkoordinasi bersama semua pihak. Di samping itu, pihaknya meminta masyarakat bersabar untuk mendapatkan informasi ini.

“Kami harap bersabar nanti setelah terkumpul, informasi akan kami sampaikan yang memang perlu diketahui masyarakat,” ucapnya. (jp/jpnn/adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/