alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Kolam Renang JC Oevang Oeray Batal Dibuka

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) masih menutup berbagai fasilitas umum yang dikelola pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19 antar warga. Salah satunya fasilitas Kolam Renang JC Oevang Oeray yang terletak di kawasan GOR, Jalan Letkol Soegiono.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kalbar Y Anthonius Rawing mengungkapkan, awalnya pihak kolam renang sudah ingin memulai operasional pada Senin (8/2). Namun demikian setelah tim Satgas Covid-19 bersama pihak terkait datang ke lokasi memberikan penjelasan secara persuasif, akhirnya pihak pengelola mengerti. Untuk sementara kolam tersebut belum akan dibuka untuk umum.

“Kolam renang itu di bawah pengawasan dan pembinaan pemprov, dalam hal ini Disporapar. Kita (Kalbar), saat pandemi, untuk semua fasilitas yang dikelola oleh Pemprov ditutup untuk umum. Ada yang ditutup permanen dalam waktu tertentu, ada yang selang-seling,” ungkap Rawing usai meninjau lokasi kolam renang.

Ia memastikan kolam renang JC Oevang Oeray itu merupakan salah satu fasilitas umum yang harus ditutup. Pasalnya, di kawasan kolam renang sangat rentan terjadi penularan Covid-19. Sebab air bisa saja atau berpotensi menjadi media penularan. “Kami tidak mau jadi kluster baru (kolam renang). Sesuai kebijakan yang sedang berlaku, kami instruksikan jangan dibuat kegiatan lagi sampai batas waktu yang dianggap aman dan ada ketentuan untuk bisa dibuka kembali,” terangnya.

Baca Juga :  Satgas Covid-19 Beri Sanksi Bagi Pelanggar Prokes

Rawing meminta pihak pengelola selalu berkoordiansi dengan Disporapar Kalbar sebagai pengawas di kawasan tersebut. Jangan sampai terjadi lagi alasan yang sama, bahwa pihak pengelola mengaku belum tahu adanya kebijakan pembatasan untuk fasilitas umum seperti kolam renang ini. “Mereka (pengelola) memahami itu. Akhirnya batal dibuka. Belum sempat dibuka, hari ini (kemarin) baru mau dibuka, tapi tidak jadi,” katanya.

Setelah ini pihaknya bakal terus memantau fasilitas-fasilitas umum yang belum diperbolehkan beroperasi. Alasannya karena bisa menimbulkan keramaian dan berpotensi menjadi media penularan Covid-19. “Kalau kemudian ada aktivitas setelah ini, kami anggap itu pelanggaran yang harus kami tindak. Kalau kegiatan olahraga, ini kan fasilitas atlet, kalau sepanjang untuk kepentingan atlet, memang kita buka. Yang kita larang kegiatan untuk umum, karena kalau umum pasti menimbulkan kerumunan massal. Itu yang kita hindari,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menambahkan, operasional kolam renang dipastikan bisa menyebabkan kerumunan. Belum lagi orang-orang tidak akan mungkin berenang menggunakan masker. “Pada saat berenang, lagi istirahat kan pasti ngobrol di kolam renang dan pasti ramai kolam renang itu. Itu kan berpotensi untuk terjadi penularan (Covid-19),” terang Harisson.

Baca Juga :  Tiket Pesawat Melambung Tinggi

Semisal seseorang berenang, kata dia, pasti dari mulutnya akan mengeluarkan liur yang kembali masuk ke air di kolam renang. Sementara kaporit tidak bisa membunuh virus. Cairan yang efektif membunuh virus hanya Bayclin dan alkohol 70 persen. “Liur dari mulut perenang pasti akan bercampur di kolam renang, kan ada orang lain juga. Sudah pasti tidak menggunakan masker, kemudian kolam renang pasti dalam keadaan penuh. Ngobrol dan kongkow, makanya dilarang,” tegasnya. Dengan alasan-alasan tersebut, aktivitas di kolam renang menurutnya berpotensi tinggi menyebabkan terjadinya penularan Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kalbar Windy Prihastari menjelaskan, terkait rencana dibukanya kolam renang ternyata sudah sempat diumumkan pihak pengelola. Sementara dinas sebagai pihak pengawas tidak tahu-menahu dengan informasi tersebut. Sampai akhirnya ketika diketahui, pihaknya bersama Satgas Covid-19 langsung turun ke lokasi.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa fasilitas milik pemerintah belum ada yang boleh dibuka untuk umum, termasuk kolam renang. “Untuk atlet mereka berlatih secara mandiri, tapi tempat atau fasilitas yang rentan terjadi penularan Covid-19 seperti yang disampaikan Pak Kadiskes masih dikaji, apakah boleh dibuka atau belum, apalagi nanti bakalan ramai dan berkerumun,” ujarnya.(bar)

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) masih menutup berbagai fasilitas umum yang dikelola pemerintah untuk mencegah penularan Covid-19 antar warga. Salah satunya fasilitas Kolam Renang JC Oevang Oeray yang terletak di kawasan GOR, Jalan Letkol Soegiono.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kalbar Y Anthonius Rawing mengungkapkan, awalnya pihak kolam renang sudah ingin memulai operasional pada Senin (8/2). Namun demikian setelah tim Satgas Covid-19 bersama pihak terkait datang ke lokasi memberikan penjelasan secara persuasif, akhirnya pihak pengelola mengerti. Untuk sementara kolam tersebut belum akan dibuka untuk umum.

“Kolam renang itu di bawah pengawasan dan pembinaan pemprov, dalam hal ini Disporapar. Kita (Kalbar), saat pandemi, untuk semua fasilitas yang dikelola oleh Pemprov ditutup untuk umum. Ada yang ditutup permanen dalam waktu tertentu, ada yang selang-seling,” ungkap Rawing usai meninjau lokasi kolam renang.

Ia memastikan kolam renang JC Oevang Oeray itu merupakan salah satu fasilitas umum yang harus ditutup. Pasalnya, di kawasan kolam renang sangat rentan terjadi penularan Covid-19. Sebab air bisa saja atau berpotensi menjadi media penularan. “Kami tidak mau jadi kluster baru (kolam renang). Sesuai kebijakan yang sedang berlaku, kami instruksikan jangan dibuat kegiatan lagi sampai batas waktu yang dianggap aman dan ada ketentuan untuk bisa dibuka kembali,” terangnya.

Baca Juga :  Selenggarakan Vaksin Massal Demi Tercapainya Herd Immunity

Rawing meminta pihak pengelola selalu berkoordiansi dengan Disporapar Kalbar sebagai pengawas di kawasan tersebut. Jangan sampai terjadi lagi alasan yang sama, bahwa pihak pengelola mengaku belum tahu adanya kebijakan pembatasan untuk fasilitas umum seperti kolam renang ini. “Mereka (pengelola) memahami itu. Akhirnya batal dibuka. Belum sempat dibuka, hari ini (kemarin) baru mau dibuka, tapi tidak jadi,” katanya.

Setelah ini pihaknya bakal terus memantau fasilitas-fasilitas umum yang belum diperbolehkan beroperasi. Alasannya karena bisa menimbulkan keramaian dan berpotensi menjadi media penularan Covid-19. “Kalau kemudian ada aktivitas setelah ini, kami anggap itu pelanggaran yang harus kami tindak. Kalau kegiatan olahraga, ini kan fasilitas atlet, kalau sepanjang untuk kepentingan atlet, memang kita buka. Yang kita larang kegiatan untuk umum, karena kalau umum pasti menimbulkan kerumunan massal. Itu yang kita hindari,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menambahkan, operasional kolam renang dipastikan bisa menyebabkan kerumunan. Belum lagi orang-orang tidak akan mungkin berenang menggunakan masker. “Pada saat berenang, lagi istirahat kan pasti ngobrol di kolam renang dan pasti ramai kolam renang itu. Itu kan berpotensi untuk terjadi penularan (Covid-19),” terang Harisson.

Baca Juga :  Taati Seruan Pemerintah tentang Protokol Kesehatan

Semisal seseorang berenang, kata dia, pasti dari mulutnya akan mengeluarkan liur yang kembali masuk ke air di kolam renang. Sementara kaporit tidak bisa membunuh virus. Cairan yang efektif membunuh virus hanya Bayclin dan alkohol 70 persen. “Liur dari mulut perenang pasti akan bercampur di kolam renang, kan ada orang lain juga. Sudah pasti tidak menggunakan masker, kemudian kolam renang pasti dalam keadaan penuh. Ngobrol dan kongkow, makanya dilarang,” tegasnya. Dengan alasan-alasan tersebut, aktivitas di kolam renang menurutnya berpotensi tinggi menyebabkan terjadinya penularan Covid-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kalbar Windy Prihastari menjelaskan, terkait rencana dibukanya kolam renang ternyata sudah sempat diumumkan pihak pengelola. Sementara dinas sebagai pihak pengawas tidak tahu-menahu dengan informasi tersebut. Sampai akhirnya ketika diketahui, pihaknya bersama Satgas Covid-19 langsung turun ke lokasi.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa fasilitas milik pemerintah belum ada yang boleh dibuka untuk umum, termasuk kolam renang. “Untuk atlet mereka berlatih secara mandiri, tapi tempat atau fasilitas yang rentan terjadi penularan Covid-19 seperti yang disampaikan Pak Kadiskes masih dikaji, apakah boleh dibuka atau belum, apalagi nanti bakalan ramai dan berkerumun,” ujarnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/