alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Perbatasan Surga Penyelundupan Narkoba

PONTIANAK – Satgas Pamtas Yonif 642 Kapuas, berhasil mengamankan dua kotak kardus yang berisi 40 paket narkotika golongan I jenis sabu, di Jalur Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP) wilayah Dusun Aruk, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

Paket berisi narkoba tersebut ditemukan tanpa tuan oleh personel Pos Gabma Sajingan pada saat melaksanakan kegiatan patroli patok perbatasan dan jalur ilegal, Minggu (7/3).

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kps, Letkol Inf Alim Mustofa mengatakan, pada hari itu sekitar pukul 13.00, personel Pos Gabma Sajingan yang dipimpin Letda Inf Agus Sala, menemukan dua kotak kardus yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan dua kotak tersebut berisi 40 paket narkoba golongan I jenis Sabu seberat 42,958 Kg, yang dibungkus menggunakan kemasan teh.

“Pada saat patroli, tim menemukan dua kotak kardus yang mencurigakan. Setelah diperiksa, berisi 40 paket atau bungkus narkoba,” kata Alim Mustofa.

Dikatakan Alim, kegiatan patroli ini menindaklanjuti arahan pimpinan agar lebih memperketat penjagaan, serta meningkatkan intensitas patroli, di seluruh wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Selanjutnya untuk penyelidikan lebih lanjut, penemuan barang bukti narkoba tersebut dilimpahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat.

“Pencapaian ini merupakan kerja keras dari personel Satgas Pamtas Yonif 642/Kps melalui hasil pengumpulan informasi dari Satgas Intel dan Satgas Teritorial yang berada di wilayah perbatasan,” katanya.

Ke depan, lanjut Alim, sinergitas Satgas Pamtas dengan Satgas Intelijen, Satgas Teritorial, PLBN Aruk, Karantina Pertanian Aruk, Imigrasi Aruk, BNN Provinsi Kalbar dan Polda Kalbar yang berada di perbatasan akan diperkuat, sehingga dapat mencegah dan menekan praktik penyelundupan narkotika ke wilayah Kalbar.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go membenarkan adanya pelimpahan barang bukti dari Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kps di Sajingan, Kabupaten Sambas.

“Benar, kemarin, dilakukan penyerahan barang bukti temuan narkotika jenis sabu dari Pamtas TNI Posko Sajingan kepada Subdit III Ditresnarkoba Polda Kalbar,” ujar Donny.

Baca Juga :  Polisi Gagalkan Transaksi Narkoba di Sungai Pinyuh

Dikatakan Donny, pada Senin, 8 Maret 2021 Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Kalbar mendapatkan informasi dari Pasi Intel Satgas Pamtas Yonif 642/Kps bahwa pada saat tim Satgas Pamtas Yonif 642/Kps melakukan patroli patok dan jalur tikus di sektor JIPP Pos Gabma Sajingan Desa Aruk Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas menemukan dua kardus berisikan narkotika jenis sabu.

“Kami akan menindaklanjuti informasi tersebut,” lanjut Donny.

Barang bukti sabu seberat 42,9 kg tersebut dikemas dalam 40 bungkusan kemasan teh cina berwarna hijau bertuliskan Qing Shan.

Dikatakan Donny, untuk saat ini pihak kepolisian masih menyelidikan pemilik barang haram tersebut. “Untuk sementara pemiliknya masih dalam lidik,” pungkas Donny.

 Letak Geografis

Penemuan narkoba jenis sabu seberat 42,9 kg oleh Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kps, menjadi daftar panjang kasus penyelundupan narkotika di Kalbar melalui pintu perbatasan.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, Kalbar dipilih sebagai jalur masuk peredaran narkotika karena letak geografis Kalbar yang berbatasan langsung dengan negara bagian Sarawak, Malaysia.

Selain memiliki lima kabupaten perbatasan, Provinsi Kalbar juga memiliki pajang perbatasan sekitar 986 kilometer dengan jumlah jalan tikus lebih dari 50 titik, yang kerap dimanfaatkan atau dilalui oleh masyarakat, baik untuk mengunjungi sanak saudaranya yang berada di Malaysia atau untuk keperluan bekerja.

“Dengan banyaknya pintu masuk di sepanjang perbatasan darat Kalimantan Barat dengan Malaysia, rentan terhadap kasus penyelundupan narkoba,” ujar Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go, kemarin.

Dikatakan Donny, Kalbar bukan saja sebagai daerah tujuan pemasaran, namun juga sebagai transit Narkoba. Persentasinya berkisan antara 40 banding 60, dimana 40% diedarkan di wilayah Kalimantan Barat dan 60% diedarkan di luar Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Kades Ansang Siap Kembalikan Kerugian Dana Desa

“Ini terbukti dari beberapa kasus terungkap saat Narkoba hendak di bawa keluar Kalbar,” terangnya.

Adapun daerah yang dituju para pengedar, lanjut Donny, di antaranya Jakarta, Semarang, Surabaya dan NTB, serta wilayah Kalimantan lainnya. Sementara untuk jenis narkotika yang kerap masuk, di antaranya sabu dan ekstasi.

Untuk menekan tingginya penyelundupan narkoba melalui pintu perbatasan, Hernowo mengatakan, pihaknya melakukan langkah preemtif dan preventif dalam pencegahan penyelundupan, yakni dengan menugaskan personel yang tugas di wilayah perbatasan dengan memerankan peran aktif para personel pos jaga, bhabinkamtibmas dan personel berbaju preman untuk monitor, mengawasi dan deteksi setiap pendatang/ pelintas batas yang dicurigai, serta kerjasama sinergitas dengan Bea Cukai, Imigrasi, Karantina Kesehatan dan Satgas TNI yg bertugas di Pamtas (Pengamanan Perbatasan).

“Polda Kalbar melalui Ditresnarkoba telah melakukan mobiling ke beberapa wilayah perbatasan untuk memonitor dan mengawasi langsung kegiatan di PLBN (Entikong dan Sambas) dengan menurunkan tim IT,” jelasnya.

Meskipun di masa pandemi, Polda Kalbar dan jajaran tetap bekerja maksimal. Ini terlihat dari angka pengungkapan kasus Narkoba tahun 2020 yang terus meningkat dari tahun sebelumnya.

“Walaupun masih dalam situasi pandemi, namun penegakan hukum kasus narkoba masih tetap dilakukan oleh jajaran kepolisian,” jelasnya.

Menurut Donny, ada kemungkinan para produsen, pelaku dan pengedar narkoba memanfaatkan pandemi sebagai celah untuk menyelundupkan narkoba melalui pintu perbatasan.

Berdasarkan data pengungkapan kasus narkoba Polda Kalbar, tahun 2019 terdapat 730 kasus. Sedangkan di tahun 2020 sebanyak 764 Kasus.

Sementara berdasarkan pantauan pontianak post, jumlah barang bukti yanh diamankan selama tiga bulan (Januari-Maret) tahun 2021, hampir satu kuintal dengan rincian 3 Februari, sebanyak 1,1 kg, 9 Februari, sebanyak 18,7 kg, 11 Februari, sebanyak 3 kg, 3 Maret, sebanyak 14,6 kg, dan 7 Maret, sebanyak 42,9 kg. (arf)

PONTIANAK – Satgas Pamtas Yonif 642 Kapuas, berhasil mengamankan dua kotak kardus yang berisi 40 paket narkotika golongan I jenis sabu, di Jalur Inspeksi Patroli Perbatasan (JIPP) wilayah Dusun Aruk, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

Paket berisi narkoba tersebut ditemukan tanpa tuan oleh personel Pos Gabma Sajingan pada saat melaksanakan kegiatan patroli patok perbatasan dan jalur ilegal, Minggu (7/3).

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kps, Letkol Inf Alim Mustofa mengatakan, pada hari itu sekitar pukul 13.00, personel Pos Gabma Sajingan yang dipimpin Letda Inf Agus Sala, menemukan dua kotak kardus yang mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan dua kotak tersebut berisi 40 paket narkoba golongan I jenis Sabu seberat 42,958 Kg, yang dibungkus menggunakan kemasan teh.

“Pada saat patroli, tim menemukan dua kotak kardus yang mencurigakan. Setelah diperiksa, berisi 40 paket atau bungkus narkoba,” kata Alim Mustofa.

Dikatakan Alim, kegiatan patroli ini menindaklanjuti arahan pimpinan agar lebih memperketat penjagaan, serta meningkatkan intensitas patroli, di seluruh wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Selanjutnya untuk penyelidikan lebih lanjut, penemuan barang bukti narkoba tersebut dilimpahkan ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat.

“Pencapaian ini merupakan kerja keras dari personel Satgas Pamtas Yonif 642/Kps melalui hasil pengumpulan informasi dari Satgas Intel dan Satgas Teritorial yang berada di wilayah perbatasan,” katanya.

Ke depan, lanjut Alim, sinergitas Satgas Pamtas dengan Satgas Intelijen, Satgas Teritorial, PLBN Aruk, Karantina Pertanian Aruk, Imigrasi Aruk, BNN Provinsi Kalbar dan Polda Kalbar yang berada di perbatasan akan diperkuat, sehingga dapat mencegah dan menekan praktik penyelundupan narkotika ke wilayah Kalbar.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go membenarkan adanya pelimpahan barang bukti dari Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kps di Sajingan, Kabupaten Sambas.

“Benar, kemarin, dilakukan penyerahan barang bukti temuan narkotika jenis sabu dari Pamtas TNI Posko Sajingan kepada Subdit III Ditresnarkoba Polda Kalbar,” ujar Donny.

Baca Juga :  Anggota Satgas TMMD Bantu Kakek Boni Pasang Jaring Ikan

Dikatakan Donny, pada Senin, 8 Maret 2021 Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Kalbar mendapatkan informasi dari Pasi Intel Satgas Pamtas Yonif 642/Kps bahwa pada saat tim Satgas Pamtas Yonif 642/Kps melakukan patroli patok dan jalur tikus di sektor JIPP Pos Gabma Sajingan Desa Aruk Kecamatan Sajingan Besar Kabupaten Sambas menemukan dua kardus berisikan narkotika jenis sabu.

“Kami akan menindaklanjuti informasi tersebut,” lanjut Donny.

Barang bukti sabu seberat 42,9 kg tersebut dikemas dalam 40 bungkusan kemasan teh cina berwarna hijau bertuliskan Qing Shan.

Dikatakan Donny, untuk saat ini pihak kepolisian masih menyelidikan pemilik barang haram tersebut. “Untuk sementara pemiliknya masih dalam lidik,” pungkas Donny.

 Letak Geografis

Penemuan narkoba jenis sabu seberat 42,9 kg oleh Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kps, menjadi daftar panjang kasus penyelundupan narkotika di Kalbar melalui pintu perbatasan.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, Kalbar dipilih sebagai jalur masuk peredaran narkotika karena letak geografis Kalbar yang berbatasan langsung dengan negara bagian Sarawak, Malaysia.

Selain memiliki lima kabupaten perbatasan, Provinsi Kalbar juga memiliki pajang perbatasan sekitar 986 kilometer dengan jumlah jalan tikus lebih dari 50 titik, yang kerap dimanfaatkan atau dilalui oleh masyarakat, baik untuk mengunjungi sanak saudaranya yang berada di Malaysia atau untuk keperluan bekerja.

“Dengan banyaknya pintu masuk di sepanjang perbatasan darat Kalimantan Barat dengan Malaysia, rentan terhadap kasus penyelundupan narkoba,” ujar Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go, kemarin.

Dikatakan Donny, Kalbar bukan saja sebagai daerah tujuan pemasaran, namun juga sebagai transit Narkoba. Persentasinya berkisan antara 40 banding 60, dimana 40% diedarkan di wilayah Kalimantan Barat dan 60% diedarkan di luar Kalimantan Barat.

Baca Juga :  Polsek Astanaanyar Setelah Terjerat Kasus Narkoba

“Ini terbukti dari beberapa kasus terungkap saat Narkoba hendak di bawa keluar Kalbar,” terangnya.

Adapun daerah yang dituju para pengedar, lanjut Donny, di antaranya Jakarta, Semarang, Surabaya dan NTB, serta wilayah Kalimantan lainnya. Sementara untuk jenis narkotika yang kerap masuk, di antaranya sabu dan ekstasi.

Untuk menekan tingginya penyelundupan narkoba melalui pintu perbatasan, Hernowo mengatakan, pihaknya melakukan langkah preemtif dan preventif dalam pencegahan penyelundupan, yakni dengan menugaskan personel yang tugas di wilayah perbatasan dengan memerankan peran aktif para personel pos jaga, bhabinkamtibmas dan personel berbaju preman untuk monitor, mengawasi dan deteksi setiap pendatang/ pelintas batas yang dicurigai, serta kerjasama sinergitas dengan Bea Cukai, Imigrasi, Karantina Kesehatan dan Satgas TNI yg bertugas di Pamtas (Pengamanan Perbatasan).

“Polda Kalbar melalui Ditresnarkoba telah melakukan mobiling ke beberapa wilayah perbatasan untuk memonitor dan mengawasi langsung kegiatan di PLBN (Entikong dan Sambas) dengan menurunkan tim IT,” jelasnya.

Meskipun di masa pandemi, Polda Kalbar dan jajaran tetap bekerja maksimal. Ini terlihat dari angka pengungkapan kasus Narkoba tahun 2020 yang terus meningkat dari tahun sebelumnya.

“Walaupun masih dalam situasi pandemi, namun penegakan hukum kasus narkoba masih tetap dilakukan oleh jajaran kepolisian,” jelasnya.

Menurut Donny, ada kemungkinan para produsen, pelaku dan pengedar narkoba memanfaatkan pandemi sebagai celah untuk menyelundupkan narkoba melalui pintu perbatasan.

Berdasarkan data pengungkapan kasus narkoba Polda Kalbar, tahun 2019 terdapat 730 kasus. Sedangkan di tahun 2020 sebanyak 764 Kasus.

Sementara berdasarkan pantauan pontianak post, jumlah barang bukti yanh diamankan selama tiga bulan (Januari-Maret) tahun 2021, hampir satu kuintal dengan rincian 3 Februari, sebanyak 1,1 kg, 9 Februari, sebanyak 18,7 kg, 11 Februari, sebanyak 3 kg, 3 Maret, sebanyak 14,6 kg, dan 7 Maret, sebanyak 42,9 kg. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/