alexametrics
24 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Jumlah Kematian Tinggi, Fasilitas Kesehatan Ditambah

BULAN Juli menjadi bulan dengan angka positif Covid-19 dan kematian tertinggi sepanjang pandemi Covid-19 di Indonesia. Angka kematian pasien Covid-19 cukup mengkhawatirkan meskipun masih dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pada Sabtu (7/8), sebanyak 1.588 jiwa meninggal. Jika diakumulasikan, 105.598 penduduk Indonesia telah wafat karena Covid-19.

Sejak dua minggu terakhir Juli hingga kini, rata-rata jumlah kematian melebihi 1.000 kasus per hari. Yang tertinggi terjadi pada 27 Juli 2021 sebanyak 2.069 kasus per hari. Lebih terperinci, ada 10 provinsi dengan kenaikan angka tertinggi pada akhir Juli lalu. Yakni, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, DI Jogjakarta, Riau, Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

“Hal ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah karena sebagian besar kabupaten/kota di provinsi tidak menjalankan PPKM level 4,’’ ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito pada Kamis (29/7). Dalam menyikapi hal itu, sejak terjadinya lonjakan kasus pada akhir Juni lalu, pemerintah telah meningkatkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan demi mencegah kematian. Beberapa strategi dilakukan seperti penambahan tempat isolasi terpusat dan rumah sakit lapangan di Pulau Jawa-Bali.

Baca Juga :  Ribuan Rumah Masih Terendam, Bupati Serukan Evakuasi

Penambahan tempat tidur ruang isolasi dilakukan di beberapa lokasi. Sebagaimana yang tersebar di Banten (868 buah), DKI Jakarta (17.594 buah), Jawa Barat (6.089 buah), DI Jogjakarta (7.399 buah), dan Bali (1.001 buah). Bantuan lain diberikan kepada rumah sakit dalam bentuk tenda serbaguna, toilet portabel, velbed, dan selimut. Pasokan oksigen pun ditambah dengan ketersediaan lebih dari 1.000 ton hasil hibah. Bantuan lainnya adalah penyaluran 3.825 oksigen konsentrator.

Peningkatan suplai obat-obatan di rumah sakit juga diseriusi. Pemerintah juga memberikan paket obat-obatan gratis bagi masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri. Serta rencana penambahan tenaga perawat yang belum mengambil uji kompetensi dan dokter yang telah selesai internship.

Baca Juga :  Sikat Habis Koruptor, Kajati Tahan 18 Tersangka Korupsi dalam Dua Bulan

“Semua pihak harus melakukan upaya terbaik dalam menekan angka kematian ini. Pemerintah daerah diminta selalu memantau rumah sakit di wilayah masing-masing. Lalu, antisipasi kenaikan kasus dengan memastikan ketersediaan oksigen, obat-obatan, tempat tidur, dan tenaga kesehatan yang bertugas,” papar Wiku.

Di samping itu, Wiku menekankan pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi upaya penanganan di wilayahnya masing-masing. Sebab, angka kematian masih terus meningkat. Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkahlangkah strategis dalam menekan laju penularan dan mencegah terjadinya kematian pasien Covid-19.

“Hal ini dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan peningkatan penanganan sehingga kasus kematian pasien dapat dihindari,” pungkas Wiku. (sya/jp)

BULAN Juli menjadi bulan dengan angka positif Covid-19 dan kematian tertinggi sepanjang pandemi Covid-19 di Indonesia. Angka kematian pasien Covid-19 cukup mengkhawatirkan meskipun masih dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pada Sabtu (7/8), sebanyak 1.588 jiwa meninggal. Jika diakumulasikan, 105.598 penduduk Indonesia telah wafat karena Covid-19.

Sejak dua minggu terakhir Juli hingga kini, rata-rata jumlah kematian melebihi 1.000 kasus per hari. Yang tertinggi terjadi pada 27 Juli 2021 sebanyak 2.069 kasus per hari. Lebih terperinci, ada 10 provinsi dengan kenaikan angka tertinggi pada akhir Juli lalu. Yakni, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, DI Jogjakarta, Riau, Bali, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

“Hal ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah karena sebagian besar kabupaten/kota di provinsi tidak menjalankan PPKM level 4,’’ ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito pada Kamis (29/7). Dalam menyikapi hal itu, sejak terjadinya lonjakan kasus pada akhir Juni lalu, pemerintah telah meningkatkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan demi mencegah kematian. Beberapa strategi dilakukan seperti penambahan tempat isolasi terpusat dan rumah sakit lapangan di Pulau Jawa-Bali.

Baca Juga :  Bentengi Nakes, Moderna jadi Booster

Penambahan tempat tidur ruang isolasi dilakukan di beberapa lokasi. Sebagaimana yang tersebar di Banten (868 buah), DKI Jakarta (17.594 buah), Jawa Barat (6.089 buah), DI Jogjakarta (7.399 buah), dan Bali (1.001 buah). Bantuan lain diberikan kepada rumah sakit dalam bentuk tenda serbaguna, toilet portabel, velbed, dan selimut. Pasokan oksigen pun ditambah dengan ketersediaan lebih dari 1.000 ton hasil hibah. Bantuan lainnya adalah penyaluran 3.825 oksigen konsentrator.

Peningkatan suplai obat-obatan di rumah sakit juga diseriusi. Pemerintah juga memberikan paket obat-obatan gratis bagi masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri. Serta rencana penambahan tenaga perawat yang belum mengambil uji kompetensi dan dokter yang telah selesai internship.

Baca Juga :  Tren Perubahan PekerjaanBaru di Era Digital

“Semua pihak harus melakukan upaya terbaik dalam menekan angka kematian ini. Pemerintah daerah diminta selalu memantau rumah sakit di wilayah masing-masing. Lalu, antisipasi kenaikan kasus dengan memastikan ketersediaan oksigen, obat-obatan, tempat tidur, dan tenaga kesehatan yang bertugas,” papar Wiku.

Di samping itu, Wiku menekankan pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi upaya penanganan di wilayahnya masing-masing. Sebab, angka kematian masih terus meningkat. Pemerintah daerah diminta segera mengambil langkahlangkah strategis dalam menekan laju penularan dan mencegah terjadinya kematian pasien Covid-19.

“Hal ini dapat meningkatkan kecepatan dan ketepatan peningkatan penanganan sehingga kasus kematian pasien dapat dihindari,” pungkas Wiku. (sya/jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/