alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Jaga Kondisi Tubuh Tetap Sehat, Mencegah Jauh Lebih Murah

SELURUH pihak terkait, terutama tenaga kesehatan (nakes), terus berjuang merawat dan menyembuhkan pasien positif Covid-19. Terutama pasien dengan penyakit penyerta. Namun, kerja keras nakes itu akan berdampak lebih maksimal jika masyarakat mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Sebab, mencegah tentu lebih mudah dan murah daripada harus menderita serta dirawat sebagai pasien Covid-19.

Hal itu juga diungkapkan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Satgas Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro. Mencegah terpapar Covid-19 sangatlah murah jika dibanding dengan mengobati. Dia menyebutkan bahwa penerapan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) sangat membantu meringankan beban dalam kondisi serbasulit di masa pandemi.

“Ada cara yang lebih murah mencegah terkena penyakit dan sambil menunggu vaksin (Covid-19, Red) yang aman dan efektif, kita jaga kondisi tubuh agar tetap sehat,” ujar dr Reisa dalam dialog yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) November lalu.

Baca Juga :  Program Tak Terekspos Dengan Baik, Midji Keluhkan Kinerja Humas

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Dr dr Hasbullah Thabrany yang hadir dalam dialog itu sepakat. Dia menekankan bahwa Covid-19 menimbulkan beban dan merugikan negara. Hingga kini, perawatan pasien Covid-19 menjadi tanggungan negara.

“Penyakit merupakan musibah yang sebenarnya bisa dicegah. Pencegahan dilakukan dengan mengubah perilaku dan menjaga gaya hidup sehat,” ujar Prof Hasbullah.

Dia memaparkan, pengeluaran negara mencapai Rp 800 triliun (APBN, APBD, dan dana desa) untuk pengobatan hingga program pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Kerugian negara bisa ditekan jika masyarakat disiplin menerapkan 3M. Dampak lainnya, kasus Covid-19 pun menurun.

Berdasar survei sembilan provinsi di Indonesia untuk mengkaji biaya pengobatan Covid 19, Prof Hasbullah menyebutkan bahwa biaya pengobatan tertinggi mencapai Rp 446 juta. Adapun rata-rata dana untuk mengobati seorang pasien Covid-19 adalah Rp 184 juta dengan rata-rata lama perawatan 16 hari rawat inap.

Baca Juga :  Berbusana Khas Daerah, Guru Bercerita dan Berpuisi

Prof Hasbullah menambahkan, biaya untuk pencegahan jauh lebih murah. Apalagi jika menggunakan masker kain yang bisa dicuci. Mungkin sehari tidak sampai Rp 5.000.

“Namun, begitu tertular Covid-19, katakanlah penghasilan kita sehari Rp 100.000. Selama dirawat 15 hari saja, maka kita kehilangan Rp 1.500.000,” tuturnya.

Menurut dia, lebih baik mengeluarkan Rp 5.000 dalam sehari dan mengupayakan disiplin 3M daripada kehilangan Rp 1.500.000. (jp/sya)

SELURUH pihak terkait, terutama tenaga kesehatan (nakes), terus berjuang merawat dan menyembuhkan pasien positif Covid-19. Terutama pasien dengan penyakit penyerta. Namun, kerja keras nakes itu akan berdampak lebih maksimal jika masyarakat mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Sebab, mencegah tentu lebih mudah dan murah daripada harus menderita serta dirawat sebagai pasien Covid-19.

Hal itu juga diungkapkan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Satgas Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro. Mencegah terpapar Covid-19 sangatlah murah jika dibanding dengan mengobati. Dia menyebutkan bahwa penerapan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan) sangat membantu meringankan beban dalam kondisi serbasulit di masa pandemi.

“Ada cara yang lebih murah mencegah terkena penyakit dan sambil menunggu vaksin (Covid-19, Red) yang aman dan efektif, kita jaga kondisi tubuh agar tetap sehat,” ujar dr Reisa dalam dialog yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) November lalu.

Baca Juga :  Selektif Terima Tamu

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Dr dr Hasbullah Thabrany yang hadir dalam dialog itu sepakat. Dia menekankan bahwa Covid-19 menimbulkan beban dan merugikan negara. Hingga kini, perawatan pasien Covid-19 menjadi tanggungan negara.

“Penyakit merupakan musibah yang sebenarnya bisa dicegah. Pencegahan dilakukan dengan mengubah perilaku dan menjaga gaya hidup sehat,” ujar Prof Hasbullah.

Dia memaparkan, pengeluaran negara mencapai Rp 800 triliun (APBN, APBD, dan dana desa) untuk pengobatan hingga program pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Kerugian negara bisa ditekan jika masyarakat disiplin menerapkan 3M. Dampak lainnya, kasus Covid-19 pun menurun.

Berdasar survei sembilan provinsi di Indonesia untuk mengkaji biaya pengobatan Covid 19, Prof Hasbullah menyebutkan bahwa biaya pengobatan tertinggi mencapai Rp 446 juta. Adapun rata-rata dana untuk mengobati seorang pasien Covid-19 adalah Rp 184 juta dengan rata-rata lama perawatan 16 hari rawat inap.

Baca Juga :  Hingga April, Ungkap Empat Kekerasan Seksual Anak.

Prof Hasbullah menambahkan, biaya untuk pencegahan jauh lebih murah. Apalagi jika menggunakan masker kain yang bisa dicuci. Mungkin sehari tidak sampai Rp 5.000.

“Namun, begitu tertular Covid-19, katakanlah penghasilan kita sehari Rp 100.000. Selama dirawat 15 hari saja, maka kita kehilangan Rp 1.500.000,” tuturnya.

Menurut dia, lebih baik mengeluarkan Rp 5.000 dalam sehari dan mengupayakan disiplin 3M daripada kehilangan Rp 1.500.000. (jp/sya)

Most Read

Artikel Terbaru

/