alexametrics
26.7 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Pulang Lah Nak!

PONTIANAK – Pulang lah, Nak! Kalimat itu tidak henti-hentinya diucapkan Lena, ibu dari salah satu penumpang Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021.

Lena tak mampu menahan tangisnya. Anak bungsunya bernama Dinda Amelia ada di pesawat Sriwijaya tersebut.

Ia bersama dua orang anaknya datang ke Posko Crisis Center Sriwijaya SJ 182 Bandara International Supadio Pontianak untuk menjalani proses pengambilan sampel DNA oleh tim DVI Polda Kalbar.

“Anakku. Pulang lah nak. Ini mama, Nak,” ucap Lena keluar dari Gedung Crisis Center Sriwijaya SJ 182 Supadio Pontianak, Minggu (10/1).

Lena juga memperlihatkan foto anak bungsunya itu. Sambil memanggil nama anaknya, Ia mencium foto yang ada di telepon genggamnya.

Baca Juga :  Mardiana Senang Terima Paket Bantuan dari Presiden

Sambil terisak, Lena bercerita terakhir bertemu dengan putrinya tersebut. Pada 27 Desember 2020, tepat hari ulang tahunnya yang ke-15. Dinda ikut ke Jakarta bersama keluarga dari Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Lanud Supadio, Kolonel Teknik Akhmad Khaidir.

“Dia berangkat pas ulang tahunnya yang ke 15, Dia ikut tantenya (panggilan untuk istri Kadislog),” jelasnya.

Selama ini, Lena bekerja di kediaman Kadislog. Dinda Amelia pun sering ikut dengannya. Sampai akhirnya mereka dianggap keluarga oleh Kadislog. “Sebenarnya saya ikut, tapi karena bapaknya Dinda datang, saya tidak ikut. Anak saya saja yang ikut ke Jakarta,” kisahnya.

Dinda dijadwalkan kembali ke Pontianak pada Sabtu, 9 Januari 2021. Dia menumpangi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 bersama istri Kadislog, Rahmania Ekananda serta anaknya, Fazila Ammara.

Baca Juga :  Kenang Sosok Rizki yang Pintar dan Humble

Kala itu, Dinda Amelia menempati kursi 16D, Rahmania Ekananda di kursi 16A dan Fazila Ammara di kursi 16C. Ketiganya kini belum ditemukan.

Lena berharap anaknya dapat ditemukan dalam kondisi apa pun. Bahkan, dia berkenan jika diperbolehkan ikut dalam proses identifikasi di lapangan. “Kalau boleh, saya mau ikut,” tuturnya.

Lokasi pesawat terjatuh di sekitar Kepulauan Seribu. Sampai saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.

Sementara itu, pihak maskapai Sriwijaya Air siap memberikan fasilitas kepada semua keluarga demi mempermudah proses identifikasi korban. (arf)

PONTIANAK – Pulang lah, Nak! Kalimat itu tidak henti-hentinya diucapkan Lena, ibu dari salah satu penumpang Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021.

Lena tak mampu menahan tangisnya. Anak bungsunya bernama Dinda Amelia ada di pesawat Sriwijaya tersebut.

Ia bersama dua orang anaknya datang ke Posko Crisis Center Sriwijaya SJ 182 Bandara International Supadio Pontianak untuk menjalani proses pengambilan sampel DNA oleh tim DVI Polda Kalbar.

“Anakku. Pulang lah nak. Ini mama, Nak,” ucap Lena keluar dari Gedung Crisis Center Sriwijaya SJ 182 Supadio Pontianak, Minggu (10/1).

Lena juga memperlihatkan foto anak bungsunya itu. Sambil memanggil nama anaknya, Ia mencium foto yang ada di telepon genggamnya.

Baca Juga :  Berikan Solusi untuk Rekrutmen CPNS dan PPPK

Sambil terisak, Lena bercerita terakhir bertemu dengan putrinya tersebut. Pada 27 Desember 2020, tepat hari ulang tahunnya yang ke-15. Dinda ikut ke Jakarta bersama keluarga dari Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Lanud Supadio, Kolonel Teknik Akhmad Khaidir.

“Dia berangkat pas ulang tahunnya yang ke 15, Dia ikut tantenya (panggilan untuk istri Kadislog),” jelasnya.

Selama ini, Lena bekerja di kediaman Kadislog. Dinda Amelia pun sering ikut dengannya. Sampai akhirnya mereka dianggap keluarga oleh Kadislog. “Sebenarnya saya ikut, tapi karena bapaknya Dinda datang, saya tidak ikut. Anak saya saja yang ikut ke Jakarta,” kisahnya.

Dinda dijadwalkan kembali ke Pontianak pada Sabtu, 9 Januari 2021. Dia menumpangi pesawat Sriwijaya Air SJ-182 bersama istri Kadislog, Rahmania Ekananda serta anaknya, Fazila Ammara.

Baca Juga :  Wali Kota Edi Kamtono Ikut Salatkan Jenazah Syifa Mila

Kala itu, Dinda Amelia menempati kursi 16D, Rahmania Ekananda di kursi 16A dan Fazila Ammara di kursi 16C. Ketiganya kini belum ditemukan.

Lena berharap anaknya dapat ditemukan dalam kondisi apa pun. Bahkan, dia berkenan jika diperbolehkan ikut dalam proses identifikasi di lapangan. “Kalau boleh, saya mau ikut,” tuturnya.

Lokasi pesawat terjatuh di sekitar Kepulauan Seribu. Sampai saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.

Sementara itu, pihak maskapai Sriwijaya Air siap memberikan fasilitas kepada semua keluarga demi mempermudah proses identifikasi korban. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/