alexametrics
26.7 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Midji : Yang Main Petasan Bakal Diisolasi

PONTIANAK – Jumat (12/2) besok masyarakat Tionghoa bakal merayakan tahun baru Imlek. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya perayaan Imlek tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Untuk itu Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengimbau agar tidak dilaksanakan kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian atau kerumunan orang. Masyarakat Kalbar yang merayakan cukup melaksanakan ibadah sesuai dengan kepercayaannya. “Saya imbau jangan main petasan, siapapun main petasan itu memancing orang untuk berkerumun,” katanya kepada awak media, Rabu (10/2).

Jika masih ditemukan ada masyarakat yang bermain petasan dan menimbulkan kerumunan, Midji sapaan akrabnya bakal memerintahkan Satgas Covid-19 membawa yang bersangkutan untuk diisolasi. Sanksinya adalah isolasi di fasilitas milik pemerintah selama 14 hari. “Biar saja, rumah susun kan masih banyak kosong, isolasi saja biar tidak main mercon, main apa itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Satgas Covid-19: Kasus Meningkat di Pontianak dan Kubu Raya Jelang Imlek

Ia memastikan untuk sementara ini kegiatan apapun dalam bentuk keramaian tidak boleh digelar. Karena ditakutkan bisa menjadi media penyebaran Covid-19, dimana kondisi saat ini di Kalbar dinilai sudah cukup terkendali. Termasuk kegiatan arak-arakan barongsai dan naga yang biasanya selalu digelar di momen Imlek, juga diminta ditiadakan. Jangan sampai ada kegiatan yang memancing keramaian. “Itu memicu orang untuk kumpul, itu misalnya (peresmian) mal (Gaia) luas 78 ribu meter persegi, yang diundang peresmian 200 (orang), kan ada main barongsai, jadi ramai (berkumpul),” ujarnya.

Terkait dengan kunjungan wisata ke Kalbar di momen Imlek dan Cap Go Meh selama ini memang menjadi salah satu andalan pariwisata daerah. Namun dengan adanya pandemi ini, Midji merasa jauh lebih penting untuk bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat. “Nah kalau pariwisata kita kembangkan tapi Covid-19 juga berkembang, siapa yang berani pergi (datang ke Kalbar),” imbuhnya.

Baca Juga :  28 Pelaku Prostitusi Online Digerebek di Hotel

Jika kondisi Covid-19 tidak terkendali menurutnya bisa dipastikan tidak akan ada wistawan yang mau datang ke Kota Pontianak atau Singkawang seperti biasanya. Maka dari itu untuk saat ini penanggulangan dan pencegahan Covid-19 dianggapnya jauh lebih penting dilakukan. (bar)

PONTIANAK – Jumat (12/2) besok masyarakat Tionghoa bakal merayakan tahun baru Imlek. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya perayaan Imlek tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Untuk itu Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengimbau agar tidak dilaksanakan kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian atau kerumunan orang. Masyarakat Kalbar yang merayakan cukup melaksanakan ibadah sesuai dengan kepercayaannya. “Saya imbau jangan main petasan, siapapun main petasan itu memancing orang untuk berkerumun,” katanya kepada awak media, Rabu (10/2).

Jika masih ditemukan ada masyarakat yang bermain petasan dan menimbulkan kerumunan, Midji sapaan akrabnya bakal memerintahkan Satgas Covid-19 membawa yang bersangkutan untuk diisolasi. Sanksinya adalah isolasi di fasilitas milik pemerintah selama 14 hari. “Biar saja, rumah susun kan masih banyak kosong, isolasi saja biar tidak main mercon, main apa itu,” tegasnya.

Baca Juga :  Jemaah Haji Pontianak Tiba Pekan Depan

Ia memastikan untuk sementara ini kegiatan apapun dalam bentuk keramaian tidak boleh digelar. Karena ditakutkan bisa menjadi media penyebaran Covid-19, dimana kondisi saat ini di Kalbar dinilai sudah cukup terkendali. Termasuk kegiatan arak-arakan barongsai dan naga yang biasanya selalu digelar di momen Imlek, juga diminta ditiadakan. Jangan sampai ada kegiatan yang memancing keramaian. “Itu memicu orang untuk kumpul, itu misalnya (peresmian) mal (Gaia) luas 78 ribu meter persegi, yang diundang peresmian 200 (orang), kan ada main barongsai, jadi ramai (berkumpul),” ujarnya.

Terkait dengan kunjungan wisata ke Kalbar di momen Imlek dan Cap Go Meh selama ini memang menjadi salah satu andalan pariwisata daerah. Namun dengan adanya pandemi ini, Midji merasa jauh lebih penting untuk bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di masyarakat. “Nah kalau pariwisata kita kembangkan tapi Covid-19 juga berkembang, siapa yang berani pergi (datang ke Kalbar),” imbuhnya.

Baca Juga :  Berharap Presiden RI  Bisa Hadir ke Singkawang

Jika kondisi Covid-19 tidak terkendali menurutnya bisa dipastikan tidak akan ada wistawan yang mau datang ke Kota Pontianak atau Singkawang seperti biasanya. Maka dari itu untuk saat ini penanggulangan dan pencegahan Covid-19 dianggapnya jauh lebih penting dilakukan. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/