alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Keluarga Korban Diterbangkan ke Jakarta

Basarnas Serahkan 26 Kantong Bagian Tubuh

PONTIANAK – Maskapai Sriwijaya Air memberangkatkan 13 orang keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak di Kepulauan Seribu. Hal itu diungkapkan Distrik Manajer Sriwijaya Air Group Pontianak Faisal Rahman, Senin (11/1).

“Hari ini ada 13 orang yang kami berangkatkan ke Jakarta. Sembilan orang di antara sudah berangkat dengan pesawat penerbangan pagi, sedangkan empat orang lainnya berangkat pada sore hari,” katanya.

Tiga belas orang kelurga korban yang berangkat ke Jakarta nantinya akan berkoordinasi dengan tim yang ada di Jakarta. “Selama di Jakarta, kami akan menanggung semua fasilitas kelurga korban,” katanya.

Rombongan keluarga korban yang berangkat ke Jakarta di antaranya, rombongan keluarga penumpang bernama Mulyadi, sebanyak sembilan orang. Mereka berangkat menggunakan pesawat Sriwijaya Air kode penerbangan SJ-185 pukul 07.15. Saat ini mereka sudah tiba di Jakarta.

“Kami sudah sampai. Kami ada sembilan orang. Saya dan abang paling tua, yakni Bang Budi serta keluarga dari keluarga dari pihak istri Bang Mulyadi,” terang Slamet Bowo Santoso.

Slamet Bowo adalah adik bungsu dari Mulyadi, korban jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182 itu. Dalam kecelakaan pesawat ini, mantan Ketua PB HMI  tersebut bersama istrinya, bernama Khasanah, mertua serta adik angkatnya.

LIHATKAN FOTO : Rafik Alidrus, suami dari Panca Nur Santi memperlihatkan foto istrinya yang merupakan salah satu penumpang kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Rafik akan berangkat ke Jakarta setelah hasil tes PCR dirinya keluar, Senin (11/1).
MEIDY KHADAFI/PONTIANAK

Pihak keluarga besar Mulyadi, ibu dan ayahnya yang tiba dari Sintang turut membantu proses identifikasi dengan memberikan data dan sampel DNA kepada Tim DVI Biddokkes Polda Kalbar di Posko Crisis Center.

“Tadi ibu dan bapak Bang Mulyadi ke sini cuma memberikan data dan sampel DNA,” tutur Guntur, sepupu korban.

Sebagaimana diketahui, pihak keluarga merasa terkejut mendengar kabar duka ini. Karena, sehari sebelum musibah ini terjadi, Mulyadi yang tinggal di Kota Pontianak sempat mengabarkan, bahwa ia dan keluarga istrinya akan ke Jakarta pada tanggal 15 bulan ini. Namun, ia berangkat lebih awal.

Baca Juga :  Citilink Tegaskan Patuhi Protokol Kesehatan

“Kami terkejut. Jumat sebelum kejadian pada hari Sabtu itu, dia nelpon, mengabarkan kabar bahagia bahwa istrinya sedang mengandung. Mereka baru nikah dua bulan yang lalu. Dan dia sempat bilang akan ke Jakarta pada 15 Januari. Tahunya dapat kabar duka ini dari teman-temannya di Pontianak,” kata Ponijan, ayah dari Mulyadi.

Ia kini hanya bisa pasrah sambil berdoa. Termasuk berharap ada mukjizat keselamatan keluarganya.

Selain rombongan keluarga Mulyadi, keluarga korban yang berangkat ke Jakarta adalah Syarif Rafik Yusuf Al Idrus. Rafik Yusuf merupakan suami dari penumpang atas nama Panca Nur Santi.
“Hari ini insya Allah saya berangkat ke Jakarta. Saya harus tahu kondisi istri saya,” kata Rafik saat ditemui di Posko Crisis Center Sriwijaya SJ-182 Bandara Internasional Supadio Pontianak, Senin (11/1) pagi.

Rafik rencananya akan berada di Jakarta untuk beberapa hari ke depan. Memastikan kondisi istrinya yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

“Saya belum tahu sampai kapan. Yang jelas, saya kembali ke Pontianak nanti sudah membawa kejelasan,” lanjut Rafik.

Menurut Rafik, apapun kondisi istrinya nanti, dirinya telah iklas menerima. “Kami sudah ikhlas. Namanya juga musibah. Tidak ada yang saling menyalahkan. Sudah menjadi kehendaknya,” tuturnya.

Rafik berangkat menggunakan pesawat Sriwijaya pukul 18.15 WIB. Selain Rafik, ada Yaman Zai. Istri dan tiga orang anaknya berada di dalam pesawat Sriwijaya SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Terpisah, Kepala Basarnas Pontianak Yopi Haryadi mengatakan, hingga hari ini Basarnas telah mengkoordinir sebanyak 53 kapal besar dan kecil serta 13 pesawat udara dalam operasi pencarian korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Baca Juga :  Diberi Sepiring Nasi, Eh... Balas Embat Dua Handphone

Dalam operasi pencarian korban, pihaknya juga melakukan penyelaman. Sebagai tupoksi Basarnas melakukan pencarian korban dan ketika dalam pelaksanaan pencarian korban ditemukan tanda-tanda black box atau body Part yang lain, merupakan tugas tambahan. “Jadi kami fokus pencarian korban,” tegasnya.

Dalam operasi SAR tersebut, personel dikerahkan kurang lebih 2300 personel dibagi menjadi enam sektor.

Untuk perkembangan pencarian korban, kata Yopi, pihaknya sudah menyerahkan sebanyak 26 kantong body Part dan 17 Part termasuk di dalamnya serpihan body pesawat, pakaian dan barang-barang milik penumpang kepada DVI. “Untuk proses identifikasi menunggu hasil pemeriksaan DVI,” jelasnya.

Menurutnya, operasi pencarian korban akan dilaksanakan selama tujuh hari. Namun, jika diperlukan bisa diperpanjang.

Sementara itu, Kasubdit Biddokkes Polda Kalbar AKBP Ginting mengatakan, hingga saat ini setidaknya sudah ada 21 sampel DNA dari keluarga inti korban dari 26 keluarga korban yang diwawancarai. Pengambilan sampel DNA tersebut membantu proses indentifikasi.
“Dari 21 sampel DNA, 19 sampel di antaranya sudah dikirim ke Jakarta pagi tadi bersamaan dengan sembilan orang keluarga korban,” jelasnya.

Sedangkan dua sampel DNA dikirim menggunakan penerbangan Sriwijaya Air pukul 18.15 WIB.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih menunggu pengambilan sampel DNA kelurga inti lainnya. Berdasarkan data maskapai Sriwijaya ada 39 penumpang warga Pontianak. “Untuk yang dua sampel lainnya rencana akan dikirim besok pagi,” jelasnya.

Sementara itu, suasana posko Crisis Center Sriwijaya SJ-182 Bandara Supadio Pontianak terus dibanjiri karangan bunga ucapan bela sungkawa atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepualauan Seribu. (arf)

Basarnas Serahkan 26 Kantong Bagian Tubuh

PONTIANAK – Maskapai Sriwijaya Air memberangkatkan 13 orang keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak di Kepulauan Seribu. Hal itu diungkapkan Distrik Manajer Sriwijaya Air Group Pontianak Faisal Rahman, Senin (11/1).

“Hari ini ada 13 orang yang kami berangkatkan ke Jakarta. Sembilan orang di antara sudah berangkat dengan pesawat penerbangan pagi, sedangkan empat orang lainnya berangkat pada sore hari,” katanya.

Tiga belas orang kelurga korban yang berangkat ke Jakarta nantinya akan berkoordinasi dengan tim yang ada di Jakarta. “Selama di Jakarta, kami akan menanggung semua fasilitas kelurga korban,” katanya.

Rombongan keluarga korban yang berangkat ke Jakarta di antaranya, rombongan keluarga penumpang bernama Mulyadi, sebanyak sembilan orang. Mereka berangkat menggunakan pesawat Sriwijaya Air kode penerbangan SJ-185 pukul 07.15. Saat ini mereka sudah tiba di Jakarta.

“Kami sudah sampai. Kami ada sembilan orang. Saya dan abang paling tua, yakni Bang Budi serta keluarga dari keluarga dari pihak istri Bang Mulyadi,” terang Slamet Bowo Santoso.

Slamet Bowo adalah adik bungsu dari Mulyadi, korban jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182 itu. Dalam kecelakaan pesawat ini, mantan Ketua PB HMI  tersebut bersama istrinya, bernama Khasanah, mertua serta adik angkatnya.

LIHATKAN FOTO : Rafik Alidrus, suami dari Panca Nur Santi memperlihatkan foto istrinya yang merupakan salah satu penumpang kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Rafik akan berangkat ke Jakarta setelah hasil tes PCR dirinya keluar, Senin (11/1).
MEIDY KHADAFI/PONTIANAK

Pihak keluarga besar Mulyadi, ibu dan ayahnya yang tiba dari Sintang turut membantu proses identifikasi dengan memberikan data dan sampel DNA kepada Tim DVI Biddokkes Polda Kalbar di Posko Crisis Center.

“Tadi ibu dan bapak Bang Mulyadi ke sini cuma memberikan data dan sampel DNA,” tutur Guntur, sepupu korban.

Sebagaimana diketahui, pihak keluarga merasa terkejut mendengar kabar duka ini. Karena, sehari sebelum musibah ini terjadi, Mulyadi yang tinggal di Kota Pontianak sempat mengabarkan, bahwa ia dan keluarga istrinya akan ke Jakarta pada tanggal 15 bulan ini. Namun, ia berangkat lebih awal.

Baca Juga :  Berikan Bantuan APD untuk Tenaga Medis

“Kami terkejut. Jumat sebelum kejadian pada hari Sabtu itu, dia nelpon, mengabarkan kabar bahagia bahwa istrinya sedang mengandung. Mereka baru nikah dua bulan yang lalu. Dan dia sempat bilang akan ke Jakarta pada 15 Januari. Tahunya dapat kabar duka ini dari teman-temannya di Pontianak,” kata Ponijan, ayah dari Mulyadi.

Ia kini hanya bisa pasrah sambil berdoa. Termasuk berharap ada mukjizat keselamatan keluarganya.

Selain rombongan keluarga Mulyadi, keluarga korban yang berangkat ke Jakarta adalah Syarif Rafik Yusuf Al Idrus. Rafik Yusuf merupakan suami dari penumpang atas nama Panca Nur Santi.
“Hari ini insya Allah saya berangkat ke Jakarta. Saya harus tahu kondisi istri saya,” kata Rafik saat ditemui di Posko Crisis Center Sriwijaya SJ-182 Bandara Internasional Supadio Pontianak, Senin (11/1) pagi.

Rafik rencananya akan berada di Jakarta untuk beberapa hari ke depan. Memastikan kondisi istrinya yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

“Saya belum tahu sampai kapan. Yang jelas, saya kembali ke Pontianak nanti sudah membawa kejelasan,” lanjut Rafik.

Menurut Rafik, apapun kondisi istrinya nanti, dirinya telah iklas menerima. “Kami sudah ikhlas. Namanya juga musibah. Tidak ada yang saling menyalahkan. Sudah menjadi kehendaknya,” tuturnya.

Rafik berangkat menggunakan pesawat Sriwijaya pukul 18.15 WIB. Selain Rafik, ada Yaman Zai. Istri dan tiga orang anaknya berada di dalam pesawat Sriwijaya SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Terpisah, Kepala Basarnas Pontianak Yopi Haryadi mengatakan, hingga hari ini Basarnas telah mengkoordinir sebanyak 53 kapal besar dan kecil serta 13 pesawat udara dalam operasi pencarian korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Baca Juga :  Kafilah Kalbar Siap Bersaing dalam STQN XXVI di Sofifi

Dalam operasi pencarian korban, pihaknya juga melakukan penyelaman. Sebagai tupoksi Basarnas melakukan pencarian korban dan ketika dalam pelaksanaan pencarian korban ditemukan tanda-tanda black box atau body Part yang lain, merupakan tugas tambahan. “Jadi kami fokus pencarian korban,” tegasnya.

Dalam operasi SAR tersebut, personel dikerahkan kurang lebih 2300 personel dibagi menjadi enam sektor.

Untuk perkembangan pencarian korban, kata Yopi, pihaknya sudah menyerahkan sebanyak 26 kantong body Part dan 17 Part termasuk di dalamnya serpihan body pesawat, pakaian dan barang-barang milik penumpang kepada DVI. “Untuk proses identifikasi menunggu hasil pemeriksaan DVI,” jelasnya.

Menurutnya, operasi pencarian korban akan dilaksanakan selama tujuh hari. Namun, jika diperlukan bisa diperpanjang.

Sementara itu, Kasubdit Biddokkes Polda Kalbar AKBP Ginting mengatakan, hingga saat ini setidaknya sudah ada 21 sampel DNA dari keluarga inti korban dari 26 keluarga korban yang diwawancarai. Pengambilan sampel DNA tersebut membantu proses indentifikasi.
“Dari 21 sampel DNA, 19 sampel di antaranya sudah dikirim ke Jakarta pagi tadi bersamaan dengan sembilan orang keluarga korban,” jelasnya.

Sedangkan dua sampel DNA dikirim menggunakan penerbangan Sriwijaya Air pukul 18.15 WIB.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih menunggu pengambilan sampel DNA kelurga inti lainnya. Berdasarkan data maskapai Sriwijaya ada 39 penumpang warga Pontianak. “Untuk yang dua sampel lainnya rencana akan dikirim besok pagi,” jelasnya.

Sementara itu, suasana posko Crisis Center Sriwijaya SJ-182 Bandara Supadio Pontianak terus dibanjiri karangan bunga ucapan bela sungkawa atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Kepualauan Seribu. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/