alexametrics
31 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Guru di Pontianak Raih Penghargaan Internasional

Berkat Kontribusi Mendorong Pendidikan Lewat Daring di Masa Pandemi

Rahmat Putra Yudha (36) meraih penghargaan sebagai Guru Terhormat di Bidang Pendidikan (Distinguished Teacher in The Field of Education) dari Internasional  Education Summit & Award (IESA). Penghargaan itu diraih berkat kontribusinya mendorong pendidikan di Indonesia lewat serangkaian program pembinaan dan pelatihan, yang ditujukan bagi guru dan dosen di tanah air.

SITI SULBIYAH, Pontianak

Penghargaan IESA 2020 itu diumumkan secara virtual oleh pada tanggal 20 Desember 2020 yang lalu. Nama Yudha keluar sebagai salah satu penerima penghargaan sebagai guru dan dosen yang berkontribusi dalam bidang pendidikan. Guru bahasa Inggris di SMP Negeri 13 Pontianak ini berhasil menjadi salah satu yang terbaik dari sekian banyak pendaftar dari berbagai negara.

“Penghargaan ini terdiri dari beberapa kategori. Dan saya berhasil meraih lewat kategori guru dan dosen yang berkontribusi dalam bidang pendidikan,” ungkap dia, Rabu (13/1).

Dirinya berani mendaftarkan diri sebagai nominator penghargaan internasional ini setelah sekian lama terjun di dunia pendidikan. Sejak beberapa tahun terakhir, ia aktif menginisiasi berbagai program pendidikan dan pembinaan bagi guru dan dosen. Lewat organisasi Mata Garuda Kalbar yang ia pimpin, bersama dengan rekannya, ia membuat kegiatan peningkatan kapasitas bagi tenaga didik, mulai dari pelatihan mengajar hingga menulis. Kegiatan yang digelar setiap tahun itu, menurutnya diikuti oleh banyak peserta dari kalangan dosen dan guru. “Pesertanya bisa ratusan orang,” kata dia.

Baca Juga :  Sambut Idulfitri, Golden Jewelry Berikan Hadiah Langsung

Pada saat pandemı Covid-19, langkahnya untuk mendorong pendidikan Indonesia tak surut. Justru, kondisi pandemi yang membuat aktivitas serba terbatas melahirkan ide-ide baru bagi dirinya di bidang pendidikan. Ia pun mendirikan Virtual Education Academy (VEA) sebagai wadah untuk melatih para tenaga didik yang menghadapi tantangan mengajar di masa pandemi Covid-19.

Melalui wadah VEA, peraih gelar Master of Education Tesol University of Wollongong Australia itu, memberikan pelatihan secara virtual bagi para dosen dan guru, sekaligus memfasilitasi mereka untuk mengakses berbagai infrastruktur penunjang aktivitas belajar mengajar secara daring. Kegiatan yang digelar tahun lalu itu, diakui dia mendapatkan antusias yang sangat besar.

“Peserta yang ikut mencapai 3500 orang dari kalangan guru dan dosen. Mereka ikut pelatihan selama satu bulan secara virtual,” tutur dia.

Baca Juga :  Pemprov Siap Fasilitasi Tes PCR

Dengan digelarnya pelatihan tersebut, dia berharap lebih banyak tenaga didik yang mempraktikkan kelas virtual untuk mengajar secara lebih optimal. Dia yakin, dengan memanfaatkan teknologi dan fasilitas yang ada, proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan maksimal, kendati dilakukan secara daring. Apalagi di masa pandemi Covid-19, tuntutan bagi tenaga didik untuk melek digital kian besar.

“Harapannya, semakin banyak guru kita yang memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar, mereka bisa bertransformasi ke arah digitalisasi pendidikan. Intinya mereka bisa melek digital, walau nanti mungkin proses belajar akan kembali dilakukan secara normal,” pungkas dia. (*)

Berkat Kontribusi Mendorong Pendidikan Lewat Daring di Masa Pandemi

Rahmat Putra Yudha (36) meraih penghargaan sebagai Guru Terhormat di Bidang Pendidikan (Distinguished Teacher in The Field of Education) dari Internasional  Education Summit & Award (IESA). Penghargaan itu diraih berkat kontribusinya mendorong pendidikan di Indonesia lewat serangkaian program pembinaan dan pelatihan, yang ditujukan bagi guru dan dosen di tanah air.

SITI SULBIYAH, Pontianak

Penghargaan IESA 2020 itu diumumkan secara virtual oleh pada tanggal 20 Desember 2020 yang lalu. Nama Yudha keluar sebagai salah satu penerima penghargaan sebagai guru dan dosen yang berkontribusi dalam bidang pendidikan. Guru bahasa Inggris di SMP Negeri 13 Pontianak ini berhasil menjadi salah satu yang terbaik dari sekian banyak pendaftar dari berbagai negara.

“Penghargaan ini terdiri dari beberapa kategori. Dan saya berhasil meraih lewat kategori guru dan dosen yang berkontribusi dalam bidang pendidikan,” ungkap dia, Rabu (13/1).

Dirinya berani mendaftarkan diri sebagai nominator penghargaan internasional ini setelah sekian lama terjun di dunia pendidikan. Sejak beberapa tahun terakhir, ia aktif menginisiasi berbagai program pendidikan dan pembinaan bagi guru dan dosen. Lewat organisasi Mata Garuda Kalbar yang ia pimpin, bersama dengan rekannya, ia membuat kegiatan peningkatan kapasitas bagi tenaga didik, mulai dari pelatihan mengajar hingga menulis. Kegiatan yang digelar setiap tahun itu, menurutnya diikuti oleh banyak peserta dari kalangan dosen dan guru. “Pesertanya bisa ratusan orang,” kata dia.

Baca Juga :  Api Lahap Kios dan Rumah Tinggal di Sungai Raya Dalam

Pada saat pandemı Covid-19, langkahnya untuk mendorong pendidikan Indonesia tak surut. Justru, kondisi pandemi yang membuat aktivitas serba terbatas melahirkan ide-ide baru bagi dirinya di bidang pendidikan. Ia pun mendirikan Virtual Education Academy (VEA) sebagai wadah untuk melatih para tenaga didik yang menghadapi tantangan mengajar di masa pandemi Covid-19.

Melalui wadah VEA, peraih gelar Master of Education Tesol University of Wollongong Australia itu, memberikan pelatihan secara virtual bagi para dosen dan guru, sekaligus memfasilitasi mereka untuk mengakses berbagai infrastruktur penunjang aktivitas belajar mengajar secara daring. Kegiatan yang digelar tahun lalu itu, diakui dia mendapatkan antusias yang sangat besar.

“Peserta yang ikut mencapai 3500 orang dari kalangan guru dan dosen. Mereka ikut pelatihan selama satu bulan secara virtual,” tutur dia.

Baca Juga :  Kemenhub Minta Midji Cabut Aturan

Dengan digelarnya pelatihan tersebut, dia berharap lebih banyak tenaga didik yang mempraktikkan kelas virtual untuk mengajar secara lebih optimal. Dia yakin, dengan memanfaatkan teknologi dan fasilitas yang ada, proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan maksimal, kendati dilakukan secara daring. Apalagi di masa pandemi Covid-19, tuntutan bagi tenaga didik untuk melek digital kian besar.

“Harapannya, semakin banyak guru kita yang memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar, mereka bisa bertransformasi ke arah digitalisasi pendidikan. Intinya mereka bisa melek digital, walau nanti mungkin proses belajar akan kembali dilakukan secara normal,” pungkas dia. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/