alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Jangan Takut Suntik Vaksin, Cegah Penularan Covid-19

PONTIANAK – Sebanyak 14 orang dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh masyarakat di Kalimantan Barat (Kalbar) mendapat suntikan vaksin pertama dalam pencanangan vaksinasi Covid-19 tingkat provinsi, Kamis (14/1). Dengan divaksinnya para pimpinan dan tokoh ini diharapkan masyarakat tidak perlu lagi meragukan atau takut untuk divaksin.

Dalam kesempatan tersebut Panglima Kodam (Pangdam) XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 jenis Sinovac itu. Setelah Pangdam diurutan kedua Kapolda Kalbar Irjen Pol R Sigid Tri Hardjanto, lalu Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Asep Safrudin dan Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin.

Selain itu ada pula Kepala Perwakilan BPKP Kalbar Dikdik Sadikin. Lalu Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kalbar Haryanto, tokoh Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar Muhammad Fauzi dan tokoh Muhammadiyah Kalbar Sukino.

Termasuk juga ada Wakil Ketua Muhammadiyah Kalbar Iksanudin, Pastor Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak Pastor Alexius Alex, Sekretaris Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Kalbar Pendeta Filemon Adi, Ketua Persatuan Wanita Tionghoa (Perwati) Kalbar Linda Ango dan Dosen Universitas Tanjungpura Nasikin Hakim. Pelaksanaan vaksinasi untuk 14 orang ini berjalan lancar tanpa hambatan. Dimana dilakukan secara bergantian mulai pukul 08.00 hingga sekitar pukul 09.30.

Usai divaksin, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad merasa biasa-biasa saja. Hanya saja sebelum divaksin ia tetap menjaga kesehatan dengan makan dan tidur yang cukup, serta olahraga teratur. “Kita berdoa saja, Insyallah semuanya lancar,” katanya.

Dengan dimulainya program vaksinasi ini diharapkan Kalbar ke depan bisa menjadi daerah yang terbebas dari Covid-19. Masyarakat, kata Pangdam, tak perlu ragu lagi untuk divaksin, karena memang vaksin ini sudah mendapat izin dari BPOM dan MUI. “Jadi itu jelas. Tidak ada kekhawatiran, itulah cara-cara kita, bahwa kita harus meyakini bahwa vaksinasi ini sangat baik,” pungkasnya.

Baca Juga :  Kubu Raya Terus Gencarkan Vaksinasi dan Evaluasi Penanganan Pandemi

Hal serupa diungkapkan Kapolda Kalbar Irjen Pol R Sigid Tri Hardjanto, saat divaksin ia tidak merasakan sakit sedikitpun. Itu terjadi menurutnya karena petugas kesehatan yang menyuntikkan vaksin sudah profesional. “Tidak terasa apa-apa. Saya yakin bahwa vaksin ini aman, untuk menjaga kesehatan diri kita, keluarga kita dan bangsa kita,” ucapnya.

Jenderal bintang dua itu berpesan untuk semua kalangan agar menyukseskan program vaksinasi Covid-19 ini. Khusus masyarakat Kalbar harus yakin bahwa vaksin Covid-19 jenis Sinovac ini benar-benar aman. “Tapi meskipun kita sudah divaksin, tetap mematuhi protokol kesehatan. Insyallah kita segera terbebas dari pandemi Covid-19,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kalbar Sutarmidji yang hadir dalam pencanangan tersebut mengatakan, momen ini telah menunjukkan para Forkopimda selaku puncak pimpinan sudah lebih dulu divaksin. Itu artinya harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi ini aman.

“Saya sebenarnya mau (divaksin), saya sudah daftar, tapi karena saya sudah dua kali terpapar, (memiliki penyakit) autoimun, jadi tidak memenuhi syarat. Jadi saya pilih divaksin pneumonia saja,” ungkapnya.

Mereka yang sudah divaksin kemarin akan kembali divaksin dalam dua minggu ke depan. Selama itu terus dilakukan pemantauan oleh pihak terkait terutama mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). “Jadi masyarakat jangan khawatir, karena ada SOP-nya. Tidak sembarang orang (divaksin),” ucapnya.

Program vaksinasi ini dinilai penting sebagai upaya menurunkan angka keterjangkitan Covid-19. Setelah tahap satu untuk tenaga kesehatan di tiga daerah se-Kalbar, tahap selanjutnya di Februari kembali akan dilaksanakan vaksinasi untuk 11 daerah yang belum mendapat jatah vaksin.

Baca Juga :  Lebih dari 31 Ribu Orang Ikut Vaksin di Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menambahkan, pesan yang ingin disampaikan dari pencanangan vaksinasi adalah agar masyarakat tahu bahwa vaksin ini aman, halal dan sudah ada persetujuan penggunaan oleh BPOM. Semua persiapan sudah dilakukan sesuai dengan standar WHO. “Jadi tidak boleh ada keraguan lagi di masyarakat, mari bersama-sama keluar dari era pandemi ini,” ajaknya.

Tahap pertama ini menurtnya untuk seluruh nakes. Jika ada nakes yang menolak akan ada sanksi tidak akan dikeluarkan surat izin praktik maupun surat izin kerjanya. “Artinya mereka tidak paham ilmu kesehatan. Tidak paham ilmu Covid-19, kalau nakes tidak mau divaksin, kami tidak akan berikan surat izin praktik dan kerja,” tegasnya.

Wanita Pertama yang Divaksin

Ketua Umum Persatuan Wanita Tionghoa (Perwati) Kalbar Linda Ango menjadi satu-satunya perempuan yang ikut dalam pencanangan untuk disuntik vaksin pertama kali kemarin. Ia merasa terpanggil untuk ikut serta karena mengamban jabatan sebagai ketua di organiasinya tersebut. “Jadi saya wajib untuk memberikan contoh kepada yang lain bahwa vaksin itu penting untuk semua,” katanya.

Linda Ango

Linda sekaligus berpesan kepada para wanita di Kalbar agar tidak takut untuk divaksin. Semua orang yang memenuhi kriteria secara kesehatan, tidak memandang pria maupun wanita menurutnya berhak mendaptkan vaksinasi ini. “Ini kan demi menghindari penularan Covid-19, demi kepentingan dan kesehatan bersama. Tidak ada rasa (ketika divaksin), tidak terasa tiba-tiba sudah selesai (divaksin),” tutupnya. (bar)

PONTIANAK – Sebanyak 14 orang dari unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta tokoh masyarakat di Kalimantan Barat (Kalbar) mendapat suntikan vaksin pertama dalam pencanangan vaksinasi Covid-19 tingkat provinsi, Kamis (14/1). Dengan divaksinnya para pimpinan dan tokoh ini diharapkan masyarakat tidak perlu lagi meragukan atau takut untuk divaksin.

Dalam kesempatan tersebut Panglima Kodam (Pangdam) XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19 jenis Sinovac itu. Setelah Pangdam diurutan kedua Kapolda Kalbar Irjen Pol R Sigid Tri Hardjanto, lalu Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Asep Safrudin dan Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin.

Selain itu ada pula Kepala Perwakilan BPKP Kalbar Dikdik Sadikin. Lalu Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kalbar Haryanto, tokoh Ikatan Keluarga Besar Madura (IKBM) Kalbar Muhammad Fauzi dan tokoh Muhammadiyah Kalbar Sukino.

Termasuk juga ada Wakil Ketua Muhammadiyah Kalbar Iksanudin, Pastor Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak Pastor Alexius Alex, Sekretaris Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Kalbar Pendeta Filemon Adi, Ketua Persatuan Wanita Tionghoa (Perwati) Kalbar Linda Ango dan Dosen Universitas Tanjungpura Nasikin Hakim. Pelaksanaan vaksinasi untuk 14 orang ini berjalan lancar tanpa hambatan. Dimana dilakukan secara bergantian mulai pukul 08.00 hingga sekitar pukul 09.30.

Usai divaksin, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad merasa biasa-biasa saja. Hanya saja sebelum divaksin ia tetap menjaga kesehatan dengan makan dan tidur yang cukup, serta olahraga teratur. “Kita berdoa saja, Insyallah semuanya lancar,” katanya.

Dengan dimulainya program vaksinasi ini diharapkan Kalbar ke depan bisa menjadi daerah yang terbebas dari Covid-19. Masyarakat, kata Pangdam, tak perlu ragu lagi untuk divaksin, karena memang vaksin ini sudah mendapat izin dari BPOM dan MUI. “Jadi itu jelas. Tidak ada kekhawatiran, itulah cara-cara kita, bahwa kita harus meyakini bahwa vaksinasi ini sangat baik,” pungkasnya.

Baca Juga :  200 Pegawai di Kejati Kalbar Vaksinasi

Hal serupa diungkapkan Kapolda Kalbar Irjen Pol R Sigid Tri Hardjanto, saat divaksin ia tidak merasakan sakit sedikitpun. Itu terjadi menurutnya karena petugas kesehatan yang menyuntikkan vaksin sudah profesional. “Tidak terasa apa-apa. Saya yakin bahwa vaksin ini aman, untuk menjaga kesehatan diri kita, keluarga kita dan bangsa kita,” ucapnya.

Jenderal bintang dua itu berpesan untuk semua kalangan agar menyukseskan program vaksinasi Covid-19 ini. Khusus masyarakat Kalbar harus yakin bahwa vaksin Covid-19 jenis Sinovac ini benar-benar aman. “Tapi meskipun kita sudah divaksin, tetap mematuhi protokol kesehatan. Insyallah kita segera terbebas dari pandemi Covid-19,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kalbar Sutarmidji yang hadir dalam pencanangan tersebut mengatakan, momen ini telah menunjukkan para Forkopimda selaku puncak pimpinan sudah lebih dulu divaksin. Itu artinya harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi ini aman.

“Saya sebenarnya mau (divaksin), saya sudah daftar, tapi karena saya sudah dua kali terpapar, (memiliki penyakit) autoimun, jadi tidak memenuhi syarat. Jadi saya pilih divaksin pneumonia saja,” ungkapnya.

Mereka yang sudah divaksin kemarin akan kembali divaksin dalam dua minggu ke depan. Selama itu terus dilakukan pemantauan oleh pihak terkait terutama mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). “Jadi masyarakat jangan khawatir, karena ada SOP-nya. Tidak sembarang orang (divaksin),” ucapnya.

Program vaksinasi ini dinilai penting sebagai upaya menurunkan angka keterjangkitan Covid-19. Setelah tahap satu untuk tenaga kesehatan di tiga daerah se-Kalbar, tahap selanjutnya di Februari kembali akan dilaksanakan vaksinasi untuk 11 daerah yang belum mendapat jatah vaksin.

Baca Juga :  42 Anggota DPRD Pontianak Jalani Vaksin Tahap Pertama

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menambahkan, pesan yang ingin disampaikan dari pencanangan vaksinasi adalah agar masyarakat tahu bahwa vaksin ini aman, halal dan sudah ada persetujuan penggunaan oleh BPOM. Semua persiapan sudah dilakukan sesuai dengan standar WHO. “Jadi tidak boleh ada keraguan lagi di masyarakat, mari bersama-sama keluar dari era pandemi ini,” ajaknya.

Tahap pertama ini menurtnya untuk seluruh nakes. Jika ada nakes yang menolak akan ada sanksi tidak akan dikeluarkan surat izin praktik maupun surat izin kerjanya. “Artinya mereka tidak paham ilmu kesehatan. Tidak paham ilmu Covid-19, kalau nakes tidak mau divaksin, kami tidak akan berikan surat izin praktik dan kerja,” tegasnya.

Wanita Pertama yang Divaksin

Ketua Umum Persatuan Wanita Tionghoa (Perwati) Kalbar Linda Ango menjadi satu-satunya perempuan yang ikut dalam pencanangan untuk disuntik vaksin pertama kali kemarin. Ia merasa terpanggil untuk ikut serta karena mengamban jabatan sebagai ketua di organiasinya tersebut. “Jadi saya wajib untuk memberikan contoh kepada yang lain bahwa vaksin itu penting untuk semua,” katanya.

Linda Ango

Linda sekaligus berpesan kepada para wanita di Kalbar agar tidak takut untuk divaksin. Semua orang yang memenuhi kriteria secara kesehatan, tidak memandang pria maupun wanita menurutnya berhak mendaptkan vaksinasi ini. “Ini kan demi menghindari penularan Covid-19, demi kepentingan dan kesehatan bersama. Tidak ada rasa (ketika divaksin), tidak terasa tiba-tiba sudah selesai (divaksin),” tutupnya. (bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/