alexametrics
28 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Masih Banyak Warga Ragu

PONTIANAK – Ternyata masih ada sebagian masyarakat yang ragu bahkan menolak Program Vaksinasi Covid-19, kendati BPOM dan MUI sudah menegaskan bahwa vaksin Sinovac aman, suci, dan halal.

Ada yang merasa cukup dengan menjaga kesehatan supaya tak tertular, namun ada pula yang justru tidak takut terpapar virus tersebut.

Pontianak Post mencoba mewawancarai sejumlah warga di Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (14/1). Salah satunya adalah Agus. Warga Ketapang ini menolak program vaksinisasi karena ragu terhadap kejelasan sumber vaksin. “Untuk divaksin, saya dan keluarga tidak mau, karena belum jelas, masih simpang siur beritanya,” tutur Agus.

Dirinya heran lantaran vaksin sudah dipesan namun izin BPOM dan fatwa halal dari MUI keluar belakangan. Itulah hal yang membuatnya meragukan kehalalan vaksin dan keamanan penggunaannya. Keraguan ini pulalah yang membuat dirinya enggan menerima vaksin.

Baca Juga :  Ai Xin Bantu RSU Yarsi Pontianak APD dan Perangkat Medis

“Idealnya, contohnya (vaksin, red) dulu datang diuji BPOM, kalau semua aman keluar izin dan sertifikat halalnya oleh MUI, barulah diimpor. Inikan kacau, jadi tak percaya dan ragu. Kalau ragu mending tidak usah,” ucap dia.

Dirinya menilai cukup dengan menjaga kesehatan, makan-makanan yang bergizi agar tidak mudah sakit dan terserang virus. Pemerintah pun menurutnya tidak boleh memaksa warganya untuk ikut program vaksinasi, apalagi sampai dikenai denda. “Orang punya hak masing-masing, jadi pemerintah gak bise memaksakan kehendak,” pungkas dia.

Hal yang sama diungkapkan Asma.  Bagi Wanita yang berasal dari Kota Pontianak ini, virus corona bukanlah hal yang menakutkan. Karena itu, secara tegas ia menolak program vaksinasi covid-19. Dia pun tak ingin ada paksaan dari pemerintah, apalagi denda yang dikenakan apabila tak bersedia menerima vaksin. “Covid ini sudah merugikan (ekonomi) saya. Janganlah lagi nanti saya kena denda gara-gara tak ikut vaksin,” ujar Asma.

Baca Juga :  Setiap Jam, 11 Orang Meninggal Akibat TB

Sementara itu, Ketua MUI Kalbar, Basri Har menegaskan bahwa MUI telah mengeluarkan fatwa terhadap vaksin Sinovac. Berdasarkan fatwa tersebut, Vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Sciences China dan PT. Bio Farma hukumnya suci dan halal.

“Vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Sciences China dan PT. Bio Farma boleh digunakan untuk umat Islam sepanjang terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten,” ungkap dia. Dia pun meminta agar setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa tersebut. (sti)

PONTIANAK – Ternyata masih ada sebagian masyarakat yang ragu bahkan menolak Program Vaksinasi Covid-19, kendati BPOM dan MUI sudah menegaskan bahwa vaksin Sinovac aman, suci, dan halal.

Ada yang merasa cukup dengan menjaga kesehatan supaya tak tertular, namun ada pula yang justru tidak takut terpapar virus tersebut.

Pontianak Post mencoba mewawancarai sejumlah warga di Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (14/1). Salah satunya adalah Agus. Warga Ketapang ini menolak program vaksinisasi karena ragu terhadap kejelasan sumber vaksin. “Untuk divaksin, saya dan keluarga tidak mau, karena belum jelas, masih simpang siur beritanya,” tutur Agus.

Dirinya heran lantaran vaksin sudah dipesan namun izin BPOM dan fatwa halal dari MUI keluar belakangan. Itulah hal yang membuatnya meragukan kehalalan vaksin dan keamanan penggunaannya. Keraguan ini pulalah yang membuat dirinya enggan menerima vaksin.

Baca Juga :  Singkawang Keluar Zona Merah

“Idealnya, contohnya (vaksin, red) dulu datang diuji BPOM, kalau semua aman keluar izin dan sertifikat halalnya oleh MUI, barulah diimpor. Inikan kacau, jadi tak percaya dan ragu. Kalau ragu mending tidak usah,” ucap dia.

Dirinya menilai cukup dengan menjaga kesehatan, makan-makanan yang bergizi agar tidak mudah sakit dan terserang virus. Pemerintah pun menurutnya tidak boleh memaksa warganya untuk ikut program vaksinasi, apalagi sampai dikenai denda. “Orang punya hak masing-masing, jadi pemerintah gak bise memaksakan kehendak,” pungkas dia.

Hal yang sama diungkapkan Asma.  Bagi Wanita yang berasal dari Kota Pontianak ini, virus corona bukanlah hal yang menakutkan. Karena itu, secara tegas ia menolak program vaksinasi covid-19. Dia pun tak ingin ada paksaan dari pemerintah, apalagi denda yang dikenakan apabila tak bersedia menerima vaksin. “Covid ini sudah merugikan (ekonomi) saya. Janganlah lagi nanti saya kena denda gara-gara tak ikut vaksin,” ujar Asma.

Baca Juga :  Ai Xin Bantu RSU Yarsi Pontianak APD dan Perangkat Medis

Sementara itu, Ketua MUI Kalbar, Basri Har menegaskan bahwa MUI telah mengeluarkan fatwa terhadap vaksin Sinovac. Berdasarkan fatwa tersebut, Vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Sciences China dan PT. Bio Farma hukumnya suci dan halal.

“Vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Sciences China dan PT. Bio Farma boleh digunakan untuk umat Islam sepanjang terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten,” ungkap dia. Dia pun meminta agar setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan dapat menghimbau semua pihak untuk menyebarluaskan fatwa tersebut. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/