alexametrics
25.6 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

69 Pekerja Migran dari Malaysia Positif Covid-19, Kandungan Virus Mencapai Jutaan

PONTIANAK – Sebanyak 69 orang pekerja migran terkonfirmasi positif Covid-19. Para pekerja migran tersebut sebelumnya bekerja di Sarawak, Malaysia dan telah dideportasi melalui perbatasan Entikong, Sanggau.

Melihat temuan kasus tersebut, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengimbau masyarakat yang berada di perbatasan atau kabupaten yang memiliki PLBN, lebih berhati-hati menangani Covid-19. “Dua hari lalu (Jumat) dikembalikan (deportasi) 77 PMI, masalah dia masuk di sana (Malaysia) ilegal atau tidak itu urusan lain. Tapi yang dikembalikan dari 77 orang, 69 positif (Covid-19),” ungkapnya kepada awak media, Minggu (14/3).

Bahkan tak sekadar positif, menurutnya kandungan virus dari mereka yang terjangkit Covid-19 itu cukup tinggi. Midji sapaan akrabnya menyebut ada yang kandungan virusnya mencapai 77 juta copies virus. “Dan rata-rata (kandungan virus) jutaan, ini bahaya. Sehingga saya memprediksi, kemungkinan (angka) keterjangkitan di Malaysia tinggi. Kemungkinan jenis virusnya beda,” tegasnya.

Baca Juga :  Meskipun Vaksin Sudah Tersedia, Edi Ingatkan Warga Tetap Terapkan Prokes

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menambahkan, PMI yang dipulangkan melalui PLBN Entikong ini sempat ditampung di selter Dinsos Kalbar pada Kamis (11/3). Kemudian pemeriksaan tes usap (swab) PCR terhadap semuanya dilaksanakan pada Jumat (12/3). Hasilnya baru keluar pada Sabtu (13/3) malam, dengan temuan sebanyak 69 orang positif Covid-19.

“Memang hasilnya mengejutkan, ada 69 kasus konfirmasi Covid-19 dengan CT (cycle threshold) rendah atau viral load tinggi. Ada yang sampai 243 juta dengan CT 13,00 ya,” ungkapnya.

Menurutnya dari 69 PMI yang positif Covid-19 ini, sebanyak 23 orang merupakan warga dari luar Kalbar. Yakni 13 orang dari NTB, empat orang dari Jawa Timur, tiga orang dari DKI Jakarta, satu dari Sulawesi Selatan, satu dari DI Yogyakarta dan satu orang dari Jawa Tengah.

Sementara sisanya 46 orang merupakan warga asal Kalbar. Terdiri dari warga Kabupaten Sambas sebanyak 18 orang, Bengkayang delapan orang, Pontianak lima orang, Singkawang empat orang, Mempawah empat orang, Landak empat orang dan Kubu Raya tiga orang.

Baca Juga :  Satgas Bengkayang Gencarkan Swab Massal

“Untuk PMI yang 23 orang asal luar Kalbar, sekarang sedang diisolasi di Upelkes Kalbar, sementara 46 orang asal Kalbar sudah dipulangkan, diisolasi dalam pengawasan Satgas Covid-19 kabupaten/kota masing-masing,” paparnya.

Selain itu Harisson mengatakan Satgas Covid-19 Kalbar juga telah meminta pihak Kodam XII/Tanjungpura dan Polda Kalbar, hingga ke tingkatan paling bawah melakukan pengawasan terhadap 46 PMI asal Kalbar yang positif Covid-19. Itu karena kandungan virus yang ada di dalam tubuh mereka sangat tinggi, sehingga berpotensi menularkan kepada orang lain.

“Jadi mereka perlu diisolasi di rumah isolasi yang disipakan pemerintah dengan pengawasan ketat, oleh petugas kesehatan dari Satgas, agar mereka tidak keluar dan menyebarkan virus kepada orang lain,” harapnya.(bar)

PONTIANAK – Sebanyak 69 orang pekerja migran terkonfirmasi positif Covid-19. Para pekerja migran tersebut sebelumnya bekerja di Sarawak, Malaysia dan telah dideportasi melalui perbatasan Entikong, Sanggau.

Melihat temuan kasus tersebut, Gubernur Kalbar Sutarmidji mengimbau masyarakat yang berada di perbatasan atau kabupaten yang memiliki PLBN, lebih berhati-hati menangani Covid-19. “Dua hari lalu (Jumat) dikembalikan (deportasi) 77 PMI, masalah dia masuk di sana (Malaysia) ilegal atau tidak itu urusan lain. Tapi yang dikembalikan dari 77 orang, 69 positif (Covid-19),” ungkapnya kepada awak media, Minggu (14/3).

Bahkan tak sekadar positif, menurutnya kandungan virus dari mereka yang terjangkit Covid-19 itu cukup tinggi. Midji sapaan akrabnya menyebut ada yang kandungan virusnya mencapai 77 juta copies virus. “Dan rata-rata (kandungan virus) jutaan, ini bahaya. Sehingga saya memprediksi, kemungkinan (angka) keterjangkitan di Malaysia tinggi. Kemungkinan jenis virusnya beda,” tegasnya.

Baca Juga :  Meskipun Vaksin Sudah Tersedia, Edi Ingatkan Warga Tetap Terapkan Prokes

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menambahkan, PMI yang dipulangkan melalui PLBN Entikong ini sempat ditampung di selter Dinsos Kalbar pada Kamis (11/3). Kemudian pemeriksaan tes usap (swab) PCR terhadap semuanya dilaksanakan pada Jumat (12/3). Hasilnya baru keluar pada Sabtu (13/3) malam, dengan temuan sebanyak 69 orang positif Covid-19.

“Memang hasilnya mengejutkan, ada 69 kasus konfirmasi Covid-19 dengan CT (cycle threshold) rendah atau viral load tinggi. Ada yang sampai 243 juta dengan CT 13,00 ya,” ungkapnya.

Menurutnya dari 69 PMI yang positif Covid-19 ini, sebanyak 23 orang merupakan warga dari luar Kalbar. Yakni 13 orang dari NTB, empat orang dari Jawa Timur, tiga orang dari DKI Jakarta, satu dari Sulawesi Selatan, satu dari DI Yogyakarta dan satu orang dari Jawa Tengah.

Sementara sisanya 46 orang merupakan warga asal Kalbar. Terdiri dari warga Kabupaten Sambas sebanyak 18 orang, Bengkayang delapan orang, Pontianak lima orang, Singkawang empat orang, Mempawah empat orang, Landak empat orang dan Kubu Raya tiga orang.

Baca Juga :  Perusda Bakal Kelola Lahan Parkir GOR

“Untuk PMI yang 23 orang asal luar Kalbar, sekarang sedang diisolasi di Upelkes Kalbar, sementara 46 orang asal Kalbar sudah dipulangkan, diisolasi dalam pengawasan Satgas Covid-19 kabupaten/kota masing-masing,” paparnya.

Selain itu Harisson mengatakan Satgas Covid-19 Kalbar juga telah meminta pihak Kodam XII/Tanjungpura dan Polda Kalbar, hingga ke tingkatan paling bawah melakukan pengawasan terhadap 46 PMI asal Kalbar yang positif Covid-19. Itu karena kandungan virus yang ada di dalam tubuh mereka sangat tinggi, sehingga berpotensi menularkan kepada orang lain.

“Jadi mereka perlu diisolasi di rumah isolasi yang disipakan pemerintah dengan pengawasan ketat, oleh petugas kesehatan dari Satgas, agar mereka tidak keluar dan menyebarkan virus kepada orang lain,” harapnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/