alexametrics
28.9 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

Midji Sampaikan Permohonan Maaf

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan permohonan maafnya terkait kesalahpahaman tentang perkataan setting-an. Menurut orang nomor satu di Kalbar ini, kata “setting-an” ditujukan kepada seorang warga yang melakukan pengadangan atau pencegatan rombongan Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua PDI Perjuangan Kalbar Lasarus di ruas Jalan Siduk-Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

“Maksud dari kata (settingan) itu, keluar dari ucapan wartawan. Saat itu bertanya ke saya. Saya mengulang kata itu. Saya tidak tujukan pada partai atau kegiatan Pak Lasarus. Kegiatan yang beliau lakukan sebagai ketua partai itu hal yang biasa dan masukan yang mengingatkan Pemprov Kalbar harus serius dalam penanganan Jalan Siduk Sukadana. Saya terima dengan senang hati,” katanya dalam siaran persnya.

Baca Juga :  Dari Ngaji on the Bus sampai Agrowisata Buah

Midji menyebutkan bahwa kata setting-an pencegatan tersebut diulangnya. Makanya, dia fokus hanya menilai yang dilakukan pencegat adalah setting-an warga guna mencari perhatian. “Sebab dalam benak saya tak mungkin dia (pencegat), tidak tahu itu rombongan Pak Ketua PDIP. Dan ini bentuk dari dia (pencegat) cari perhatian. Sekali lagi saya tegaskan. saya tidak berpikir kegiatan pencegatan itu setting-an partai. Saya juga tidak menyebut nama dan partai,” ujarnya.

Jika kemudian ada persepsi bahwa kata setting-an ditujukan ke partai, dia berbesar hari meminta maaf dan memaklumi hal tersebut. “Saya juga ucapkan terima kasih pada Pak Lasarus yang minta provinsi serius tangani jalan provinsi. Semoga hubungan antara provinsi dan PDI Perjuangan serta Anggota DPR RI Dapil Kalbar tetap baik.
Sekali lagi maaf dari saya jika ucapan setting-an itu membuat teman-teman di PDIP tersinggung,” ucapnya.(den)

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan permohonan maafnya terkait kesalahpahaman tentang perkataan setting-an. Menurut orang nomor satu di Kalbar ini, kata “setting-an” ditujukan kepada seorang warga yang melakukan pengadangan atau pencegatan rombongan Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua PDI Perjuangan Kalbar Lasarus di ruas Jalan Siduk-Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.

“Maksud dari kata (settingan) itu, keluar dari ucapan wartawan. Saat itu bertanya ke saya. Saya mengulang kata itu. Saya tidak tujukan pada partai atau kegiatan Pak Lasarus. Kegiatan yang beliau lakukan sebagai ketua partai itu hal yang biasa dan masukan yang mengingatkan Pemprov Kalbar harus serius dalam penanganan Jalan Siduk Sukadana. Saya terima dengan senang hati,” katanya dalam siaran persnya.

Baca Juga :  Jelang Natal, Satgas Pamtas Yonif 642 Semprot Disinfektan di Tempat Ibadah

Midji menyebutkan bahwa kata setting-an pencegatan tersebut diulangnya. Makanya, dia fokus hanya menilai yang dilakukan pencegat adalah setting-an warga guna mencari perhatian. “Sebab dalam benak saya tak mungkin dia (pencegat), tidak tahu itu rombongan Pak Ketua PDIP. Dan ini bentuk dari dia (pencegat) cari perhatian. Sekali lagi saya tegaskan. saya tidak berpikir kegiatan pencegatan itu setting-an partai. Saya juga tidak menyebut nama dan partai,” ujarnya.

Jika kemudian ada persepsi bahwa kata setting-an ditujukan ke partai, dia berbesar hari meminta maaf dan memaklumi hal tersebut. “Saya juga ucapkan terima kasih pada Pak Lasarus yang minta provinsi serius tangani jalan provinsi. Semoga hubungan antara provinsi dan PDI Perjuangan serta Anggota DPR RI Dapil Kalbar tetap baik.
Sekali lagi maaf dari saya jika ucapan setting-an itu membuat teman-teman di PDIP tersinggung,” ucapnya.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/