alexametrics
24 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Pembangunan Infrastruktur Bertahap

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengungkapkan, masih terbatasnya anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) membuat pembangunan infrastruktur khususnya jalan di daerah-daerah terus dilakukan secara bertahap. Seperti ruas jalan Siduk-Sukadana dan Sukadana-Teluk Batang di Kabupaten Kayong Utara (KKU) yang sering dikeluhkan masyarakat.

Pemprov menurutnya tetap mengusahakan peningkatan infrastuktur jalan tersebut dengan keterbatasan dana yang ada. Pembangunan ruas jalan Siduk-Sukadana dan Sukadana-Teluk Batang dikatakan dia sudah dianggarkan. Untuk tahun 2022 bahkan sudah dilelang dan sudah ada pemenangnya sejak bulan lalu. Peningkatannya pun sedang dilakukan.

“Jadi bukan karena ada aksi (ribut) lalu pemprov baru bereaksi, Pemprov sudah menganggarkan dan sudah selesai lelang juga mendapatkan pemenang untuk pengerjaan,” katanya, Sabtu (14/5).

Baca Juga :  Tingkatkan Pembangunan Fasilitas Perbatasan

Harisson mengatakan adalah keinginan semua pemimpin baik gubernur, bupati maupun wali kota untuk membuat semua infrastruktur di daerah yang dipimpin dibangun sebaik-baiknya. “Kalau semua infrastruktur di daerahnya baik, maka yang akan dipuji adalah pemimpinnya. Siapa yang tidak mau melakukan itu bila anggaran melimpah atau tersedia,” tambahnya.

Namun semua keinginan itu, lanjut dia, tidak akan bisa terpenuhi mengingat sangat terbatasnya anggaran sehingga pembangunan harus dibagi sedikit-sedikit dan bertahap. Harisson menjelaskan, mengingat keterbatasan anggaran di Kalbar itu, maka sudah ada upaya dari pemprov pada tahun 2018 untuk meminta kepada pemerintah pusat agar beberapa ruas jalan provinsi diambil alih menjadi jalan nasional. Harapannya agar pemerintah pusat dapat menjalankan kewenangannya dengan mempercepat perbaikan peningkatan infrastruktur terhadap jalan nasional.

Baca Juga :  Denzibang Palangkaraya Bangun Pagar Musala

“Termasuk rencana Jalan Siduk-Sukadana bila telah ditetapkan sebagai jalan nasional. Namun permintaan pemprov itu tidak kunjung dipenuhi oleh pemerintah pusat,” pungkasnya.(bar)

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengungkapkan, masih terbatasnya anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) membuat pembangunan infrastruktur khususnya jalan di daerah-daerah terus dilakukan secara bertahap. Seperti ruas jalan Siduk-Sukadana dan Sukadana-Teluk Batang di Kabupaten Kayong Utara (KKU) yang sering dikeluhkan masyarakat.

Pemprov menurutnya tetap mengusahakan peningkatan infrastuktur jalan tersebut dengan keterbatasan dana yang ada. Pembangunan ruas jalan Siduk-Sukadana dan Sukadana-Teluk Batang dikatakan dia sudah dianggarkan. Untuk tahun 2022 bahkan sudah dilelang dan sudah ada pemenangnya sejak bulan lalu. Peningkatannya pun sedang dilakukan.

“Jadi bukan karena ada aksi (ribut) lalu pemprov baru bereaksi, Pemprov sudah menganggarkan dan sudah selesai lelang juga mendapatkan pemenang untuk pengerjaan,” katanya, Sabtu (14/5).

Baca Juga :  Nongkrong Saat Pandemi, Tetap Patuhi Prokes Agar Aman

Harisson mengatakan adalah keinginan semua pemimpin baik gubernur, bupati maupun wali kota untuk membuat semua infrastruktur di daerah yang dipimpin dibangun sebaik-baiknya. “Kalau semua infrastruktur di daerahnya baik, maka yang akan dipuji adalah pemimpinnya. Siapa yang tidak mau melakukan itu bila anggaran melimpah atau tersedia,” tambahnya.

Namun semua keinginan itu, lanjut dia, tidak akan bisa terpenuhi mengingat sangat terbatasnya anggaran sehingga pembangunan harus dibagi sedikit-sedikit dan bertahap. Harisson menjelaskan, mengingat keterbatasan anggaran di Kalbar itu, maka sudah ada upaya dari pemprov pada tahun 2018 untuk meminta kepada pemerintah pusat agar beberapa ruas jalan provinsi diambil alih menjadi jalan nasional. Harapannya agar pemerintah pusat dapat menjalankan kewenangannya dengan mempercepat perbaikan peningkatan infrastruktur terhadap jalan nasional.

Baca Juga :  Pembangunan di Tiga Triwulan Awal

“Termasuk rencana Jalan Siduk-Sukadana bila telah ditetapkan sebagai jalan nasional. Namun permintaan pemprov itu tidak kunjung dipenuhi oleh pemerintah pusat,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/