alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia Ajarkan Cuci Tangan dengan Benar

PONTIANAK – Dompet Ummat bekerja sama dengan Dinas KesehatanKalimantan Barat dan PMI Kota Pontianak menggelar edukasi cara cuci tanganpakai sabun yang benar untuk Pesantren di wilayah Pontianak dan Kubu Raya, Sabtu(15/10) di Pondok Pesantren Serumpun Cahaya di Parit Jawi Punggur BesarKecamatan Kakap Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan yang digelar untuk memperingati hari Cuci TanganPakai Sabun Sedunia ini juga melibatkan beberapa komunitas di Kota Pontianak.Selain edukasi, dalam kegiatan juga digelar pembagian 300 paket Hygiene Kitberupa sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, spons mandi, hand sanitizer sertamasker untuk santriwan dan santriwati.

Direktur Dompet Ummat Muhammad Yusuf mengatakan banyak orangyang mencuci tangan tapi dengan cara yang belum tepat. Untuk itu dalam rangkahari cuci tangan sedunia pihaknya mengundang dinas kesehatan untuk memberikanedukasi cara cuci tangan yang baik dan benar sesuai WHO.

“Ada sekitar 50 santri yang bermukim dan mereka tampakantusias mendengar mempraktekkan cara cuci tangan yang baik,” kata Yusuf.

Staff Seksi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Eka FitriWahyuni mengatakan cuci tangan harus dilakukan dengan benar untuk menghindaripenyakit menular. Ia menyebutkan sekitar 46.000 kuman yang ada di tangan.

Baca Juga :  Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, Ajarkan Cuci Tangan dengan Benar 

“Jika terlihat dari kaca pembesar dan bisa berkembang dalamhitungan menit serta bisa hidup selama 3 jam sehingga kita harus mencuci tanganyang benar,” ajak Eka.

Adapun rangkaian kegiatannya diantaranya edukasi santritentang tujuh langkah cuci tangan pakai sabun. Eka langsung memberikan contohcuci tangan yang benar dan diikuti santriwan dan santriwati. Penanggung Jawab Program Tangan Bersih untuk Semua Muhammad Tohir mengatakan dalam kegiatan itu pihaknya menyalurkan paket sembako berupatelur, ikan sarden, mie telur, garam, dan bumbu dapur serta susu zee untukkebutuhan nutrisi santri yang bermukim.

“Kami masih menggalang dana hingga 20 Oktober 2021. Donasiyang masuk akan kami salurkan ke beberapa pesantren di wilayah Kubu Raya danKota Pontianak,” ujar Muhammad Tohir.

Adapun pihak yang terlibat dalam kegiatan itu para donatur,mitra Dompet Ummat, Dinas kesehatan Kalimantan Barat, PMI Kota Kota Pontianak,PT. Enseval (Susu Zee) dan komunitas-komunitas seperti Bem Poltekkes Pontianak,Iyale Kalbar, Explore For Humanity, HMI Cabang Pontianak, KSR Unit IAIN, KSRUnit Untan, KSR Unit Polnep, KSR Ikip PGRI Pontianak, HMPS Mada dan Dema IAINPontianak.

Baca Juga :  Komisioner KI : Kalbar Masuk Provinsi Informatif

Di lain tempat, Pembina Pondok Pesantren Serumpun Cahaya Rusdiyansyahmengatakan faktor sanitasi memang menjadi salah satu kendala di pondok. Selamaini salah satu penyakit yang biasa diderita anak-anak adalah gatal-gatal.

“Dengan adanya edukasi tentang cuci tangan ini, kami berharap,terutama para santri paham dan bisa mempraktekkan,” kata Rusdiyansyah.

Rusdiyansyah mengatakan para santri mendapat tambahan edukasiuntuk menjaga kebersihan diri sendiri. Seperti menjemur handuk, bantal, bantaldan kasur yang dipakai. Kemudian pentingnya sirkulasi udara.

“Yang paling penting siswa harus rajin mencuci tangan dengansabun agar terhindar dari kuman,” kata Rusdiyansyah.

Salah satu santri, Hesti mengatakan baru mengetahui ada tujuhlangkah cara cuci tangan yang benar.

“Saya baru tahu juga jika ada 46000 kuman ditelapak tangan sehingga penting mengetahui tujuh langkah cara mencuci tanganyang benar,” pungkasnya. (mse/r)

PONTIANAK – Dompet Ummat bekerja sama dengan Dinas KesehatanKalimantan Barat dan PMI Kota Pontianak menggelar edukasi cara cuci tanganpakai sabun yang benar untuk Pesantren di wilayah Pontianak dan Kubu Raya, Sabtu(15/10) di Pondok Pesantren Serumpun Cahaya di Parit Jawi Punggur BesarKecamatan Kakap Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan yang digelar untuk memperingati hari Cuci TanganPakai Sabun Sedunia ini juga melibatkan beberapa komunitas di Kota Pontianak.Selain edukasi, dalam kegiatan juga digelar pembagian 300 paket Hygiene Kitberupa sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, spons mandi, hand sanitizer sertamasker untuk santriwan dan santriwati.

Direktur Dompet Ummat Muhammad Yusuf mengatakan banyak orangyang mencuci tangan tapi dengan cara yang belum tepat. Untuk itu dalam rangkahari cuci tangan sedunia pihaknya mengundang dinas kesehatan untuk memberikanedukasi cara cuci tangan yang baik dan benar sesuai WHO.

“Ada sekitar 50 santri yang bermukim dan mereka tampakantusias mendengar mempraktekkan cara cuci tangan yang baik,” kata Yusuf.

Staff Seksi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Eka FitriWahyuni mengatakan cuci tangan harus dilakukan dengan benar untuk menghindaripenyakit menular. Ia menyebutkan sekitar 46.000 kuman yang ada di tangan.

Baca Juga :  Vaksinasi Mandiri Mulai Setelah Idulfitri

“Jika terlihat dari kaca pembesar dan bisa berkembang dalamhitungan menit serta bisa hidup selama 3 jam sehingga kita harus mencuci tanganyang benar,” ajak Eka.

Adapun rangkaian kegiatannya diantaranya edukasi santritentang tujuh langkah cuci tangan pakai sabun. Eka langsung memberikan contohcuci tangan yang benar dan diikuti santriwan dan santriwati. Penanggung Jawab Program Tangan Bersih untuk Semua Muhammad Tohir mengatakan dalam kegiatan itu pihaknya menyalurkan paket sembako berupatelur, ikan sarden, mie telur, garam, dan bumbu dapur serta susu zee untukkebutuhan nutrisi santri yang bermukim.

“Kami masih menggalang dana hingga 20 Oktober 2021. Donasiyang masuk akan kami salurkan ke beberapa pesantren di wilayah Kubu Raya danKota Pontianak,” ujar Muhammad Tohir.

Adapun pihak yang terlibat dalam kegiatan itu para donatur,mitra Dompet Ummat, Dinas kesehatan Kalimantan Barat, PMI Kota Kota Pontianak,PT. Enseval (Susu Zee) dan komunitas-komunitas seperti Bem Poltekkes Pontianak,Iyale Kalbar, Explore For Humanity, HMI Cabang Pontianak, KSR Unit IAIN, KSRUnit Untan, KSR Unit Polnep, KSR Ikip PGRI Pontianak, HMPS Mada dan Dema IAINPontianak.

Baca Juga :  Komisioner KI : Kalbar Masuk Provinsi Informatif

Di lain tempat, Pembina Pondok Pesantren Serumpun Cahaya Rusdiyansyahmengatakan faktor sanitasi memang menjadi salah satu kendala di pondok. Selamaini salah satu penyakit yang biasa diderita anak-anak adalah gatal-gatal.

“Dengan adanya edukasi tentang cuci tangan ini, kami berharap,terutama para santri paham dan bisa mempraktekkan,” kata Rusdiyansyah.

Rusdiyansyah mengatakan para santri mendapat tambahan edukasiuntuk menjaga kebersihan diri sendiri. Seperti menjemur handuk, bantal, bantaldan kasur yang dipakai. Kemudian pentingnya sirkulasi udara.

“Yang paling penting siswa harus rajin mencuci tangan dengansabun agar terhindar dari kuman,” kata Rusdiyansyah.

Salah satu santri, Hesti mengatakan baru mengetahui ada tujuhlangkah cara cuci tangan yang benar.

“Saya baru tahu juga jika ada 46000 kuman ditelapak tangan sehingga penting mengetahui tujuh langkah cara mencuci tanganyang benar,” pungkasnya. (mse/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/