alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Dua Jenazah Korban SJ-182 Tiba, Gubernur Ucapkan Belasungkawa

PONTIANAK – Dua jenazah korban insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 atas nama Ihsan Adhlan Hakim dan Hj Agus Minarni, tiba di Pontianak, Sabtu (16/1). Jenazah Ihsan Adhlan diterbangkan menggunakan pesawat Lion Air JT 684 pukul 12.00 dan tiba di Bandara Internasional Supadio Pontianak pukul 13.43. Kedatangan jenazah Ishan didampingi adik kandung korban, Arwin.

Setibanya di Bandara Supadio International Pontianak, jenazah langsung diserahterimakan oleh kepala Basarnas Pontianak Yopi Haryadi kepada Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji yang selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga korban.

Usai serah terima, jenazah Ihsan langsung dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Jalan H Rais A Rachman, Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat untuk proses pemakaman.

Sementara itu, jenazah atas nama Hj Agus Minarni diterbangkan menggunakan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-186 pukul 14.30 dan tiba di Bandara Supadio pukul 15.50.

Kedatangan jenazah Hj. Agus Minarni disambut oleh Gubernur Sutarmidji dan langsung diserahkan kepada keluarga korban yang diwakili oleh paman korban, Jamiat.

PENYERAHAN : Pihak keluarga dari Agus Minarni salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 asal Kabupaten Mempawah saat menunggu penyerahan jenazah di Bandara Supadio Pontianak, Sabtu (16/1). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Menurut Jamiat, almarhumah Hj Agus Minarni meninggalkan dua anak, yang saat ini tengah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Gontor Darussalam.  “Saya atas nama keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, pemerintah daerah yang telah membantu pemulangan keponakan kami,” kata Jamiat.  Setelah proses serah terima, jenazah dibawa ke Sengkubang, Kabupaten Mempawah untuk proses pemakaman.

Dalam kesempatan itu, Sutarmidji mengatakan, atas nama pemerintah Provinsi Kalbar menerima dua jenazah korban musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, “Bersama, kita doakan almarhum ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga diampuni dosa dan amalnya diterima Allah SW,” katanya.

Baca Juga :  Empat Ketua DPD PSI di Empat Kabupaten Kalbar Dikukuhkan

Midji juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat yang membantu dalam proses pencarian korban hingga ditemukan serta diserahkan kepada pihak keluarga. “Kepada keluarga kami turut berduka cita dan keluarga yang ditinggalkan tabah dan sabar menghadapi musibah ini,” ucapnya. Midji berharap, tim DVI bisa mengidentifikasi para korban lain sehingga proses pemulangan jenazah lebih cepat dan bersamaan.

Kepala Basarnas Pontianak Yopi Haryadi menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Mewakili Kepala Basarnas, pihaknya mengucapkan permintaan maaf jika dalam pelaksanaan operasi SAR, terdapat kekurangan dan hal-hal yang kurang berkenan, serta kekhilafan.

Di sisi lain, hingga sehari sebelumnya, tim SAR gabungan telah mengidentifikasi sebanyak 17 korban. Mereka yakni Isti Yudha Prastika, Toni Ismail, Dinda Amelia, Putri Wahyuni, Rahmawati, Ricko, Ihsan Adhlan Hakim, Supianto, Pipit Piyono, Mia Trasetyani, Yohanes Suherdi, Okky Bisma, Fadly Satrianto, Khasanah, Asy Habul Yamin, Agus Minarni, dan Indah Halimah Putri. Dari 17 korban yang teridentifikasi, kata Yopi, ada delapan orang Kalbar. “Besok ada dua jenazah yang akan dipulangkan. Atas nama Dinda Amalia dan Yohanes Suherdi,” kata Yopi.

Terpisah Distrik Manajer Sriwijaya Air Group Pontianak Faisal Rahman mengatakan, dua jenazah yang akan dipulangkan besok atas nama Dinda Amalia dan Yohanes Suherdi dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air SJ 185 pukul 05.00 Wib dan tiba 06.30 WIB.

Tujuh Korban Kembali Teridentifikasi

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali berhasil mengidentifikasi jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Pada Sabtu (16/1), sebanyak tujuh korban berhasil didapat identitasnya. “Hasil identifikasi, sampai jam 17.00 berhasil mengidentifikasi sebanyak 7 korban,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartanto di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (16/1).

Baca Juga :  Nur Khalifatul Amin Dimakamkan di Samping Liang Lahat Istri

Korban yang teridentifikasi hari ini yaitu Rosi Wahyuni, 51; Riski Wahyudi 26; Neli, 49; Beben Sofian, 58; Mahfufatul Yeti Sriyaningsih, Arifin Ilyas, 26; Aneta Fauziah, 38. Secara menyeluruh, tim DVI Polri telah berhasil mengidentifikasi 24 korban sejak hari pertama. “Sampai pukul 17.00 WIB korban yang berhasil diidentifikasi sebanyak 24 korban,” imbuh Rusdi.

Para korban yang teridentifikasi hari ini didapat identitasnya berdasarkan pencocokan sidik jari dan DNA. Proses rekonsiliasi akan terus dilaksanakan dengan mencocokan dengan potongan tubuh yang ditemukan.

Diketahui, Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.(arf/jp)

PONTIANAK – Dua jenazah korban insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 atas nama Ihsan Adhlan Hakim dan Hj Agus Minarni, tiba di Pontianak, Sabtu (16/1). Jenazah Ihsan Adhlan diterbangkan menggunakan pesawat Lion Air JT 684 pukul 12.00 dan tiba di Bandara Internasional Supadio Pontianak pukul 13.43. Kedatangan jenazah Ishan didampingi adik kandung korban, Arwin.

Setibanya di Bandara Supadio International Pontianak, jenazah langsung diserahterimakan oleh kepala Basarnas Pontianak Yopi Haryadi kepada Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji yang selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga korban.

Usai serah terima, jenazah Ihsan langsung dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Jalan H Rais A Rachman, Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat untuk proses pemakaman.

Sementara itu, jenazah atas nama Hj Agus Minarni diterbangkan menggunakan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-186 pukul 14.30 dan tiba di Bandara Supadio pukul 15.50.

Kedatangan jenazah Hj. Agus Minarni disambut oleh Gubernur Sutarmidji dan langsung diserahkan kepada keluarga korban yang diwakili oleh paman korban, Jamiat.

PENYERAHAN : Pihak keluarga dari Agus Minarni salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 asal Kabupaten Mempawah saat menunggu penyerahan jenazah di Bandara Supadio Pontianak, Sabtu (16/1). MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Menurut Jamiat, almarhumah Hj Agus Minarni meninggalkan dua anak, yang saat ini tengah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Gontor Darussalam.  “Saya atas nama keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, pemerintah daerah yang telah membantu pemulangan keponakan kami,” kata Jamiat.  Setelah proses serah terima, jenazah dibawa ke Sengkubang, Kabupaten Mempawah untuk proses pemakaman.

Dalam kesempatan itu, Sutarmidji mengatakan, atas nama pemerintah Provinsi Kalbar menerima dua jenazah korban musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, “Bersama, kita doakan almarhum ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga diampuni dosa dan amalnya diterima Allah SW,” katanya.

Baca Juga :  Perusahaan diminta Bayar THR Tepat Waktu

Midji juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat yang membantu dalam proses pencarian korban hingga ditemukan serta diserahkan kepada pihak keluarga. “Kepada keluarga kami turut berduka cita dan keluarga yang ditinggalkan tabah dan sabar menghadapi musibah ini,” ucapnya. Midji berharap, tim DVI bisa mengidentifikasi para korban lain sehingga proses pemulangan jenazah lebih cepat dan bersamaan.

Kepala Basarnas Pontianak Yopi Haryadi menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Mewakili Kepala Basarnas, pihaknya mengucapkan permintaan maaf jika dalam pelaksanaan operasi SAR, terdapat kekurangan dan hal-hal yang kurang berkenan, serta kekhilafan.

Di sisi lain, hingga sehari sebelumnya, tim SAR gabungan telah mengidentifikasi sebanyak 17 korban. Mereka yakni Isti Yudha Prastika, Toni Ismail, Dinda Amelia, Putri Wahyuni, Rahmawati, Ricko, Ihsan Adhlan Hakim, Supianto, Pipit Piyono, Mia Trasetyani, Yohanes Suherdi, Okky Bisma, Fadly Satrianto, Khasanah, Asy Habul Yamin, Agus Minarni, dan Indah Halimah Putri. Dari 17 korban yang teridentifikasi, kata Yopi, ada delapan orang Kalbar. “Besok ada dua jenazah yang akan dipulangkan. Atas nama Dinda Amalia dan Yohanes Suherdi,” kata Yopi.

Terpisah Distrik Manajer Sriwijaya Air Group Pontianak Faisal Rahman mengatakan, dua jenazah yang akan dipulangkan besok atas nama Dinda Amalia dan Yohanes Suherdi dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air SJ 185 pukul 05.00 Wib dan tiba 06.30 WIB.

Tujuh Korban Kembali Teridentifikasi

Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri kembali berhasil mengidentifikasi jenazah korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Pada Sabtu (16/1), sebanyak tujuh korban berhasil didapat identitasnya. “Hasil identifikasi, sampai jam 17.00 berhasil mengidentifikasi sebanyak 7 korban,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartanto di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (16/1).

Baca Juga :  Sektor Penerbangan Bergairah Lagi

Korban yang teridentifikasi hari ini yaitu Rosi Wahyuni, 51; Riski Wahyudi 26; Neli, 49; Beben Sofian, 58; Mahfufatul Yeti Sriyaningsih, Arifin Ilyas, 26; Aneta Fauziah, 38. Secara menyeluruh, tim DVI Polri telah berhasil mengidentifikasi 24 korban sejak hari pertama. “Sampai pukul 17.00 WIB korban yang berhasil diidentifikasi sebanyak 24 korban,” imbuh Rusdi.

Para korban yang teridentifikasi hari ini didapat identitasnya berdasarkan pencocokan sidik jari dan DNA. Proses rekonsiliasi akan terus dilaksanakan dengan mencocokan dengan potongan tubuh yang ditemukan.

Diketahui, Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Pesawat take off dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.36 WIB. Jadwal tersebut mundur dari jadwal penerbangan sebelumnya 13.35 WIB. Penundaan keberangkatan karena faktor cuaca.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.(arf/jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/