alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Ribuan Rumah Masih Terendam, Bupati Serukan Evakuasi

NGABANG – Hari ketiga banjir di Kabupaten Landak pada Sabtu (16/1) makin parah. Ratusan warga mengevakuasi diri ke tempat lebih aman karena ketinggian air terus meningkat di Kecamatan Kuala Behe dan Ngabang. Berdasarkan dari laporan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, total 1.528 rumah terendam di lima kecamatan. Jumlah warga terdampak banjir mencapai 1.551 Kepala Keluarga (KK) atau 2.106 jiwa.

Sementara itu, kondisi banjir di Kecamatan Air besar dan Kecamatan Sengah Temila sudah mulai surut, namun info kemarin hujan lebat masih melanda wilayah tersebut. Sedangkan di Kecamatan Kuala Behe, permukaan air masih terus naik dan bertahan. Ketinggian air mencapai atap rumah warga atau sekitar tiga meter.

Tim BPBD pun harus mengevakuasi warga yang terdampak banjir. “Kami juga menyalurkan logistik ke mahasiswa yang sedang melakukan magang dan terjebak di Dusun Kreasi, Desa Nyawan sebanyak 27 mahasiswa,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Landak, Herman Masnur, Sabtu (16/1). Sementara itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Pontianak Post, banjir di Kota Ngabang kian tinggi.

Air telah menggenangi terminal Dara Itam Ngabang. Ketinggian air mencapai 50cm. Hanya beberapa sepeda motor yang nekat memaksakan lewat. Sisanya menggunakan ojek perahu yang disediakan warga.

Baca Juga :  Lima Ribu Blangko KTP Tersedia

Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan pemkab bekerja sama dengan pihak terkait telah berupaya untuk menangani bencana yang terjadi. Mulai dari proses evakuasi korban hingga penyediaan tempat mengungsi. Karolin mengatakan, hal prioritas yang dilakukan yaitu menangani para pengungsi, seperti menyiapkan tempat hingga menyediakan makanan dan obat-obatan.

“Yang menjadi prioritas kami yaitu menangani para pengungsi, ini yang paling penting. Kita telah berupaya menyediakan tempat untuk pengungsi, kemudian menyalurkan bantuan makanan dan menyediakan obat-obatan bagi mereka,” terang Karolin saat ditemui di Ngabang, Sabtu (16/1).

Di Kecamatan Ngabang sudah ada 20 orang yang berada di tempat pengungsian dan ada bayi yang berumur 29 hari. Bupati mengingatkan semua pihak untuk berupaya mencegah jangan sampai terjadi korban jiwa saat bencana banjir.

Sebelum masuk ke posko pengungsian, satu persatu warga mengikuti diambil sampel swabnya, lalu diperiksa menggunakan rapid antigen Covid-19. “Prioritas kita yakni keselamatan warga. Oleh sebab itu, kita mewajibkan rapid antigen bagi warga yang mengungsi di posko dengan tujuan meminimalisir terjadinya penularan virus corona. Puji tuhan semua pengungsi aman semua setelah di rapid antigen,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pemerintah sudah sudah memerintahkan aparat mulai dari tingkat kecamatan hingga di desa yang rawan terkena banjir, agar bisa melakukan penanganan dini saat terjadi bencana. “Jangan sampai ada korban jiwa, itu yang harus dihindari,” katanya.

Baca Juga :  Miris... Di Sambas Anak Dicabuli di Warung Kopi

Bupati Karolin juga menyampaikan bahwa sesuai prakiraan cuaca dari BMKG dilaporkan untuk wilayah Kabupaten Landak masih akan diguyur hujan. Karena itu, dirinya menyeru warga untuk tetap waspada. “Prakiraan cuaca BMKG memperkirakan hari ini akan turun hujan di wilayah Kabupaten Landak. Saya minta masyarakat untuk tetap waspada,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang kondisi rumahnya sudah tergenang banjir cukup tinggi diminta untuk segera mengungsi. Pemerintah juga saat ini mempersiapkan lokasi pengungsian cadangan di bangunan eks Kantor Bupati Landak.

“Kita sangat prihatin dengan musibah banjir yang melanda wilayah kita hingga saat ini akibat kondisi cuaca yang ekstrem. Mari saling menguatkan dan bergotong-royong dalam menghadapi musibah ini,” jelasnya. Karolin berpesan kepada warga yang memerlukan bantuan evakuasi untuk segera menghubungi aparat desa. Hal ini agar upaya evakuasi dapat dikoordinasikan dengan BPBD yang siap ke lapangan.

“Mari kita bergotong royong dan saling menolong dalam menghadapi musibah ini. Dan saya mengajak seluruh elemen masyarakat berdoa agar cuaca segera membaik dan kita dijauhkan dari bencana yang lebih parah. Semoga Tuhan menjaga dan melindungi kita semua,” imbuhnya. (mif)

NGABANG – Hari ketiga banjir di Kabupaten Landak pada Sabtu (16/1) makin parah. Ratusan warga mengevakuasi diri ke tempat lebih aman karena ketinggian air terus meningkat di Kecamatan Kuala Behe dan Ngabang. Berdasarkan dari laporan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, total 1.528 rumah terendam di lima kecamatan. Jumlah warga terdampak banjir mencapai 1.551 Kepala Keluarga (KK) atau 2.106 jiwa.

Sementara itu, kondisi banjir di Kecamatan Air besar dan Kecamatan Sengah Temila sudah mulai surut, namun info kemarin hujan lebat masih melanda wilayah tersebut. Sedangkan di Kecamatan Kuala Behe, permukaan air masih terus naik dan bertahan. Ketinggian air mencapai atap rumah warga atau sekitar tiga meter.

Tim BPBD pun harus mengevakuasi warga yang terdampak banjir. “Kami juga menyalurkan logistik ke mahasiswa yang sedang melakukan magang dan terjebak di Dusun Kreasi, Desa Nyawan sebanyak 27 mahasiswa,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Landak, Herman Masnur, Sabtu (16/1). Sementara itu, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Pontianak Post, banjir di Kota Ngabang kian tinggi.

Air telah menggenangi terminal Dara Itam Ngabang. Ketinggian air mencapai 50cm. Hanya beberapa sepeda motor yang nekat memaksakan lewat. Sisanya menggunakan ojek perahu yang disediakan warga.

Baca Juga :  Ajak Warga Gotong Royong Atasi Banjir

Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan pemkab bekerja sama dengan pihak terkait telah berupaya untuk menangani bencana yang terjadi. Mulai dari proses evakuasi korban hingga penyediaan tempat mengungsi. Karolin mengatakan, hal prioritas yang dilakukan yaitu menangani para pengungsi, seperti menyiapkan tempat hingga menyediakan makanan dan obat-obatan.

“Yang menjadi prioritas kami yaitu menangani para pengungsi, ini yang paling penting. Kita telah berupaya menyediakan tempat untuk pengungsi, kemudian menyalurkan bantuan makanan dan menyediakan obat-obatan bagi mereka,” terang Karolin saat ditemui di Ngabang, Sabtu (16/1).

Di Kecamatan Ngabang sudah ada 20 orang yang berada di tempat pengungsian dan ada bayi yang berumur 29 hari. Bupati mengingatkan semua pihak untuk berupaya mencegah jangan sampai terjadi korban jiwa saat bencana banjir.

Sebelum masuk ke posko pengungsian, satu persatu warga mengikuti diambil sampel swabnya, lalu diperiksa menggunakan rapid antigen Covid-19. “Prioritas kita yakni keselamatan warga. Oleh sebab itu, kita mewajibkan rapid antigen bagi warga yang mengungsi di posko dengan tujuan meminimalisir terjadinya penularan virus corona. Puji tuhan semua pengungsi aman semua setelah di rapid antigen,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pemerintah sudah sudah memerintahkan aparat mulai dari tingkat kecamatan hingga di desa yang rawan terkena banjir, agar bisa melakukan penanganan dini saat terjadi bencana. “Jangan sampai ada korban jiwa, itu yang harus dihindari,” katanya.

Baca Juga :  Wilmar Grup Serahkan 4000 Liter Minyak Goreng Untuk Korban Banjir

Bupati Karolin juga menyampaikan bahwa sesuai prakiraan cuaca dari BMKG dilaporkan untuk wilayah Kabupaten Landak masih akan diguyur hujan. Karena itu, dirinya menyeru warga untuk tetap waspada. “Prakiraan cuaca BMKG memperkirakan hari ini akan turun hujan di wilayah Kabupaten Landak. Saya minta masyarakat untuk tetap waspada,” ujarnya.

Bagi masyarakat yang kondisi rumahnya sudah tergenang banjir cukup tinggi diminta untuk segera mengungsi. Pemerintah juga saat ini mempersiapkan lokasi pengungsian cadangan di bangunan eks Kantor Bupati Landak.

“Kita sangat prihatin dengan musibah banjir yang melanda wilayah kita hingga saat ini akibat kondisi cuaca yang ekstrem. Mari saling menguatkan dan bergotong-royong dalam menghadapi musibah ini,” jelasnya. Karolin berpesan kepada warga yang memerlukan bantuan evakuasi untuk segera menghubungi aparat desa. Hal ini agar upaya evakuasi dapat dikoordinasikan dengan BPBD yang siap ke lapangan.

“Mari kita bergotong royong dan saling menolong dalam menghadapi musibah ini. Dan saya mengajak seluruh elemen masyarakat berdoa agar cuaca segera membaik dan kita dijauhkan dari bencana yang lebih parah. Semoga Tuhan menjaga dan melindungi kita semua,” imbuhnya. (mif)

Most Read

Artikel Terbaru

/