alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

Varian Baru Menyebar, Tetap Taat Protokol Kesehatan

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan telah masuknya penularan varian baru virus korona mutasi dari Inggris, India, dan Afrika Selatan ke Indonesia. Menurut Budi, penularan varian yang dikenal dengan nama B.1.1.7 (Inggris), B.1.617 (India), dan B.1.351 (Afrika) itu terkonsentrasi di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali.

“Kita bisa lihat ini adalah varian dari Inggris yang kebanyakan masuknya mulai bulan Januari dan ini beredar di daerah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali,” ujar Budi. Data Kemenkes mencatat, ada 13 kasus penularan Covid-19 dari mutasi B.1.1.7 asal Inggris. Kemudian, pemerintah mencatat, satu kasus positif Covid-19 di Bali terjadi akibat penularan varian B.1.351 dari Afrika Selatan. Selanjutnya, Budi menyebutkan, sudah ada 10 kasus penularan akibat varian mutasi ganda B.1.617 dari India.

Baca Juga :  Solusi Pembelajaran di Era Kenormalan Baru

“Akhir-akhir ini yang cukup banyak masuk ke Indonesia adalah varian dari India. Varian ini banyak kita temui di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah,” ujar Budi.

Dia meminta masyarakat tidak terlalu panik, namun tetap waspada. “Apa yang harus kita lakukan Bapak, Ibu? Kita tetap harus melakukan protokol kesehatan dengan disiplin memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Itu adalah cara yang paling baik untuk bisa mencegah penularan dari virus mutasi baru ini,” kata dia.

Menkes menekankan bahwa penerapan protokol kesehatan dan PPKM mikro secara disiplin adalah cara yang paling ampuh untuk mengontrol penularan yang disebabkan varian baru itu. Budi juga menyatakan, Kemenkes akan terus melakukan whole genome sequensing (WGS) secara lebih rapat di daerah-daerah yang sudah terlihat adanya penularan mutasi baru.

Baca Juga :  Pentingnya Evaluasi Mingguan Dilakukan Selama Pembelajaran Tatap Muka

“Untuk bisa dengan segera memonitor pola persebarannya sehingga kita bisa melakukan langkah-langkah isolasi atau langkah-langkah karantina yang tepat agar virus mutasi baru ini tidak cepat menyebar ke daerahdaerah lain,” tutur Budi.

Penemuan tiga varian virus korona tersebut diketahui setelah dilakukan whole genome sequencing (WGS) terhadap sampel spesimen di 786 laboratorium.

“Kalau dibandingkan di akhir Desember itu kurang lebih hanya 140 spesimen, yang saat ini sudah sampai angka 1.228 spesimen yang kita lakukan pemeriksaan genome sequencingnya,” ungkapnya. (sya/jp)

 

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan telah masuknya penularan varian baru virus korona mutasi dari Inggris, India, dan Afrika Selatan ke Indonesia. Menurut Budi, penularan varian yang dikenal dengan nama B.1.1.7 (Inggris), B.1.617 (India), dan B.1.351 (Afrika) itu terkonsentrasi di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali.

“Kita bisa lihat ini adalah varian dari Inggris yang kebanyakan masuknya mulai bulan Januari dan ini beredar di daerah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali,” ujar Budi. Data Kemenkes mencatat, ada 13 kasus penularan Covid-19 dari mutasi B.1.1.7 asal Inggris. Kemudian, pemerintah mencatat, satu kasus positif Covid-19 di Bali terjadi akibat penularan varian B.1.351 dari Afrika Selatan. Selanjutnya, Budi menyebutkan, sudah ada 10 kasus penularan akibat varian mutasi ganda B.1.617 dari India.

Baca Juga :  Pembangunan Waterfront Kapuas Indah-Senghie Dimulai

“Akhir-akhir ini yang cukup banyak masuk ke Indonesia adalah varian dari India. Varian ini banyak kita temui di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah,” ujar Budi.

Dia meminta masyarakat tidak terlalu panik, namun tetap waspada. “Apa yang harus kita lakukan Bapak, Ibu? Kita tetap harus melakukan protokol kesehatan dengan disiplin memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Itu adalah cara yang paling baik untuk bisa mencegah penularan dari virus mutasi baru ini,” kata dia.

Menkes menekankan bahwa penerapan protokol kesehatan dan PPKM mikro secara disiplin adalah cara yang paling ampuh untuk mengontrol penularan yang disebabkan varian baru itu. Budi juga menyatakan, Kemenkes akan terus melakukan whole genome sequensing (WGS) secara lebih rapat di daerah-daerah yang sudah terlihat adanya penularan mutasi baru.

Baca Juga :  Masa Reses, Dewan Mesti Sosialisasi Covid-19

“Untuk bisa dengan segera memonitor pola persebarannya sehingga kita bisa melakukan langkah-langkah isolasi atau langkah-langkah karantina yang tepat agar virus mutasi baru ini tidak cepat menyebar ke daerahdaerah lain,” tutur Budi.

Penemuan tiga varian virus korona tersebut diketahui setelah dilakukan whole genome sequencing (WGS) terhadap sampel spesimen di 786 laboratorium.

“Kalau dibandingkan di akhir Desember itu kurang lebih hanya 140 spesimen, yang saat ini sudah sampai angka 1.228 spesimen yang kita lakukan pemeriksaan genome sequencingnya,” ungkapnya. (sya/jp)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/