alexametrics
34 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

Daging Kurban Diantar Agar Tak Terjadi Antrean

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) telah mengeluarkan edaran mengenai penyelangga raan salat Iduladha dan pelaksanaan kurban 1442 H/2021 M di tengah pandemi korona. Dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021, penyelenggaraan salat Iduladha dan kurban wajib menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk memberikan rasa aman kepada umat Islam di tengah pandemi Covid-19 yang belum terkendali dan munculnya varian baru, perlu dilakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam penyelenggaraan salat Iduladha dan pelaksanaan kurban 1442 H,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada jajaran Ditjen Bimas Islam, kepala Kanwil Kemenag provinsi, kepala Kankemenag kabupaten/kota, kepala KUA kecamatan, pimpinan ormas Islam, pengurus masjid dan musala, panitia peringatan hari besar Islam, serta masyarakat muslim di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Tes Rapid Sebelum Pengamanan Pencoblosan

Gus Yaqut menambahkan, malam takbiran menyambut Hari Raya Iduladha pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid/musala dengan menaati beberapa ketentuan. Yakni, dilaksa na kan secara terbatas, paling banyak 10 persen dari kapa sitas masjid atau musala dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Sedangkan kegiatan takbir keliling dilarang untuk mengantisipasi keramaian atau kerumunan. Namun, kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid atau musala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi,” terangnya.

Sementara itu, pelaksanaan penyembelihan kurban berlang sung dalam waktu tiga hari, yakni 11, 12, dan 13 Zulhijah, untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan kurban. Pemotongan hewan kurban dilakukan di rumah pemotongan hewan ruminansia (RPH-R).

Baca Juga :  Hari ini Jokowi Disuntik Vaksin Kedua

“Dalam hal keterbata san jumlah dan kapasitas RPH-R, pemoto ngan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan protokol kesehatan yang ketat,” tegasnya.

Kegiatan penyembelihan, pengu litan, pencacahan daging, dan pendistribusian daging kurban kepada masyarakat yang berhak menerima wajib mem perha tikan penerapan protokol kesehatan secara ketat, seperti penggunaan alat tidak boleh secara bergantian dan hanya boleh dilakukan oleh panitia pemotongan hewan kurban dengan disaksikan oleh orang yang berkurban. (sya/jp)

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) telah mengeluarkan edaran mengenai penyelangga raan salat Iduladha dan pelaksanaan kurban 1442 H/2021 M di tengah pandemi korona. Dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021, penyelenggaraan salat Iduladha dan kurban wajib menerapkan protokol kesehatan.

“Untuk memberikan rasa aman kepada umat Islam di tengah pandemi Covid-19 yang belum terkendali dan munculnya varian baru, perlu dilakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam penyelenggaraan salat Iduladha dan pelaksanaan kurban 1442 H,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Surat edaran tersebut ditujukan kepada jajaran Ditjen Bimas Islam, kepala Kanwil Kemenag provinsi, kepala Kankemenag kabupaten/kota, kepala KUA kecamatan, pimpinan ormas Islam, pengurus masjid dan musala, panitia peringatan hari besar Islam, serta masyarakat muslim di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Guru se-Pontianak Selatan Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir

Gus Yaqut menambahkan, malam takbiran menyambut Hari Raya Iduladha pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid/musala dengan menaati beberapa ketentuan. Yakni, dilaksa na kan secara terbatas, paling banyak 10 persen dari kapa sitas masjid atau musala dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

“Sedangkan kegiatan takbir keliling dilarang untuk mengantisipasi keramaian atau kerumunan. Namun, kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid atau musala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi,” terangnya.

Sementara itu, pelaksanaan penyembelihan kurban berlang sung dalam waktu tiga hari, yakni 11, 12, dan 13 Zulhijah, untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan kurban. Pemotongan hewan kurban dilakukan di rumah pemotongan hewan ruminansia (RPH-R).

Baca Juga :  Kalbar Alami Krisis Iklim, Ekstraksi dan Eksploitasi Alam Picu Banjir

“Dalam hal keterbata san jumlah dan kapasitas RPH-R, pemoto ngan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan protokol kesehatan yang ketat,” tegasnya.

Kegiatan penyembelihan, pengu litan, pencacahan daging, dan pendistribusian daging kurban kepada masyarakat yang berhak menerima wajib mem perha tikan penerapan protokol kesehatan secara ketat, seperti penggunaan alat tidak boleh secara bergantian dan hanya boleh dilakukan oleh panitia pemotongan hewan kurban dengan disaksikan oleh orang yang berkurban. (sya/jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/