alexametrics
26.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Pandemi Pengaruhi Jumlah Pendaki dan Waktu Pendakian, Irfan Tetap Bermasker

PONTIANAK – Irfan Falah, pendaki asal Pontianak menceritakan pengalamannya saat mendaki bukit di masa pandemi Covid – 19. Pria berumur 21 tahun tersebut mengungkapkan bahwa dirinya sudah mendaki lebih dari 10 kali sejak duduk di bangku SMA.

“Pertama kali saya mendaki pada tahun 2017, saat itu saya masih kelas 11 SMA.  Di saat itu saya dan kawan-kawan liburan semester. Lalu saya dan kawan-kawan membicarakan perihal liburan namun saya pribadi yang mengusulkan bagaimana kalau liburan itu jangan terus-terusan di pantai. Lalu saya memberikan saran untuk mendaki. Kawan-kawan pada setuju. Akhirnya saya dan kawan-kawan pun mendaki ke Bukit Jamur,” ungkapnya, Jumat (17/09).

Saat Pandemi Covid-19 melanda, Irfan Falah mengaku dirinya sempat merasa tertekan karena tak dapat menjalani hobinya. Hingga pada tahun 2021, ia mencari peluang untuk mendaki. Menurutnya, protokol kesehatan yang ada di warga sekitar pendakian sangat kurang, karena banyak warga yang tidak menggunakan masker.

Baca Juga :  PT.PSP Bagikan Ribuan Masker dan Handsanitizer

“Awal Covid-19 ini, saya merasa tertekan. Sehingga saya pun mencoba mencari peluang untuk keluar dan mendaki pada 2021. Karena sudah hampir setahun saya tidak mendaki. Saya dan kawan-kawan memutuskan untuk pergi ke bukit di daerah Bengkayang. Awalnya saya kira aturan prokes Covid-19 akan ketat seperti di perkotaan. Namun di luar ekspektasi, ternyata warga di sana malah santainya tidak menggunakan masker. Namun kami sebagai tamu harus tetap menggunakan karena ada peraturan sekarang pendaki dibatasi dan waktu pendakian hanya pada waktu Jumat – Minggu saja dan selalu menggunakan masker saat mendaki,” tuturnya.

Ada perbedaan yang dirasakan Irfan Falah saat mendaki sebelum dan saat pandemi Covid-19. Ia mengatakan bahwa pada saat sekarang ini untuk mendaki diberlakukan pembatasan untuk jumlah pendaki dan juga waktu pendakiannya. Selain itu, juga diterapkan protokol kesehatan.

Baca Juga :  WHO Ungkap Alasan Ilmiah Mengapa Wajib Pakai Masker Kain 3 Lapis

“Untuk perbedaan itu terasanya di jumlah pendaki dan waktu pendakian. Karena sekarang ini, jumlah pendaki dan waktu kita mendaki dibatasi. Saat mendaki, kita juga tetap harus menjaga protokol kesehatan, seperti masker. Meskipun sedikit risih saat mendaki, harus menggunakan masker, itulah peraturan yang ada dan harus ditaati,” pungkasnya. (dya/sya)

PONTIANAK – Irfan Falah, pendaki asal Pontianak menceritakan pengalamannya saat mendaki bukit di masa pandemi Covid – 19. Pria berumur 21 tahun tersebut mengungkapkan bahwa dirinya sudah mendaki lebih dari 10 kali sejak duduk di bangku SMA.

“Pertama kali saya mendaki pada tahun 2017, saat itu saya masih kelas 11 SMA.  Di saat itu saya dan kawan-kawan liburan semester. Lalu saya dan kawan-kawan membicarakan perihal liburan namun saya pribadi yang mengusulkan bagaimana kalau liburan itu jangan terus-terusan di pantai. Lalu saya memberikan saran untuk mendaki. Kawan-kawan pada setuju. Akhirnya saya dan kawan-kawan pun mendaki ke Bukit Jamur,” ungkapnya, Jumat (17/09).

Saat Pandemi Covid-19 melanda, Irfan Falah mengaku dirinya sempat merasa tertekan karena tak dapat menjalani hobinya. Hingga pada tahun 2021, ia mencari peluang untuk mendaki. Menurutnya, protokol kesehatan yang ada di warga sekitar pendakian sangat kurang, karena banyak warga yang tidak menggunakan masker.

Baca Juga :  BEM STIH Soelthan M Tsjafioeddin Bagi Bingkisan .

“Awal Covid-19 ini, saya merasa tertekan. Sehingga saya pun mencoba mencari peluang untuk keluar dan mendaki pada 2021. Karena sudah hampir setahun saya tidak mendaki. Saya dan kawan-kawan memutuskan untuk pergi ke bukit di daerah Bengkayang. Awalnya saya kira aturan prokes Covid-19 akan ketat seperti di perkotaan. Namun di luar ekspektasi, ternyata warga di sana malah santainya tidak menggunakan masker. Namun kami sebagai tamu harus tetap menggunakan karena ada peraturan sekarang pendaki dibatasi dan waktu pendakian hanya pada waktu Jumat – Minggu saja dan selalu menggunakan masker saat mendaki,” tuturnya.

Ada perbedaan yang dirasakan Irfan Falah saat mendaki sebelum dan saat pandemi Covid-19. Ia mengatakan bahwa pada saat sekarang ini untuk mendaki diberlakukan pembatasan untuk jumlah pendaki dan juga waktu pendakiannya. Selain itu, juga diterapkan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Sokong Ekonomi di Tengah Pandemi, Azmi Ubah Barang Bekas Jadi Bernilai Seni

“Untuk perbedaan itu terasanya di jumlah pendaki dan waktu pendakian. Karena sekarang ini, jumlah pendaki dan waktu kita mendaki dibatasi. Saat mendaki, kita juga tetap harus menjaga protokol kesehatan, seperti masker. Meskipun sedikit risih saat mendaki, harus menggunakan masker, itulah peraturan yang ada dan harus ditaati,” pungkasnya. (dya/sya)

Most Read

Artikel Terbaru

/