alexametrics
25 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Perbanyak Vaksinasi untuk Anak

SELURUH kelompok usia memiliki risiko yang sama untuk terpapar Covid-19. Anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia dapat terpapar korona, baik bergejala maupun tidak. Untuk itulah, pemerintah terus menggenjot vaksinasi ke seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali pada anak.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap III bagi Masyarakat Rentan, Masyarakat Umum Lainnya, dan Anak Usia 12–17 Tahun.

Dikutip dari website resmi Kemenkes, vaksinasi pada anak dilakukan berdasar data peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada anak Indonesia. Hal itu menjadi pertimbangan pertama kebijakan vaksinasi pada anak atau kelompok usia 12–17 tahun. Pertimbangan selanjutnya adalah adanya rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional alias Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). BPOM juga memberikan persetujuan penggunaan vaksin Covid-19 produksi PT Bio Farma (Sinovac) untuk kelompok usia lebih dari 12 tahun tertanggal 27 Juni 2021.

Melalui SE tersebut, Kemenkes meminta seluruh kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten, dan kota untuk mempercepat vaksinasi Covid-19 tahap III mulai 1 Juli 2021. Terutama kepada direktur rumah sakit dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan penyelenggara vaksinasi Covid-19.

Baca Juga :  Jalan Tetap Dijaga Ketat Meski Larangan Mudik Berakhir

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, vaksinasi bagi anak usia 12–17 tahun dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan atau di sekolah/madrasah/pesantren. Sebelumnya, mereka harus berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan kanwil/kantor Kemenag setempat untuk mempermudah pendataan dan monitoring pelaksanaan. Keputusan itu, kata dia, diambil agar vaksinasi bagi anak tidak bercampur dengan kegiatan vaksinasi bagi orang-orang yang memiliki risiko lebih tinggi.

Vaksinasi ini akan dilakukan di dinas-dinas pendidikan, sekolah, agar tidak ben trok dengan program vaksinasi untuk orang-orang yang jauh lebih berisiko, yakni 18 tahun ke atas,” katanya.

Mekanisme skrining, penyun tikan, dan observasi vaksinasi ba gi anak usia 12–17 tahun sama dengan vaksinasi bagi masyarakat usia 18 tahun ke atas. Untuk mengikuti vaksinasi anak, masyarakat perlu membawa kartu keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan nomor induk kewarganegaraan (NIK) anak. Sementara itu, vaksin yang diberikan adalah vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian dengan interval minimal 28 hari. (sya/jp)

 

Latar Belakang Vaksin pada Anak

  • Kasus positif Covid-19 pada anak Indonesia usia 0–18 tahun menurut data covid19.go.id: 12,6%. Artinya, 1 di antara 8 orang yang tertular Covid-19 adalah anak. Kasus positif Covid-19 anak umur 1–5 tahun: 2,9%. Sementara itu, usia sekolah/remaja usia 6–18 tahun: 9,7%. Angka kematian pada anak umur 1–5 tahun: 0,6%, umur 6–18 tahun: 0,6%.
  • Untuk memutus penularan timbal balik antara orang dewasa dan anak, selain dengan upaya protokol kesehatan yang ketat, diperlukan percepatan imunisasi pada orang dewasa dan anak. Terutama pada remaja dengan mobilitas tinggi.
  • Anak dapat tertular dan/atau menularkan virus korona dari dan ke orang dewasa di sekitarnya meski tanpa gejala.
Baca Juga :  Gubernur Kalbar Terima Kunjungan Perdana Konsul Baru Malaysia

Rekomendasi IDAI

  • Percepatan vaksinasi Covid-19 pada anak dapat dilakukan dengan vaksin Covid-19 inactivated buatan Sinovac, karena sudah tersedia di Indonesia dan sudah ada uji klinis fase 1 dan 2 yang hasilnya aman serta memiliki serokonversi tinggi.
  • Berdasar prinsip kehati-hatian, sebaiknya imunisasi dimulai pada anak usia 12–17 tahun dengan beberapa pertimbangan. Yakni, jumlah subjek uji klinis memadai, mobilitas dan kemungkinan berkerumun di luar rumah cukup tinggi, serta mampu menyatakan keluhan KIPI bila ada.
  • Dosis 3 ug (0,5 ml), penyuntikan intramuskuler di otot deltoid lengan atas, diberikan 2 kali.

 

*SUMBER: IDAI dengan jarak 1 bulan.

SELURUH kelompok usia memiliki risiko yang sama untuk terpapar Covid-19. Anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia dapat terpapar korona, baik bergejala maupun tidak. Untuk itulah, pemerintah terus menggenjot vaksinasi ke seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali pada anak.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/1727/2021 tentang Vaksinasi Tahap III bagi Masyarakat Rentan, Masyarakat Umum Lainnya, dan Anak Usia 12–17 Tahun.

Dikutip dari website resmi Kemenkes, vaksinasi pada anak dilakukan berdasar data peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada anak Indonesia. Hal itu menjadi pertimbangan pertama kebijakan vaksinasi pada anak atau kelompok usia 12–17 tahun. Pertimbangan selanjutnya adalah adanya rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional alias Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). BPOM juga memberikan persetujuan penggunaan vaksin Covid-19 produksi PT Bio Farma (Sinovac) untuk kelompok usia lebih dari 12 tahun tertanggal 27 Juni 2021.

Melalui SE tersebut, Kemenkes meminta seluruh kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten, dan kota untuk mempercepat vaksinasi Covid-19 tahap III mulai 1 Juli 2021. Terutama kepada direktur rumah sakit dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan penyelenggara vaksinasi Covid-19.

Baca Juga :  Rakerprov KORMI Kalbar 2021, Wadah Evaluasi Program Kerja

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, vaksinasi bagi anak usia 12–17 tahun dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan atau di sekolah/madrasah/pesantren. Sebelumnya, mereka harus berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan kanwil/kantor Kemenag setempat untuk mempermudah pendataan dan monitoring pelaksanaan. Keputusan itu, kata dia, diambil agar vaksinasi bagi anak tidak bercampur dengan kegiatan vaksinasi bagi orang-orang yang memiliki risiko lebih tinggi.

Vaksinasi ini akan dilakukan di dinas-dinas pendidikan, sekolah, agar tidak ben trok dengan program vaksinasi untuk orang-orang yang jauh lebih berisiko, yakni 18 tahun ke atas,” katanya.

Mekanisme skrining, penyun tikan, dan observasi vaksinasi ba gi anak usia 12–17 tahun sama dengan vaksinasi bagi masyarakat usia 18 tahun ke atas. Untuk mengikuti vaksinasi anak, masyarakat perlu membawa kartu keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan nomor induk kewarganegaraan (NIK) anak. Sementara itu, vaksin yang diberikan adalah vaksin Sinovac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali pemberian dengan interval minimal 28 hari. (sya/jp)

 

Latar Belakang Vaksin pada Anak

  • Kasus positif Covid-19 pada anak Indonesia usia 0–18 tahun menurut data covid19.go.id: 12,6%. Artinya, 1 di antara 8 orang yang tertular Covid-19 adalah anak. Kasus positif Covid-19 anak umur 1–5 tahun: 2,9%. Sementara itu, usia sekolah/remaja usia 6–18 tahun: 9,7%. Angka kematian pada anak umur 1–5 tahun: 0,6%, umur 6–18 tahun: 0,6%.
  • Untuk memutus penularan timbal balik antara orang dewasa dan anak, selain dengan upaya protokol kesehatan yang ketat, diperlukan percepatan imunisasi pada orang dewasa dan anak. Terutama pada remaja dengan mobilitas tinggi.
  • Anak dapat tertular dan/atau menularkan virus korona dari dan ke orang dewasa di sekitarnya meski tanpa gejala.
Baca Juga :  Bersama Rakyat, TNI Kuat

Rekomendasi IDAI

  • Percepatan vaksinasi Covid-19 pada anak dapat dilakukan dengan vaksin Covid-19 inactivated buatan Sinovac, karena sudah tersedia di Indonesia dan sudah ada uji klinis fase 1 dan 2 yang hasilnya aman serta memiliki serokonversi tinggi.
  • Berdasar prinsip kehati-hatian, sebaiknya imunisasi dimulai pada anak usia 12–17 tahun dengan beberapa pertimbangan. Yakni, jumlah subjek uji klinis memadai, mobilitas dan kemungkinan berkerumun di luar rumah cukup tinggi, serta mampu menyatakan keluhan KIPI bila ada.
  • Dosis 3 ug (0,5 ml), penyuntikan intramuskuler di otot deltoid lengan atas, diberikan 2 kali.

 

*SUMBER: IDAI dengan jarak 1 bulan.

Most Read

Artikel Terbaru

/