alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Bukan dari Hewan Peliharaan, Scabies Jalan Apel Ditularkan Antarmanusia

PONTIANAK – Dalam beberapa hari terakhir warga di Gang Pisang Berangan, Jalan Apel, Kota Pontianak dihebohkan dengan penularan penyakit scabies antar warga sekitar. Penyakit kulit tersebut dipastikan tidak menular dari hewan peliharaan, melainkan antar manusia.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat (Kalbar) Nur Hidayatullah mengungkapkan, berdasarkan hasil investigasi mendalam dan hasil kajian pihak Puskesmas Perumnas 1, bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh jenis tungau sarcoptes scabei. Tungau ini dipastikan ditularkan antar orang per orang.

Ia mengatakan bahwa scabies yang terjadi bukan merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan yang ada di sekitar lingkungan tersebut. Meski berdasarkan hasil investigasi bahwa  penularan penyakit scabies digang tersebut memiliki sifat mudah menular. “Jadi yang paling mendekati dengan penularan tersebut adalah jenis tungau sarcoptes scabei yang lebih berperan dalam penyebaran penyakit tersebut,” katanya kepada awak media, Kamis (18/2).

Baca Juga :  PLN Gerak Cepat Pulihkan Gangguan Sistem Kelistrikan Khatulistiwa

Hidayatullah menambahkan dari kasus tersebut diperoleh fakta bahwa wilayah tersebut tercatat hanya ada tiga rumah yang memiliki hewan peliharaan kucing. Sementara para korban scabies pada manusiadi sana, seluruhnya tidak memelihara hewan peliharaan di rumahnya “Justru pada rumah yang dijumpai terdapat kucing scabies, tidak dijumpai adanya penderita penyakit scabies,” jelasnya.

Selain itu, juga tidak dijumpai hewan maupun ternak seperti kambing, anjing, dan kelinci yang merupakan hewan rentan scabies. Tim kesehatan memastikan apakah kucing-kucing di sana dalam kondisi sehat. “Dari hasil pemeriksaan di lapangan terhadap beberapa ekor kucing (liar) di gang tersebut tidak ditemukan tanda-tanda klinis scabies pada hewan,” ujarnya.

Sementara pada hewan peliharaan di rumah warga, ditemukan dua ekor kucing yang menunjukkan tanda-tanda scabies. “Kami lakukan pemeriksaan di rumah seorang warga dan ditemukan dua ekor kucing yang menunjukkan tanda-tanda scabies,”ucapnya.

Selanjutnya telah dilakukan pengambilan sampel untuk melakukan peneguhan diagnose dan mengidentifikasi jenis tungau yang menyebabkan scabies pada kucing tersebut. Sekaligus memberikan pengobatan terhadap kedua kucing yang terjangkit penyakit tersebut.

Baca Juga :  KPU Launching Pemilu Serentak

“Jadi berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang diambil dari kucing scabies di lokasi berhasil diidentifikasi tungau jenis notoedrescati,” jelasnya.

Tungau jenis notoedrescati dapat menular dari hewan ke manusia namun harus melalui kontak yang intensif. Berbeda dengan sarcoptes scabei yangmemang mudah menular dari hewan ke manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.Intinya dari kasus yang ditemukan di kawasan tersebut tungau yang ada di hewan berbeda dengan yang berada di manusia.

“Ada beberapa jenis tungau yang menjadi penyebab scabies pada hewan. Jenis sarcoptesscabei banyak dijumpai pada kasus scabies di kambing, anjing, babi, kuda dan sapi. Sedangkan jenis notoedrescati sering dijumpai pada kasus scabies di kucing, kelinci dan tikus,” pungkasnya. (bar)

PONTIANAK – Dalam beberapa hari terakhir warga di Gang Pisang Berangan, Jalan Apel, Kota Pontianak dihebohkan dengan penularan penyakit scabies antar warga sekitar. Penyakit kulit tersebut dipastikan tidak menular dari hewan peliharaan, melainkan antar manusia.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat (Kalbar) Nur Hidayatullah mengungkapkan, berdasarkan hasil investigasi mendalam dan hasil kajian pihak Puskesmas Perumnas 1, bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh jenis tungau sarcoptes scabei. Tungau ini dipastikan ditularkan antar orang per orang.

Ia mengatakan bahwa scabies yang terjadi bukan merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan yang ada di sekitar lingkungan tersebut. Meski berdasarkan hasil investigasi bahwa  penularan penyakit scabies digang tersebut memiliki sifat mudah menular. “Jadi yang paling mendekati dengan penularan tersebut adalah jenis tungau sarcoptes scabei yang lebih berperan dalam penyebaran penyakit tersebut,” katanya kepada awak media, Kamis (18/2).

Baca Juga :  GSM Pastikan Maju Kontestasi Pemilihan Ketum HIPMI Kalbar

Hidayatullah menambahkan dari kasus tersebut diperoleh fakta bahwa wilayah tersebut tercatat hanya ada tiga rumah yang memiliki hewan peliharaan kucing. Sementara para korban scabies pada manusiadi sana, seluruhnya tidak memelihara hewan peliharaan di rumahnya “Justru pada rumah yang dijumpai terdapat kucing scabies, tidak dijumpai adanya penderita penyakit scabies,” jelasnya.

Selain itu, juga tidak dijumpai hewan maupun ternak seperti kambing, anjing, dan kelinci yang merupakan hewan rentan scabies. Tim kesehatan memastikan apakah kucing-kucing di sana dalam kondisi sehat. “Dari hasil pemeriksaan di lapangan terhadap beberapa ekor kucing (liar) di gang tersebut tidak ditemukan tanda-tanda klinis scabies pada hewan,” ujarnya.

Sementara pada hewan peliharaan di rumah warga, ditemukan dua ekor kucing yang menunjukkan tanda-tanda scabies. “Kami lakukan pemeriksaan di rumah seorang warga dan ditemukan dua ekor kucing yang menunjukkan tanda-tanda scabies,”ucapnya.

Selanjutnya telah dilakukan pengambilan sampel untuk melakukan peneguhan diagnose dan mengidentifikasi jenis tungau yang menyebabkan scabies pada kucing tersebut. Sekaligus memberikan pengobatan terhadap kedua kucing yang terjangkit penyakit tersebut.

Baca Juga :  BPH Migas Kaget Solar Bersubsidi Langka di Kalbar

“Jadi berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang diambil dari kucing scabies di lokasi berhasil diidentifikasi tungau jenis notoedrescati,” jelasnya.

Tungau jenis notoedrescati dapat menular dari hewan ke manusia namun harus melalui kontak yang intensif. Berbeda dengan sarcoptes scabei yangmemang mudah menular dari hewan ke manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.Intinya dari kasus yang ditemukan di kawasan tersebut tungau yang ada di hewan berbeda dengan yang berada di manusia.

“Ada beberapa jenis tungau yang menjadi penyebab scabies pada hewan. Jenis sarcoptesscabei banyak dijumpai pada kasus scabies di kambing, anjing, babi, kuda dan sapi. Sedangkan jenis notoedrescati sering dijumpai pada kasus scabies di kucing, kelinci dan tikus,” pungkasnya. (bar)

Most Read

Mbah Kukuh

Kompleks Pasar Inpres Kembali Membara

Menag Minta Maaf

Awan Kumulonimbus di Atas Kalbar

Bukan Dibully Ersa Tunaikan Janji

Artikel Terbaru

/