alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Bukan Dibully Ersa Tunaikan Janji

PONTIANAK – Seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Pontianak, bernama Ersa dikabarkan menjadi korban perbuatan tidak menyenangkan.

Terpidana perkara narkoba itu, dimandikan dengan air comberan oleh sesama warga binaan. Video Ersa beredar di media sosial dan menjadi perbincangan hangat netizen.

Namun, kabar perbuatan tidak menyenangkan itu langsung dibantah Kalapas Kelas 2A Pontianak, Farhan Hidayat. Menurutnya, Ersa bukan dibully melainkan memenuhi janjinya, jika mendapat putusan kasasi lebih rendah.

“Itu bukan bullying. Ersa berjanji kepada teman-temannya jika hasil kasasi hukumannya turun, dirinya siap disiram dengan air comberan,” kata Farhan, Selasa (19/10).

Farhan menjelaskan, Ersa merupakan terpidana hukuman mati. Ketika menjalani sidang di pengadilan tingkat pertama, ia diputus hukuman seumur hidup. Mengajukan banding lalu diputus hukuman mati.

“Ersa mengajukan kasasi. Hasilnya ia putus pidana penjara 18 tahun,” ungkap Farhan.

Kabar putusan kasasi itu, lanjut Farhan, didengar oleh teman-temannya. Kemudian mereka menagih janji Ersa. Sehingga pada Jumat 15 Oktober, setelah salat, janji itupun dipenuhi.

Baca Juga :  Kejati Tahan Tersangka Baru Kredit Fiktif 

“Ada empat orang temannya yang menyiram air comberan. Pengalaman saya sebagai kalapas, kejadian seperti ini biasa. Sebagai ungkapan rasa syukur. Bahkan kadang ada yang dilempar telur atau dilempar ke parit,” tutur Farhan.

Terkait kabar yang menyebutkan jika bullying dilakukan oleh terpidana narkoba atas nama Teddy terhadap Ersa itu pun tidak benar.

Hanya saja, menurut Farhan, apa yang dilakukan Ersa dalam memenuhi janjinya itu tidak diketahui dan tidak ada izin yang diberikan oleh petugas Lapas.

“Untuk handphone yang memvideokan sudah kami sita dan kita akan telusuri dari mana dia mendapatkannya,” tegas Farhan.

Farhan menyatakan, terhadap warga binaan yang memiliki telepon genggam, telah diberikan sanksi, yakni dipindahkan ke sel isolasi.

Baca Juga :  Perjuangan Desa Bunut Hilir Melepas Kasus Stunting

Untuk Teddy, Farhan menambahkan, merupakan terpidana narkoba dengan hukuman mati. Dari klarifikasi, Teddy menanyakan prial putusan kasasi yang didapat oleh Ersan.

Farhan menerangkan, dari perbincangan itu, Teddy kemudian mengajukan upaya hukum. Namun hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Jadi tidak ada hubungan antara janji Ersa kepada teman-temannya,” terang Farhan.

Sebelumnya, beredar video di media sosial dan pesan whatsapp, jika seorang warga binaan Lapas Kelas 2A Pontianak diguyur dengan air comberan oleh warga binaan lainnya.

Terlihat warga binaan itu duduk jongkok. Seorang warga binaan lainnya memegang ember mengambil air comberan. Pria itu kemudian disiram.

Dalam narasi di video, warga binaan tersebut dibully oleh warga binaan lain.

Namun faktanya ternyata tidak demikian. Warga binaan yang diguyur dengan air comberan secara berulang kali oleh warga binaan ternyata memenuhi janjinya. (adg)

PONTIANAK – Seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Pontianak, bernama Ersa dikabarkan menjadi korban perbuatan tidak menyenangkan.

Terpidana perkara narkoba itu, dimandikan dengan air comberan oleh sesama warga binaan. Video Ersa beredar di media sosial dan menjadi perbincangan hangat netizen.

Namun, kabar perbuatan tidak menyenangkan itu langsung dibantah Kalapas Kelas 2A Pontianak, Farhan Hidayat. Menurutnya, Ersa bukan dibully melainkan memenuhi janjinya, jika mendapat putusan kasasi lebih rendah.

“Itu bukan bullying. Ersa berjanji kepada teman-temannya jika hasil kasasi hukumannya turun, dirinya siap disiram dengan air comberan,” kata Farhan, Selasa (19/10).

Farhan menjelaskan, Ersa merupakan terpidana hukuman mati. Ketika menjalani sidang di pengadilan tingkat pertama, ia diputus hukuman seumur hidup. Mengajukan banding lalu diputus hukuman mati.

“Ersa mengajukan kasasi. Hasilnya ia putus pidana penjara 18 tahun,” ungkap Farhan.

Kabar putusan kasasi itu, lanjut Farhan, didengar oleh teman-temannya. Kemudian mereka menagih janji Ersa. Sehingga pada Jumat 15 Oktober, setelah salat, janji itupun dipenuhi.

Baca Juga :  Suib: Jalan Siduk-Sukadana Sudah Dianggarkan Sejak 2018

“Ada empat orang temannya yang menyiram air comberan. Pengalaman saya sebagai kalapas, kejadian seperti ini biasa. Sebagai ungkapan rasa syukur. Bahkan kadang ada yang dilempar telur atau dilempar ke parit,” tutur Farhan.

Terkait kabar yang menyebutkan jika bullying dilakukan oleh terpidana narkoba atas nama Teddy terhadap Ersa itu pun tidak benar.

Hanya saja, menurut Farhan, apa yang dilakukan Ersa dalam memenuhi janjinya itu tidak diketahui dan tidak ada izin yang diberikan oleh petugas Lapas.

“Untuk handphone yang memvideokan sudah kami sita dan kita akan telusuri dari mana dia mendapatkannya,” tegas Farhan.

Farhan menyatakan, terhadap warga binaan yang memiliki telepon genggam, telah diberikan sanksi, yakni dipindahkan ke sel isolasi.

Baca Juga :  Perjuangan Desa Bunut Hilir Melepas Kasus Stunting

Untuk Teddy, Farhan menambahkan, merupakan terpidana narkoba dengan hukuman mati. Dari klarifikasi, Teddy menanyakan prial putusan kasasi yang didapat oleh Ersan.

Farhan menerangkan, dari perbincangan itu, Teddy kemudian mengajukan upaya hukum. Namun hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Jadi tidak ada hubungan antara janji Ersa kepada teman-temannya,” terang Farhan.

Sebelumnya, beredar video di media sosial dan pesan whatsapp, jika seorang warga binaan Lapas Kelas 2A Pontianak diguyur dengan air comberan oleh warga binaan lainnya.

Terlihat warga binaan itu duduk jongkok. Seorang warga binaan lainnya memegang ember mengambil air comberan. Pria itu kemudian disiram.

Dalam narasi di video, warga binaan tersebut dibully oleh warga binaan lain.

Namun faktanya ternyata tidak demikian. Warga binaan yang diguyur dengan air comberan secara berulang kali oleh warga binaan ternyata memenuhi janjinya. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/