alexametrics
30 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Rela Antre Meski Tak Punya Kupon

PONTIANAK – Kebijakan pemerintah menghapus harga eceran tertinggi minyak goreng kemasan beberapa hari lalu, membuat masyarakat harus  mencari solusi agar tetap bisa mendapatkan produk dari hasil buah sawit ini. Salah satu caranya adalah beralih menggunakan minyak goreng curah yang harganya masih cukup ramah.

Di sisi lain, guna menanggulangi melambungnya harga minyak goreng (migor) di pasaran, Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan rutin menggelar pasar murah minyak goreng di enam kecamatan. Pada Sabtu (19/3) pagi, giliran masyarakat Pontianak Timur yang mendapatkan jatah operasi pasar. Lokasinya di halaman Sekolah Terpadu, Jalan Tanjung Raya II.

Masyarakat datang berbondong-bondong sejak pagi. Antrean dibuka mulai pukul 08.00. Rusmini adalah salah satunya. Warga Jalan M. Taufik ini datang lebih awal karena lokasi pasar murah tak jauh dari rumahnya.  Ia pun bermaksud menghindari antrean yang membeludak.

Rusmini mengaku sempat kesulitan mendapatkan minyak goreng beberapa waktu lalu. Kalaupun barangnya ada, harganya cukup tinggi. “Saya sengaja datang lebih awal khawatir nanti kalau sudah siang antrean akan ramai dan cuacanya panas,” ungkapnya.

Sejak harga minyak goreng mahal dan sulit didapat,  Rusmini harus pandai-pandai menghemat penggunaan minyak goreng saat memasak. Ia sempat membeli minyak kemasan dengan harga sampai Rp 25 ribu per liternya.

Baca Juga :  Perbaikan Jalan A Yani, CFD Ditiadakan

“Bila kondisinya berlarut-larut seperti ini, otomatis gunakan minyak goreng harus lebih hemat. Masak yang rebus-rebus jaklah di rumah nanti,” kelakarnya kepada Pontianak Post.

Selain Rusmini, ada pula Anisa. Warga Jalan Tani ini turut berada di lokasi pasar murah minyak goreng curah. Lantaran tidak memiliki kupon, ia harus menepi terlebih dahulu karena panitia mendahulukan warga yang memiliki kupon. Ia tak mengetahui kalau akan ada pasar murah minyak goreng di lokasi tersebut.

“Yang tak punya kupon harus menunggu sampai antrean yang memiliki kupon habis, baru bisa turut mengantre,” terangnya.

Perempuan paruh baya ini berharap kegiatan serupa bisa diadakan lagi, biar ia tidak kesulitan mendapatkan migor dengan harga terjangkau. Apalagi bulan suci Ramadhan segera tiba yang mana pastinya minyak goreng banyak dibutuhkan untuk menggoreng makanan.

“Adanya pasar murah minyak goreng cukup membantu bagi warga selama harga minyak masih mahal,” tutupnya. 

 Pastikan Stok Aman Jelang Ramadhan

Sementara itu, Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Kalimantan Barat memastikan stok pangan atau komoditas bahan pokok tersedia dan aman menjelang Ramadhan 2022.

Baca Juga :  Midji Abaikan Protes Kemenhub

“Selain kepastian ketersediaan bahan pokok, kami  juga menyiapkan kebutuhan pangan kategori komersial dengan harga khusus untuk masyarakat di Kalbar,” kata Plh Pimpinan Perum Bulog Wilayah Kalbar, Nancy Savira di Pontianak, Sabtu (19/3).
Adapun sejumlah komoditas bahan pokok yang dipastikan ketersediaannya antara lain beras, tepung, gula, daging beku, dan minyak goreng.

“Menghadapi hari besar keagamaan, kami pastikan stok bahan pokok aman, karena kami memang melakukan pengadaan dalam negeri untuk mengamankan harga produsen,” ujarnya.

Ia menyebutkan, stok beras pasti aman dan stok daging juga sudah tiba beberapa hari lalu. Saat ini stok daging tersebut sedang proses distribusi ke berbagai wilayah Kalbar. Pengadaan komoditas-komoditas tersebut akan terus dilakukan sehingga ketersediaannya terjamin untuk masyarakat.

“Hal tersebut salah satu bentuk instrumen pemerintah dalam melakukan intervensi pasar guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga untuk masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Sekda Kalbar, Harisson Azroi mengimbau masyarakat agar tidak panik yang berlebihan dalam menyikapi masalah minyak goreng atau bahan kebutuhan pokok lainnya.

Pemprov menurutnya akan terus berusaha agar menghadapi Ramadhan, kebutuhan-kebutuhan masyarakat akan minyak goreng dan kebutuhan lainnya bisa terpenuhi.(yad/ant)

PONTIANAK – Kebijakan pemerintah menghapus harga eceran tertinggi minyak goreng kemasan beberapa hari lalu, membuat masyarakat harus  mencari solusi agar tetap bisa mendapatkan produk dari hasil buah sawit ini. Salah satu caranya adalah beralih menggunakan minyak goreng curah yang harganya masih cukup ramah.

Di sisi lain, guna menanggulangi melambungnya harga minyak goreng (migor) di pasaran, Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan rutin menggelar pasar murah minyak goreng di enam kecamatan. Pada Sabtu (19/3) pagi, giliran masyarakat Pontianak Timur yang mendapatkan jatah operasi pasar. Lokasinya di halaman Sekolah Terpadu, Jalan Tanjung Raya II.

Masyarakat datang berbondong-bondong sejak pagi. Antrean dibuka mulai pukul 08.00. Rusmini adalah salah satunya. Warga Jalan M. Taufik ini datang lebih awal karena lokasi pasar murah tak jauh dari rumahnya.  Ia pun bermaksud menghindari antrean yang membeludak.

Rusmini mengaku sempat kesulitan mendapatkan minyak goreng beberapa waktu lalu. Kalaupun barangnya ada, harganya cukup tinggi. “Saya sengaja datang lebih awal khawatir nanti kalau sudah siang antrean akan ramai dan cuacanya panas,” ungkapnya.

Sejak harga minyak goreng mahal dan sulit didapat,  Rusmini harus pandai-pandai menghemat penggunaan minyak goreng saat memasak. Ia sempat membeli minyak kemasan dengan harga sampai Rp 25 ribu per liternya.

Baca Juga :  Zakat Koleksi Emas

“Bila kondisinya berlarut-larut seperti ini, otomatis gunakan minyak goreng harus lebih hemat. Masak yang rebus-rebus jaklah di rumah nanti,” kelakarnya kepada Pontianak Post.

Selain Rusmini, ada pula Anisa. Warga Jalan Tani ini turut berada di lokasi pasar murah minyak goreng curah. Lantaran tidak memiliki kupon, ia harus menepi terlebih dahulu karena panitia mendahulukan warga yang memiliki kupon. Ia tak mengetahui kalau akan ada pasar murah minyak goreng di lokasi tersebut.

“Yang tak punya kupon harus menunggu sampai antrean yang memiliki kupon habis, baru bisa turut mengantre,” terangnya.

Perempuan paruh baya ini berharap kegiatan serupa bisa diadakan lagi, biar ia tidak kesulitan mendapatkan migor dengan harga terjangkau. Apalagi bulan suci Ramadhan segera tiba yang mana pastinya minyak goreng banyak dibutuhkan untuk menggoreng makanan.

“Adanya pasar murah minyak goreng cukup membantu bagi warga selama harga minyak masih mahal,” tutupnya. 

 Pastikan Stok Aman Jelang Ramadhan

Sementara itu, Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Provinsi Kalimantan Barat memastikan stok pangan atau komoditas bahan pokok tersedia dan aman menjelang Ramadhan 2022.

Baca Juga :  Uskup Agung Minta  Aktivitas Ekonomi  Lebih Bermartabat

“Selain kepastian ketersediaan bahan pokok, kami  juga menyiapkan kebutuhan pangan kategori komersial dengan harga khusus untuk masyarakat di Kalbar,” kata Plh Pimpinan Perum Bulog Wilayah Kalbar, Nancy Savira di Pontianak, Sabtu (19/3).
Adapun sejumlah komoditas bahan pokok yang dipastikan ketersediaannya antara lain beras, tepung, gula, daging beku, dan minyak goreng.

“Menghadapi hari besar keagamaan, kami pastikan stok bahan pokok aman, karena kami memang melakukan pengadaan dalam negeri untuk mengamankan harga produsen,” ujarnya.

Ia menyebutkan, stok beras pasti aman dan stok daging juga sudah tiba beberapa hari lalu. Saat ini stok daging tersebut sedang proses distribusi ke berbagai wilayah Kalbar. Pengadaan komoditas-komoditas tersebut akan terus dilakukan sehingga ketersediaannya terjamin untuk masyarakat.

“Hal tersebut salah satu bentuk instrumen pemerintah dalam melakukan intervensi pasar guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga untuk masyarakat,” katanya.

Sebelumnya, Sekda Kalbar, Harisson Azroi mengimbau masyarakat agar tidak panik yang berlebihan dalam menyikapi masalah minyak goreng atau bahan kebutuhan pokok lainnya.

Pemprov menurutnya akan terus berusaha agar menghadapi Ramadhan, kebutuhan-kebutuhan masyarakat akan minyak goreng dan kebutuhan lainnya bisa terpenuhi.(yad/ant)

Most Read

Artikel Terbaru

/