alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Tiket Pesawat Melambung Tinggi

PONTIANAK – Kendati lebaran telah lama usai, harga perjalanan udara masih juga tinggi. Di sejumlah aplikasi tiket daring, harga penerbangan dari Pontianak ke Jakarta dan sebaliknya pada keberangkatan Senin (20/6) berkisar di angka Rp1,2 juta. Angka ini dua kali lipat dibanding harga normal. Mahalnya tarif pesawat terbang ini pun dikeluhkan sejumlah penumpang.

Rangga, warga Pontianak misalnya, mengaku harga tiket kali ini cukup mencekik.

“Harganya cukup tinggi. Rata-rata semua maskapai ada di angka segitu (satu jutaan rupiah). Untungnya sekarang bagi yang sudah vaksin dua dan tiga tidak perlu lagi tes PCR maupun antigen . Tapi tetap harganya terlalu tinggi untuk saya,” ujar karyawan swasta yang pada pekan lalu pulang pergi ke Jakarta untuk acara keluarga ini.

Ketua asosiasi agen perjalanan wisata (Asita) Kalimantan Barat Ivan Ronaldo Barus menyebut, tingginya harga penerbangan belakangan ini bisa berdampak buruk pada pemulihan ekonomi pasca pandemi. Terutama untuk sektor pariwisata.

“Pariwisata ini yang paling terdampak pandemi dimana tidak ada aktivitas berarti pada dua tahun terakhir. Tetapi kini perjalanan wisata dihadapkan pada tingginya harga tiket pesawat,” sebut dia.

Dia menganalisa, kenaikan harga angkutan udara ini juga merupakan pertanda naiknya minat masyarakat untuk berwisata, yang berbuntut pada supply dan demand. Selain itu juga dipengaruhi oleh kondisi maskapai, serta naiknya harga minyak dunia akibat krisis geopolitik.

“Pasca lebaran harga tiket tidak turun-turun. Memang orang rindu berwisata. Selain itu karena pengaruh kenaikan avtur. Selain itu penerbangan juga belum sepenuhnya normal, dimana jumlah maskapai dan rute belum sebanyak seperti sebelum masa pandemi,” jelas dia.

Baca Juga :  BRI Apresiasi Nasabah Hadirkan BRI Client Summit 2022

Menurutnya, harga tiket pesawat bisa berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dalam berplesir.

“Industri pariwisata sebenarnya mulai bangkit dan menuju pulih serta normal. Hanya saja harga tiket naik. Pengaruhnya tentu sangat besar dan bisa menahan orang untuk berwisata. Yang berwisata atau berpergian tentu yang bersifat minat khusus atau keperluan yang penting,” kata dia.

Naik Dua Kali Lipat

Aktivitas wisata mengalami lonjakan seiring menurunnya kasus Covid-19 dan melonggarnya PPKM oleh pemerintah. Sementara itu, kebiasaan berbelanja via aplikasi digital kian menjadi pilihan masyarakat. Termasuk untuk kebutuhan traveling. Tokopedia mencatat tiket pesawat menjadi salah satu kategori yang banyak diburu masyarakat melalui fitur Travel dan Entertainment di Tokopedia pada kuartal I 2022.

Menariknya, Pontianak menjadi salah satu kota dengan peningkatan kunjungan terbanyak di Indonesia untuk jenis angkutan udara. Hal ini diungkapkan Head of External Communications Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya.

“Destinasi seperti, Jakarta, Surabaya, Denpasar, Medan dan Pontianak menjadi beberapa destinasi ang banyak dikunjungi masyarakat menggunakan pesawat. Sementara, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Semarang dan Bandung adalah beberapa destinasi yang kerap dikunjungi menggunakan kereta api,” ujarnya kepada Pontianak Post.

Tingginya animo masyarakat dalam melakukan perjalanan atau traveling ini terjadi di berbagai daerah, termasuk Pontianak.

“Pada kuartal I 2022, terdapat peningkatan hampir dua kali lipat pada transaksi lewat fitur Travel di Tokopedia dengan keberangkatan dari Jakarta dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” tambah Ekhel.

Baca Juga :  Pentingnya Evaluasi Mingguan Dilakukan Selama Pembelajaran Tatap Muka

Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat tiket angkutan udara menjadi salah satu komoditas pemicu inflasi pada bulan Mei 2022. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalbar, Moh Wahyu Yulianto memaparkan pada Mei, inflasi Kalimantan Barat sebesar 0,80 persen.

BPS juga mencatat jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri yang datang pada JanuariApril 2022 sebesar 356.198 orang atau naik 117,41 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 yang tercatat sebanyak 163.838 orang.

“Hal ini menunjukkan bahwa arus lalu lintas angkutan udara terus menggeliat kembali dengan aturan dan kebijakan dalam penerbangan pada masa pandemi Covid-19 yang masih belum mereda,” ujar Kepala BPS Provinsi Kalbar, Moh Wahyu Yulianto, kemarin.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri yang berangkat pada JanuariApril 2022 sebanyak 363.830 orang meningkat sebesar 89,40 persen dibanding periode yang sama tahun 2021 yang tercatat sebanyak 192.101 orang.

Adapun penumpang angkutan laut kenaikannya tak setinggi angkutan udara. Untuk oenumpang angkutan laut yang datang pada Januari-April 2022 sebesar 27.581 orang mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.Sedangkan penumpang angkutan laut yang berangkat pada Januari-April 2022 sebanyak 28.939 orang mengalami kenaikan sebesar 30,09 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. (ars)

PONTIANAK – Kendati lebaran telah lama usai, harga perjalanan udara masih juga tinggi. Di sejumlah aplikasi tiket daring, harga penerbangan dari Pontianak ke Jakarta dan sebaliknya pada keberangkatan Senin (20/6) berkisar di angka Rp1,2 juta. Angka ini dua kali lipat dibanding harga normal. Mahalnya tarif pesawat terbang ini pun dikeluhkan sejumlah penumpang.

Rangga, warga Pontianak misalnya, mengaku harga tiket kali ini cukup mencekik.

“Harganya cukup tinggi. Rata-rata semua maskapai ada di angka segitu (satu jutaan rupiah). Untungnya sekarang bagi yang sudah vaksin dua dan tiga tidak perlu lagi tes PCR maupun antigen . Tapi tetap harganya terlalu tinggi untuk saya,” ujar karyawan swasta yang pada pekan lalu pulang pergi ke Jakarta untuk acara keluarga ini.

Ketua asosiasi agen perjalanan wisata (Asita) Kalimantan Barat Ivan Ronaldo Barus menyebut, tingginya harga penerbangan belakangan ini bisa berdampak buruk pada pemulihan ekonomi pasca pandemi. Terutama untuk sektor pariwisata.

“Pariwisata ini yang paling terdampak pandemi dimana tidak ada aktivitas berarti pada dua tahun terakhir. Tetapi kini perjalanan wisata dihadapkan pada tingginya harga tiket pesawat,” sebut dia.

Dia menganalisa, kenaikan harga angkutan udara ini juga merupakan pertanda naiknya minat masyarakat untuk berwisata, yang berbuntut pada supply dan demand. Selain itu juga dipengaruhi oleh kondisi maskapai, serta naiknya harga minyak dunia akibat krisis geopolitik.

“Pasca lebaran harga tiket tidak turun-turun. Memang orang rindu berwisata. Selain itu karena pengaruh kenaikan avtur. Selain itu penerbangan juga belum sepenuhnya normal, dimana jumlah maskapai dan rute belum sebanyak seperti sebelum masa pandemi,” jelas dia.

Baca Juga :  Penerbangan Bebas Tes Covid-19, Harga Tiket Pesawat Melambung

Menurutnya, harga tiket pesawat bisa berpengaruh terhadap daya beli masyarakat dalam berplesir.

“Industri pariwisata sebenarnya mulai bangkit dan menuju pulih serta normal. Hanya saja harga tiket naik. Pengaruhnya tentu sangat besar dan bisa menahan orang untuk berwisata. Yang berwisata atau berpergian tentu yang bersifat minat khusus atau keperluan yang penting,” kata dia.

Naik Dua Kali Lipat

Aktivitas wisata mengalami lonjakan seiring menurunnya kasus Covid-19 dan melonggarnya PPKM oleh pemerintah. Sementara itu, kebiasaan berbelanja via aplikasi digital kian menjadi pilihan masyarakat. Termasuk untuk kebutuhan traveling. Tokopedia mencatat tiket pesawat menjadi salah satu kategori yang banyak diburu masyarakat melalui fitur Travel dan Entertainment di Tokopedia pada kuartal I 2022.

Menariknya, Pontianak menjadi salah satu kota dengan peningkatan kunjungan terbanyak di Indonesia untuk jenis angkutan udara. Hal ini diungkapkan Head of External Communications Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya.

“Destinasi seperti, Jakarta, Surabaya, Denpasar, Medan dan Pontianak menjadi beberapa destinasi ang banyak dikunjungi masyarakat menggunakan pesawat. Sementara, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Semarang dan Bandung adalah beberapa destinasi yang kerap dikunjungi menggunakan kereta api,” ujarnya kepada Pontianak Post.

Tingginya animo masyarakat dalam melakukan perjalanan atau traveling ini terjadi di berbagai daerah, termasuk Pontianak.

“Pada kuartal I 2022, terdapat peningkatan hampir dua kali lipat pada transaksi lewat fitur Travel di Tokopedia dengan keberangkatan dari Jakarta dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” tambah Ekhel.

Baca Juga :  Pemulihan Ekonomi, Suku Bunga Acuan Bertahan di 3,50 Persen

Sementara itu, Badan Pusat Statistik mencatat tiket angkutan udara menjadi salah satu komoditas pemicu inflasi pada bulan Mei 2022. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalbar, Moh Wahyu Yulianto memaparkan pada Mei, inflasi Kalimantan Barat sebesar 0,80 persen.

BPS juga mencatat jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri yang datang pada JanuariApril 2022 sebesar 356.198 orang atau naik 117,41 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 yang tercatat sebanyak 163.838 orang.

“Hal ini menunjukkan bahwa arus lalu lintas angkutan udara terus menggeliat kembali dengan aturan dan kebijakan dalam penerbangan pada masa pandemi Covid-19 yang masih belum mereda,” ujar Kepala BPS Provinsi Kalbar, Moh Wahyu Yulianto, kemarin.

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri yang berangkat pada JanuariApril 2022 sebanyak 363.830 orang meningkat sebesar 89,40 persen dibanding periode yang sama tahun 2021 yang tercatat sebanyak 192.101 orang.

Adapun penumpang angkutan laut kenaikannya tak setinggi angkutan udara. Untuk oenumpang angkutan laut yang datang pada Januari-April 2022 sebesar 27.581 orang mengalami kenaikan sebesar 0,06 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.Sedangkan penumpang angkutan laut yang berangkat pada Januari-April 2022 sebanyak 28.939 orang mengalami kenaikan sebesar 30,09 persen dibanding periode yang sama tahun 2021. (ars)

Most Read

Artikel Terbaru

/