alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Masjidil Haram Hilangkan Aturan Jaga Jarak, Bebas Salat Setelah Divaksin Dua Dosis

KABAR baik dari Arab Saudi. Dua masjid terbesar yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan beroperasi dengan kapasitas penuh. Syarat jamaah yang diperbolehkan masuk adalah mereka yang telah divaksin dua dosis atau ganda.

Akan tetapi Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, tetap mewajibkan semua pengunjung dan staf masih harus memakai masker. Kedua masjid kembali dengan kapasitas penuh. Akan tetapi kunjungan harus dipesan melalui aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna yang disetujui Kementerian Kesehatan seperti dilansir dari Arab News, Minggu (17/10).

Lebih dari 18 bulan sejak dimulainya pandemi Covid-19, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan pada hari Jumat (15/10) karena penurunan kasus Covid-19 yang signifikan secara nasional dan tingkat vaksinasi yang tinggi di kerajaan, sejumlah pembatasan dilonggarkan mulai Minggu, 17 Oktober.

Aturan baru hanya akan berlaku untuk mereka yang telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19. Sejauh ini, itu termasuk 20,6 juta dari 34,8 juta penduduk Kerajaan.

Kementerian mengumumkan bahwa masker tidak lagi wajib dalam pengaturan luar ruangan, kecuali untuk lokasi tertentu. Selain itu, jarak sosial tidak lagi wajib di pertemuan sosial atau di tempat umum termasuk transportasi, restoran, bioskop, dan banyak lagi. Aula pernikahan juga akan diizinkan untuk kembali dengan kapasitas penuh.

Baca Juga :  Tiga Juta Dosis Vaksin Moderna Tiba

“Ini sejalan dengan keputusan untuk melonggarkan tindakan pencegahan dan mengizinkan jamaah dan pengunjung Masjidil Haram dengan kapasitas penuh,” lapor kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA), dikutip dari Channel News Asia, Senin (18/10).

Namun, sejumlah tindakan pencegahan akan tetap dilakukan untuk orang-orang di luar rumah mereka, termasuk pemeriksaan suhu saat masuk ke perusahaan dan pemeriksaan status kesehatan melalui aplikasi Tawakkalna. Perusahaan publik dan swasta masih akan diminta untuk menyediakan pembersih tangan secara luas.

Social distancing dan masker tetap wajib dilakukan di lokasi-lokasi di mana pemeriksaan status kesehatan Tawakkalna tidak diterapkan. Kemenkes akan terus memantau jumlah kasus Covid-19 yang mengakibatkan rawat inap atau rawat inap di ICU. Jika zona merah terjadi lagi karena pelonggaran aturan, maka tindakan pencegahan akan diterapkan kembali di kota, provinsi, atau wilayah sesuai kebutuhan.

Baca Juga :  Swab Antigen Dipastikan tak Dipungut Biaya

Menanggapi berita tersebut, Agustiah Wulandari (32), seorang warga Pontianak yang merupakan calon jemaah umrah merasa sangat lega karena jadwal umrahnya beserta keluarga sempat tertunda  akibat pandemi Covid-19.

“Sinyal yang baik, semoga kedepannya suasana menjadi semakin kondusif sehingga semua calon jemaah umrah dan haji dari semua negara dapat menunaikan ibadah dengan lancar,” ujar dosen Teknik Untan ini.

Sampai saat ini, Agustiah belum mendapat tanggal pasti untuk keberangkatannya, namun ia dan keluarga tetap mempersiapkan maksimal keberangkatan umrahnya sambil menunggu kabar. Dijadwalkan berangkat pada April tahun lalu,  keinginan itu harus ditahan karena kasus Covid-19 yang merajalela, otoritas Arab saudi pun menutup pintu masuk dari beberapa negara.

Agustiah berharap agar kelak ia dan keluarga dapat berangkat dengan tenang tanpa khawatir dengan kondisi pandemi. “Inginnya sih benar-benar pulih baru bisa berangkat umrah jadi maksimal dan total melaksanakan ibadah,” ujarnya. (sya/jp)

KABAR baik dari Arab Saudi. Dua masjid terbesar yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan beroperasi dengan kapasitas penuh. Syarat jamaah yang diperbolehkan masuk adalah mereka yang telah divaksin dua dosis atau ganda.

Akan tetapi Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, tetap mewajibkan semua pengunjung dan staf masih harus memakai masker. Kedua masjid kembali dengan kapasitas penuh. Akan tetapi kunjungan harus dipesan melalui aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna yang disetujui Kementerian Kesehatan seperti dilansir dari Arab News, Minggu (17/10).

Lebih dari 18 bulan sejak dimulainya pandemi Covid-19, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan pada hari Jumat (15/10) karena penurunan kasus Covid-19 yang signifikan secara nasional dan tingkat vaksinasi yang tinggi di kerajaan, sejumlah pembatasan dilonggarkan mulai Minggu, 17 Oktober.

Aturan baru hanya akan berlaku untuk mereka yang telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19. Sejauh ini, itu termasuk 20,6 juta dari 34,8 juta penduduk Kerajaan.

Kementerian mengumumkan bahwa masker tidak lagi wajib dalam pengaturan luar ruangan, kecuali untuk lokasi tertentu. Selain itu, jarak sosial tidak lagi wajib di pertemuan sosial atau di tempat umum termasuk transportasi, restoran, bioskop, dan banyak lagi. Aula pernikahan juga akan diizinkan untuk kembali dengan kapasitas penuh.

Baca Juga :  Kartu Vaksin Covid-19 Boleh Saja Diberlakukan

“Ini sejalan dengan keputusan untuk melonggarkan tindakan pencegahan dan mengizinkan jamaah dan pengunjung Masjidil Haram dengan kapasitas penuh,” lapor kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA), dikutip dari Channel News Asia, Senin (18/10).

Namun, sejumlah tindakan pencegahan akan tetap dilakukan untuk orang-orang di luar rumah mereka, termasuk pemeriksaan suhu saat masuk ke perusahaan dan pemeriksaan status kesehatan melalui aplikasi Tawakkalna. Perusahaan publik dan swasta masih akan diminta untuk menyediakan pembersih tangan secara luas.

Social distancing dan masker tetap wajib dilakukan di lokasi-lokasi di mana pemeriksaan status kesehatan Tawakkalna tidak diterapkan. Kemenkes akan terus memantau jumlah kasus Covid-19 yang mengakibatkan rawat inap atau rawat inap di ICU. Jika zona merah terjadi lagi karena pelonggaran aturan, maka tindakan pencegahan akan diterapkan kembali di kota, provinsi, atau wilayah sesuai kebutuhan.

Baca Juga :  ASTON Pontianak Rayakan HUT Ke-11, Bersinergi untuk Lebih Harmoni

Menanggapi berita tersebut, Agustiah Wulandari (32), seorang warga Pontianak yang merupakan calon jemaah umrah merasa sangat lega karena jadwal umrahnya beserta keluarga sempat tertunda  akibat pandemi Covid-19.

“Sinyal yang baik, semoga kedepannya suasana menjadi semakin kondusif sehingga semua calon jemaah umrah dan haji dari semua negara dapat menunaikan ibadah dengan lancar,” ujar dosen Teknik Untan ini.

Sampai saat ini, Agustiah belum mendapat tanggal pasti untuk keberangkatannya, namun ia dan keluarga tetap mempersiapkan maksimal keberangkatan umrahnya sambil menunggu kabar. Dijadwalkan berangkat pada April tahun lalu,  keinginan itu harus ditahan karena kasus Covid-19 yang merajalela, otoritas Arab saudi pun menutup pintu masuk dari beberapa negara.

Agustiah berharap agar kelak ia dan keluarga dapat berangkat dengan tenang tanpa khawatir dengan kondisi pandemi. “Inginnya sih benar-benar pulih baru bisa berangkat umrah jadi maksimal dan total melaksanakan ibadah,” ujarnya. (sya/jp)

Most Read

Artikel Terbaru

/