alexametrics
30.6 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Pembangunan Waterfront Kapuas Indah-Senghie Dimulai

PONTIANAK – Pembangunan waterfront tepian Sungai Kapuas kembali dilanjutkan. Pemancangan tiang pertama segmen Kapuas Indah hingga ke Senghie dilakukan Rabu (20/1) kemarin, oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

“Pembangunan promenade di waterfront segmen Kapuas Indah hingga ke Senghie panjangnya sekitar 990 meter dengan lebar 10 meter. Kawasan disekitarnya juga akan dilakukan penataan. Bangunan yang ada harus dipotong karena berdasarkan Garis Sempadan Sungai (GSS) sesuai Undang-undang adalah 15 meter sehingga akan dilakukan penataan di tepian Sungai Kapuas ini,” ujar Edi usai pemancangan tiang pembangunan waterfront di dermaga Kapuas Indah.

Ia mengungkapkan, lahan yang berada di sepanjang GSS merupakan tanah negara jadi setiap warga negara wajib untuk mendukung pembangunan waterfront ini. Waterfront tersebut nantinya akan terintegrasi dari Taman Alun-alun Kapuas hingga Kamboja. “Selanjutnya akan kita lanjutkan lagi dari Kamboja hingga Kampung Bangka demikian juga di wilayah Pontianak Timur dan Utara,” katanya.

Baca Juga :  Kafilah Kalbar Masuk 10 Besar MTQ Nasional; Sabet 3 Piala, Kembalikan Citra Kalbar Sebagai Gudangnya Qori Qoriah

Edi menginginkan tepian Sungai Kapuas menjadi wajah terdepan Kota Pontianak. Dengan demikian keberadaan waterfront menjadi sebuah daya tarik bagi yang mengunjunginya. “Sehingga Sungai Kapuas tidak lagi sebagai bagian belakang tapi wajah Kota Pontianak,” ungkap dia.

Pembangunan promanade waterfront tersebut menelan anggaran Rp 49 miliar dengan bersumber APBD Kota Pontianak. Sementara pembangunan berjalan, aktivitas pekerjaan tidak akan mengganggu pelabuhan yang ada. “Sehingga untuk sementara masih bisa beraktivitas karena pengerjaan bisa dilakukan dari sungai,” imbuh Edi.

Pembangunan waterfront tersebut dilaksanakan secara multiyears, yakni selama tiga tahun hingga tahun 2022. Namun dirinya berharap pada akhir 2021 mendatang sudah rampung. Pembangunan waterfront tersebut mengusung konsep modern tetapi tetap memperhatikan ciri khas kearifan lokal,” sebutnya.

Baca Juga :  Setia Menjaga Semangat Spiritualitas di Era Modern

Kearifan lokal yang akan melekat pada promenade ini diantaranya dengan menyisipkan material berbahan kayu dan ukiran. Wujud akhir waterfront setelah rampung nantinya diyakininya akan lebih atraktif dan komunikatif serta Instagramable. Menariknya lagi, banyak spot-spot menarik yang bisa menjadi obyek foto di lokasi sepanjang waterfront.

Beberapa segmen akan menunjukkan ciri khas Kota Pontianak misalnya bahan kayu dan ukiran. Waterfront tersebut akan lebih aktraktif dan komunikatif serta Instagram able. Misalnya akan ada spot foto yang menarik di lokasi Waterfront. Waterfront tersebut juga akan lebih hijau dengan memperbanyak tanaman-tanaman yang besar. “Tentu diharapkan pelaksanaannya berjalan lancar sesuai dengan yang telah direncanakan dan kita harapkan tidak ada kendala,” harapnya. (iza/r)

PONTIANAK – Pembangunan waterfront tepian Sungai Kapuas kembali dilanjutkan. Pemancangan tiang pertama segmen Kapuas Indah hingga ke Senghie dilakukan Rabu (20/1) kemarin, oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono.

“Pembangunan promenade di waterfront segmen Kapuas Indah hingga ke Senghie panjangnya sekitar 990 meter dengan lebar 10 meter. Kawasan disekitarnya juga akan dilakukan penataan. Bangunan yang ada harus dipotong karena berdasarkan Garis Sempadan Sungai (GSS) sesuai Undang-undang adalah 15 meter sehingga akan dilakukan penataan di tepian Sungai Kapuas ini,” ujar Edi usai pemancangan tiang pembangunan waterfront di dermaga Kapuas Indah.

Ia mengungkapkan, lahan yang berada di sepanjang GSS merupakan tanah negara jadi setiap warga negara wajib untuk mendukung pembangunan waterfront ini. Waterfront tersebut nantinya akan terintegrasi dari Taman Alun-alun Kapuas hingga Kamboja. “Selanjutnya akan kita lanjutkan lagi dari Kamboja hingga Kampung Bangka demikian juga di wilayah Pontianak Timur dan Utara,” katanya.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Pesawat Lion Air ke Pontianak Balik Arah

Edi menginginkan tepian Sungai Kapuas menjadi wajah terdepan Kota Pontianak. Dengan demikian keberadaan waterfront menjadi sebuah daya tarik bagi yang mengunjunginya. “Sehingga Sungai Kapuas tidak lagi sebagai bagian belakang tapi wajah Kota Pontianak,” ungkap dia.

Pembangunan promanade waterfront tersebut menelan anggaran Rp 49 miliar dengan bersumber APBD Kota Pontianak. Sementara pembangunan berjalan, aktivitas pekerjaan tidak akan mengganggu pelabuhan yang ada. “Sehingga untuk sementara masih bisa beraktivitas karena pengerjaan bisa dilakukan dari sungai,” imbuh Edi.

Pembangunan waterfront tersebut dilaksanakan secara multiyears, yakni selama tiga tahun hingga tahun 2022. Namun dirinya berharap pada akhir 2021 mendatang sudah rampung. Pembangunan waterfront tersebut mengusung konsep modern tetapi tetap memperhatikan ciri khas kearifan lokal,” sebutnya.

Baca Juga :  Setia Menjaga Semangat Spiritualitas di Era Modern

Kearifan lokal yang akan melekat pada promenade ini diantaranya dengan menyisipkan material berbahan kayu dan ukiran. Wujud akhir waterfront setelah rampung nantinya diyakininya akan lebih atraktif dan komunikatif serta Instagramable. Menariknya lagi, banyak spot-spot menarik yang bisa menjadi obyek foto di lokasi sepanjang waterfront.

Beberapa segmen akan menunjukkan ciri khas Kota Pontianak misalnya bahan kayu dan ukiran. Waterfront tersebut akan lebih aktraktif dan komunikatif serta Instagram able. Misalnya akan ada spot foto yang menarik di lokasi Waterfront. Waterfront tersebut juga akan lebih hijau dengan memperbanyak tanaman-tanaman yang besar. “Tentu diharapkan pelaksanaannya berjalan lancar sesuai dengan yang telah direncanakan dan kita harapkan tidak ada kendala,” harapnya. (iza/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/