alexametrics
26.7 C
Pontianak
Saturday, May 21, 2022

Pengasuh Ponpes Al-Hidayah Dukung Penuh Pelaksanaan Vaksin di Pesantren

KUBU RAYA – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Desa Sungai Malaya Kecamatan Sungai Ambawang, Kiai Syahri Hadhori mendukung penuh kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di lingkungan pesantren.

“Alhamdulillah di pondok pesantren Al-Hidayah kita tekankan dua hal yaitu menjaga imun dan menjaga iman. Dalam menjaga imun tentunya ikut apa yang diprogramkan oleh pemerintah, dan di pondok pesantren tentunya banyak amalan-amalan untuk menjaga iman,” ungkapnya pada, Kamis (23/09).

Ia menjelaskan bahwa kegiatan vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar untuk mencegah wabah corona.

“Saya menganggap menjaga kesehatan itu penting dan wajib hukumnya,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa pesantren yang santrinya tidak mau divaksin kemungkinan mendapatkan informasi yang kurang jelas terkait vaksin.

Baca Juga :  Lanjutkan Pemulihan Gambut dan Mangrove, Pemerintah Perkuat Kebijakan Iklim

“Kawan-kawan ustadz yang santrinya tidak mau divaksin mungkin karena kurang jelas informasi terkait vaksin itu sendiri, sehingga ia meragukan keabsahannya,” tuturnya.

“Kalau saya kan sudah ada MUI, sudah ada petinggi MUI yang menganjurkan kepada kita, seandainya dilarang oleh MUI tentunya kami tidak akan menerima pelaksanaan vaksin di pesantren,” imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan vaksin tidak ada protes dari wali santri yang diterimanya.

“Selama pelaksanaan vaksin saya bilang ke santri untuk telepon dulu orang tua, mereka bilang bahwa orang tua menjawab, kamu lihat kiainya, kalau kiainya vaksin ya udah ikut vaksin,” katanya.

Kiai dengan santri 132 orang ini berharap agar semua yang telah mengikuti kegiatan vaksin baik dari santri maupun masyarakat diselamatkan dari wabah.

Baca Juga :  Gencarkan Vaksinasi Massal, Imbauan Disiplin Prokes

“Semoga dengan adanya vaksin yang sudah masuk ke pesantren, Al-Hidayah khususnya, diselamatkan oleh Allah dari semua penyakit. Karena ini sudah bentuk ikhtiar baik dari pemerintah maupun dari pesantren,” pungkasnya. (ysf/sya)

KUBU RAYA – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Desa Sungai Malaya Kecamatan Sungai Ambawang, Kiai Syahri Hadhori mendukung penuh kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di lingkungan pesantren.

“Alhamdulillah di pondok pesantren Al-Hidayah kita tekankan dua hal yaitu menjaga imun dan menjaga iman. Dalam menjaga imun tentunya ikut apa yang diprogramkan oleh pemerintah, dan di pondok pesantren tentunya banyak amalan-amalan untuk menjaga iman,” ungkapnya pada, Kamis (23/09).

Ia menjelaskan bahwa kegiatan vaksinasi merupakan salah satu ikhtiar untuk mencegah wabah corona.

“Saya menganggap menjaga kesehatan itu penting dan wajib hukumnya,” jelasnya.

Ia menuturkan bahwa pesantren yang santrinya tidak mau divaksin kemungkinan mendapatkan informasi yang kurang jelas terkait vaksin.

Baca Juga :  Vaksin Booster Bisa Diberikan Mulai Kuartal Pertama 2022

“Kawan-kawan ustadz yang santrinya tidak mau divaksin mungkin karena kurang jelas informasi terkait vaksin itu sendiri, sehingga ia meragukan keabsahannya,” tuturnya.

“Kalau saya kan sudah ada MUI, sudah ada petinggi MUI yang menganjurkan kepada kita, seandainya dilarang oleh MUI tentunya kami tidak akan menerima pelaksanaan vaksin di pesantren,” imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan vaksin tidak ada protes dari wali santri yang diterimanya.

“Selama pelaksanaan vaksin saya bilang ke santri untuk telepon dulu orang tua, mereka bilang bahwa orang tua menjawab, kamu lihat kiainya, kalau kiainya vaksin ya udah ikut vaksin,” katanya.

Kiai dengan santri 132 orang ini berharap agar semua yang telah mengikuti kegiatan vaksin baik dari santri maupun masyarakat diselamatkan dari wabah.

Baca Juga :  Gencarkan Vaksinasi Massal, Imbauan Disiplin Prokes

“Semoga dengan adanya vaksin yang sudah masuk ke pesantren, Al-Hidayah khususnya, diselamatkan oleh Allah dari semua penyakit. Karena ini sudah bentuk ikhtiar baik dari pemerintah maupun dari pesantren,” pungkasnya. (ysf/sya)

Most Read

Artikel Terbaru

/