alexametrics
24 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Orang Ketiga Positif Covid-19 Diisolasi di Rumah, Belanja Hari-hari Dibantu RT

PONTIANAK- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson menyampaikan soal penanganan orang ketiga di Kalbar yang dinyatakan terkonfirmasi atau positif Covid-19. Istri dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pertama dinyatakan positif di Kalbar itu diisolasi di rumah pribadinya.

Lebih lanjut dijelaskannya, informasi mengenai hasil laboratorium wanita 30 tahun yang awalnya merupakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid 19 itu diketahui pada, Selasa (24/3) dini hari. “Saya dapat pemberitahuan dari Balitbangkes, Kemenkes, Jakarta bahwa ada satu lagi warga Kalbar yang terkonfirmasi Covid-19, jadi positif Covid-19,” terangnya saat jumpa pers, Selasa (24/3) siang.

Perawatan terhadap ibu berusia 30 tahun ini tidak sama seperti suaminya yang juga positif Covid-19 dan masih diisolasi di RSUD Sudarso Pontianak. Karena kondisinya sehat dan tidak memiliki keluhan apapun, maka ia tetap diisolasi di rumah.

Baca Juga :  FGD Skema Operasi Laboratorium KKNI Level V

“Jadi saat ini dia sama sekali tidak menunjukkan gejala sakit. Nah pasien ini tetap diisolasi di rumah dan akan diawasi oleh petugas kesehatan serta ketua RT,” ucapnya.

Selama menjadi ODP pun yang bersangkutan lanjut dia sudah diawasi secara ketat. Untuk kebutuhan pokok sehari-hari seperti belanja barang dan lain sebagainya dibantu oleh ketua RT di kediamannya. “Jadi memang ibu ini tidak pernah keluar rumah, dia diawasi ketua RT dan petugas kesehatan,” tegasnya.

Di rumah, sang ibu disebutkan tinggal dengan anaknya berusia empat tahun sembilan bulan. Untuk anaknya juga sudah diambil spesimen tenggorokan dan diuji di Balitbangkes. “Sudah dikirim bersama spesimen ibu ini tapi laporan untuk anak ini, hasil laboratoriumnya belum keluar,” terang Harisson.

Baca Juga :  Kirim Lima Nama Pemain Seleksi Tim Nas U 16 dan U 19

Seorang keponakan dari ibu yang positif ini juga sempat tinggal bersama di rumah tersebut. Hanya saja keponakannya itu dikatakan sudah pindah ke Jakarta.

Seperti diketahui ibu ini sebelumnya ditetapkan sebagai ODP mulai 10 Maret 2020. Tanggal 24 Maret harusnya menjadi hari terakhir ia menyandang status ODP setelah 14 hari pemantauan.

“Pemeriksaan labnya diambil pada 11 Maret 2020, jadi hasilnya baru ada 24 Maret 2020 dan positif,” paparnya.(bar)

PONTIANAK- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson menyampaikan soal penanganan orang ketiga di Kalbar yang dinyatakan terkonfirmasi atau positif Covid-19. Istri dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) pertama dinyatakan positif di Kalbar itu diisolasi di rumah pribadinya.

Lebih lanjut dijelaskannya, informasi mengenai hasil laboratorium wanita 30 tahun yang awalnya merupakan Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid 19 itu diketahui pada, Selasa (24/3) dini hari. “Saya dapat pemberitahuan dari Balitbangkes, Kemenkes, Jakarta bahwa ada satu lagi warga Kalbar yang terkonfirmasi Covid-19, jadi positif Covid-19,” terangnya saat jumpa pers, Selasa (24/3) siang.

Perawatan terhadap ibu berusia 30 tahun ini tidak sama seperti suaminya yang juga positif Covid-19 dan masih diisolasi di RSUD Sudarso Pontianak. Karena kondisinya sehat dan tidak memiliki keluhan apapun, maka ia tetap diisolasi di rumah.

Baca Juga :  Bersihkan Sampah di Sungai Kapuas Saat Hari Armada

“Jadi saat ini dia sama sekali tidak menunjukkan gejala sakit. Nah pasien ini tetap diisolasi di rumah dan akan diawasi oleh petugas kesehatan serta ketua RT,” ucapnya.

Selama menjadi ODP pun yang bersangkutan lanjut dia sudah diawasi secara ketat. Untuk kebutuhan pokok sehari-hari seperti belanja barang dan lain sebagainya dibantu oleh ketua RT di kediamannya. “Jadi memang ibu ini tidak pernah keluar rumah, dia diawasi ketua RT dan petugas kesehatan,” tegasnya.

Di rumah, sang ibu disebutkan tinggal dengan anaknya berusia empat tahun sembilan bulan. Untuk anaknya juga sudah diambil spesimen tenggorokan dan diuji di Balitbangkes. “Sudah dikirim bersama spesimen ibu ini tapi laporan untuk anak ini, hasil laboratoriumnya belum keluar,” terang Harisson.

Baca Juga :  Gidot Divonis Lima Tahun

Seorang keponakan dari ibu yang positif ini juga sempat tinggal bersama di rumah tersebut. Hanya saja keponakannya itu dikatakan sudah pindah ke Jakarta.

Seperti diketahui ibu ini sebelumnya ditetapkan sebagai ODP mulai 10 Maret 2020. Tanggal 24 Maret harusnya menjadi hari terakhir ia menyandang status ODP setelah 14 hari pemantauan.

“Pemeriksaan labnya diambil pada 11 Maret 2020, jadi hasilnya baru ada 24 Maret 2020 dan positif,” paparnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/