alexametrics
25 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Sahabat Melanjutkan Buku yang Belum Selesai Ditulis Viryan

Halal Bihalal KAHMI Kalbar

Meninggalnya Komisioner KPU RI 2017 – 2022, Viryan Aziz, masih menyisakan duka bagi keluarga besar Korps Alumni HMI (KAHMI) Kalbar. Organisasi berprinsip yakin usaha sampai ini menggelar doa bersama untuk mendiang dirangkai testimoni sekaligus halal bihalal internal KAHMI Kalbar, Minggu (22/5) malam.

Silvina

Sekda Kalbar, Harisson yang juga alumni HMI sekaligus tuan rumah menyatakan turut kehilangan atas kepergian tokoh muda dari Kalbar itu. “Saat ini kita masih berduka dan merasa kehilangan mendiang Viryan. Saya pribadi jarang berinteraksi dengan almarhum. Jadi nanti silahkan menyampaikan testimoni tentang beliau, mungkin bisa dijadikan teladan bagi kita semua,” ujar Harisson dalam sambutannya.

Ketua Umum MW KAHMI Kalbar, Muhammad Isnaini mengungkapkan kesedihannya dalam acara tersebut. “Saya betul-betul sedih dengan kepergian mendiang ini. Saat mendengar kabar duka tentang Viryan saya berada di luar daerah menghadiri kegiatan REI. Sebentar-sebentar saya izin keluar dan mengekspresikan kesedihan saya,” kata Isnaini seraya menitikkan air mata dan terhenti sejenak memberikan sambutan.
Isnaini kemudian mengungkapkan, Viryan merupakan sosok yang fokus. Ini bisa dilihat dari perjalanan karir yang dirintisnya dari awal. Mulai dari KPU Kota, dua periode, KPU Provinsi satu periode dan terakhir di KPU RI.

Baca Juga :  Kalbar Siap Tatanan Baru, Pemda Perlu Menyiapkan Berbagai Skenario

Satu perjuangan dari almarhum lanjut Isnaini yang harus kita teruskan di KAHMI ini. Almarhum semasa hidupnya sudah membuat dua buah buku tentang demokrasi. Satu buku sudah selesai, satunya lagi baru jalan setengah. Melalui buku tersebut, Viryan menuangkan ide dan gagasan-gagasan cemerlang serta analisisnya mengenai politik dan demokrasi di negeri ini. “Sebagai rekan seperjuangan, kita harus meneruskan penulisan buku tersebut. Semoga buku ini bermanfaat untuk kemajuan demokrasi di negeri ini,” imbuhnya.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono yang turut hadir dalam kegiatan itu, juga menyampaikan rasa duka dan pengalamannya saat bersama Viryan dalam satu kesempatan. “Saya terakhir bertemu almarhum beberapa pekan lalu. Saat itu kita berbincang mengenai rencananya untuk kembali melanjutkan perjuangan di KPU RI. Kita juga berbicara tentang buku yang ditulisnya,” kata Edi yang memuji kecerdasan Viryan saat pertemuan terakhir itu.

Baca Juga :  Sampaikan Program Organisasi, Pemuda Dayak Audiensi Ke Komisi I

PW Muhammadyah Kalbar, Pabali Musa yang didapuk menjadi penceramah dalam acara tersebut mendukung dan mendorong ajakan dari Ketum KAHMI untuk menuntaskan penulisan buku yang dibuat almarhum Viryan. Buku tersebut akan tetap bermanfaat untuk perkembangan demokrasi bagi bangsa kita.

“ Viryan itu sosok yang santun. Meski dia sudah sukses di tingkat pusat, tapi dia tetap mencium tangan saya setiap kali bertemu,” kata Syarif, Rektor IAIN Pontianak dengan mata berkaca-kaca sebelum memimpin doa bersama. Syarif lalu bercerita sedikit tentang perjuangan Viryan saat mendirikan lembaga Dompet Ummat Kalbar. Perjuangan Viryan untuk mendirikan lembaga tersebut betul-betul luar biasa. Syarif mendoakan semoga segala kebaikan Viryan menjadi amal jariyah untuknya.

Halal Bihalal KAHMI Kalbar

Meninggalnya Komisioner KPU RI 2017 – 2022, Viryan Aziz, masih menyisakan duka bagi keluarga besar Korps Alumni HMI (KAHMI) Kalbar. Organisasi berprinsip yakin usaha sampai ini menggelar doa bersama untuk mendiang dirangkai testimoni sekaligus halal bihalal internal KAHMI Kalbar, Minggu (22/5) malam.

Silvina

Sekda Kalbar, Harisson yang juga alumni HMI sekaligus tuan rumah menyatakan turut kehilangan atas kepergian tokoh muda dari Kalbar itu. “Saat ini kita masih berduka dan merasa kehilangan mendiang Viryan. Saya pribadi jarang berinteraksi dengan almarhum. Jadi nanti silahkan menyampaikan testimoni tentang beliau, mungkin bisa dijadikan teladan bagi kita semua,” ujar Harisson dalam sambutannya.

Ketua Umum MW KAHMI Kalbar, Muhammad Isnaini mengungkapkan kesedihannya dalam acara tersebut. “Saya betul-betul sedih dengan kepergian mendiang ini. Saat mendengar kabar duka tentang Viryan saya berada di luar daerah menghadiri kegiatan REI. Sebentar-sebentar saya izin keluar dan mengekspresikan kesedihan saya,” kata Isnaini seraya menitikkan air mata dan terhenti sejenak memberikan sambutan.
Isnaini kemudian mengungkapkan, Viryan merupakan sosok yang fokus. Ini bisa dilihat dari perjalanan karir yang dirintisnya dari awal. Mulai dari KPU Kota, dua periode, KPU Provinsi satu periode dan terakhir di KPU RI.

Baca Juga :  Kalbar Masih Bebas Corona

Satu perjuangan dari almarhum lanjut Isnaini yang harus kita teruskan di KAHMI ini. Almarhum semasa hidupnya sudah membuat dua buah buku tentang demokrasi. Satu buku sudah selesai, satunya lagi baru jalan setengah. Melalui buku tersebut, Viryan menuangkan ide dan gagasan-gagasan cemerlang serta analisisnya mengenai politik dan demokrasi di negeri ini. “Sebagai rekan seperjuangan, kita harus meneruskan penulisan buku tersebut. Semoga buku ini bermanfaat untuk kemajuan demokrasi di negeri ini,” imbuhnya.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono yang turut hadir dalam kegiatan itu, juga menyampaikan rasa duka dan pengalamannya saat bersama Viryan dalam satu kesempatan. “Saya terakhir bertemu almarhum beberapa pekan lalu. Saat itu kita berbincang mengenai rencananya untuk kembali melanjutkan perjuangan di KPU RI. Kita juga berbicara tentang buku yang ditulisnya,” kata Edi yang memuji kecerdasan Viryan saat pertemuan terakhir itu.

Baca Juga :  Midji Kenang Kedua Orang Tua, Rindu Suasana Keakraban Saat Lebaran

PW Muhammadyah Kalbar, Pabali Musa yang didapuk menjadi penceramah dalam acara tersebut mendukung dan mendorong ajakan dari Ketum KAHMI untuk menuntaskan penulisan buku yang dibuat almarhum Viryan. Buku tersebut akan tetap bermanfaat untuk perkembangan demokrasi bagi bangsa kita.

“ Viryan itu sosok yang santun. Meski dia sudah sukses di tingkat pusat, tapi dia tetap mencium tangan saya setiap kali bertemu,” kata Syarif, Rektor IAIN Pontianak dengan mata berkaca-kaca sebelum memimpin doa bersama. Syarif lalu bercerita sedikit tentang perjuangan Viryan saat mendirikan lembaga Dompet Ummat Kalbar. Perjuangan Viryan untuk mendirikan lembaga tersebut betul-betul luar biasa. Syarif mendoakan semoga segala kebaikan Viryan menjadi amal jariyah untuknya.

Most Read

Artikel Terbaru

/