alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Data Covid-19 Terkover pada PeduliLindungi, Jangan Sampai Bocor

PONTIANAK – Sudiantono, Sekretaris Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat menyentil data-data masyarakat yang melakukan vaksinasi Covid-19 terkover pada PeduliLindungi tidak boleh bocor ke manapun. Maka dari itu, pemerintah harus memberikan jaminan agar akses tersebut tidak mudah dibobol pihak tidak bertanggungjawab. Ini belajar dari kebocoran data aplikasi Electronic Health Alert Card (eHAC) sebelumnya.

“Kita khawatir saja, kemungkinan hal serupa bisa terjadi. Sebab sebelumnya data¬† eHAC dan PeduliLindungi sama-sama diperuntukan bagi penanganan Covid-19. Di sana data-data masyarakat yang diambil dari data pribadi e-KTP tercatat lengkap. Makanya sangat penting mengantisipasi aplikasi PeduliLidungi tidak kembali bocoran. Nah kalau bocor lagi seperti eHAC, berarti dua kali kebocoran data, itu keterlaluan namanya,” kata Sudiantono, belum lama ini di Pontianak.

Menurutnya pada era sekarang data digital sangat urgen dan rentan disalahgunakan. Saking canggihnya mudah disimpan, juga cepat diakses.

Baca Juga :  Dukung Pemerintah Terapkan PeduliLindungi di Akses Publik

“Namun jangan lupa, kecanggihan dan kemudahan itu memiliki risiko sendiri, yakni rentan kebocoran,” ujarnya.

Politisi Nasdem Kalbar ini menambahkan bahwa data menjadi sesuatu yang berharga di dunia maya. Makanya sangat rentan dibobol pihak-pihak tertentu yang mungkin mempunyai kepentingan mendapatkan keuntungan atas data dimaksud.

Diapun meminta Pemerintah harus memberikan prioritas dalam menciptakan sistem keamanan yang canggih untuk data digital. Bukan hanya pada aplikasi PeduliLindungi, tetapi untuk semua data, baik di tingkat Pemerintah Pusat maupun Daerah.

“Jelas harus menjadi perhatian khusus dari pemerintah kita dalam mengambil langkah-langkah antisipasi dan inisiatif mencegah kebocoran data,” ujarnya.

Politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Singkawang-Bengkayang ini juga mengingat masyarakat hati-hati menggunakan data digitilnya. Masyarakat jangan memberikan data digital ke sembarang orang yang tidak memiliki kepentingan.

Bukan mustahil, bermula dari seseorang atau beberapa orang, menjadi pintu masuk bagi orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk membobol seluruh data.

Baca Juga :  Terapkan Aplikasi PeduliLindungi di Perkantoran, Disporapar Sosialisasikan ke Tempat Wisata

Sebelumnya Kepala Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Anas Mar’uf mengakui aplikasi eHAC versi lama memang rentan bocor.

Tetapi kini semua data telah dialihkan dan diintegrasi ke aplikasi PeduliLindungi yang terbukti memiliki sistem keamanan yang sangat baik. Anas mengungkapkan, sistem keamanan aplikasi PeduliLindungi sudah teruji dan terjamin, baik oleh lembaga nasional maupun internasional.

“Data eHAC yang lama tidak terhubung dengan data di PeduliLindungi,” katanya di Jakarta.

Sudiantono meminta data-data PeduliLindungi yang membuat semua hal tentang COVID-19 para pasien, benar-benar menjadi rahasia pribadi. Biarkan data tersebut dipakai di tempat publik yang tepat untuk akses kegiatan masyarakat. Biarkan antara pemilik data dan pemakai data yang dapat mengaksesnya. “Artinya kegiatan positif penanganan Covid-19 tepat, data pribadi masyarakat juga aman,” tukasnya. (den)

PONTIANAK – Sudiantono, Sekretaris Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat menyentil data-data masyarakat yang melakukan vaksinasi Covid-19 terkover pada PeduliLindungi tidak boleh bocor ke manapun. Maka dari itu, pemerintah harus memberikan jaminan agar akses tersebut tidak mudah dibobol pihak tidak bertanggungjawab. Ini belajar dari kebocoran data aplikasi Electronic Health Alert Card (eHAC) sebelumnya.

“Kita khawatir saja, kemungkinan hal serupa bisa terjadi. Sebab sebelumnya data¬† eHAC dan PeduliLindungi sama-sama diperuntukan bagi penanganan Covid-19. Di sana data-data masyarakat yang diambil dari data pribadi e-KTP tercatat lengkap. Makanya sangat penting mengantisipasi aplikasi PeduliLidungi tidak kembali bocoran. Nah kalau bocor lagi seperti eHAC, berarti dua kali kebocoran data, itu keterlaluan namanya,” kata Sudiantono, belum lama ini di Pontianak.

Menurutnya pada era sekarang data digital sangat urgen dan rentan disalahgunakan. Saking canggihnya mudah disimpan, juga cepat diakses.

Baca Juga :  PeduliLindungi Tambah Fitur Vaksinasi di Luar Negeri, Bisa Diakses WNI dan WNA

“Namun jangan lupa, kecanggihan dan kemudahan itu memiliki risiko sendiri, yakni rentan kebocoran,” ujarnya.

Politisi Nasdem Kalbar ini menambahkan bahwa data menjadi sesuatu yang berharga di dunia maya. Makanya sangat rentan dibobol pihak-pihak tertentu yang mungkin mempunyai kepentingan mendapatkan keuntungan atas data dimaksud.

Diapun meminta Pemerintah harus memberikan prioritas dalam menciptakan sistem keamanan yang canggih untuk data digital. Bukan hanya pada aplikasi PeduliLindungi, tetapi untuk semua data, baik di tingkat Pemerintah Pusat maupun Daerah.

“Jelas harus menjadi perhatian khusus dari pemerintah kita dalam mengambil langkah-langkah antisipasi dan inisiatif mencegah kebocoran data,” ujarnya.

Politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Singkawang-Bengkayang ini juga mengingat masyarakat hati-hati menggunakan data digitilnya. Masyarakat jangan memberikan data digital ke sembarang orang yang tidak memiliki kepentingan.

Bukan mustahil, bermula dari seseorang atau beberapa orang, menjadi pintu masuk bagi orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk membobol seluruh data.

Baca Juga :  Lawan Korupsi, LAKI se-Indonesia Gelar Apel Kebangkitan

Sebelumnya Kepala Pusat Data dan Informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Anas Mar’uf mengakui aplikasi eHAC versi lama memang rentan bocor.

Tetapi kini semua data telah dialihkan dan diintegrasi ke aplikasi PeduliLindungi yang terbukti memiliki sistem keamanan yang sangat baik. Anas mengungkapkan, sistem keamanan aplikasi PeduliLindungi sudah teruji dan terjamin, baik oleh lembaga nasional maupun internasional.

“Data eHAC yang lama tidak terhubung dengan data di PeduliLindungi,” katanya di Jakarta.

Sudiantono meminta data-data PeduliLindungi yang membuat semua hal tentang COVID-19 para pasien, benar-benar menjadi rahasia pribadi. Biarkan data tersebut dipakai di tempat publik yang tepat untuk akses kegiatan masyarakat. Biarkan antara pemilik data dan pemakai data yang dapat mengaksesnya. “Artinya kegiatan positif penanganan Covid-19 tepat, data pribadi masyarakat juga aman,” tukasnya. (den)

Most Read

Artikel Terbaru

/