alexametrics
30 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Aturan Prokes Perjalanan Saat Libur Natal dan Tahun Baru

JURU Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, ketentuan yang tertuang dalam Surat Edaran No 3 Tahun 2020 merupakan bagian dari upaya menanggulangi penularan Covid-19 di Indonesia. Pihaknya mempertimbangkan masih tingginya kasus positif (positivity rate) Covid-19 secara nasional.

“Pengalaman tiga liburan sebelumnya, mobilitas warga selalu memicu peningkatan kasus penularan baru,” ungkap Wiku.

Dengan datangnya periode libur panjang akhir tahun, peluang terjadinya mobilitas masyarakat akan meningkat. Baik untuk kegiatan keluarga, keagamaan, maupun pariwisata. Hal itu tentu memiliki risiko peningkatan penularan Covid-19.

“Oleh karena itu, sudah seharusnya warga lebih patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Semua diatur dalam surat edaran terbaru ini,” tegasnya.

Ketentuan  yang tertuang tidak hanya berlaku bagi perjalanan di dalam negeri. Aturan ketat mengenai protokol kesehatan itu juga berlaku bagi pelaku perjalanan internasional selama liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Para pelaku perjalanan dari luar negeri wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR di negara asal dan berlaku 3 x 24 jam sejak diterbitkan ke dalam Electronic- Health Alert Card (e-HAC) Indonesia. Bahkan, WNA dari Inggris tidak dapat memasuki wilayah Indonesia karena di Negara tersebut ditemukan varian baru virus korona.

Baca Juga :  Selamat Jalan Yuyung Abdi, Doktor Fotografi Pertama di Indonesia

“Satgas dibantu dengan otoritas transportasi dan didukung kementerian/lembaga maupun TNI-Polri akan memastikan regulasi ini bisa berjalan efektif. Tujuan mencegah dan mengurangi penularan Covid-19 bisa tercapai,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (jp/sya)

 

Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Masa Libur Natal dan Tahun Baru

 

Poin penting dalam SE Kementerian Perhubungan untuk transportasi laut, udara dan perkeretaapian berlaku mulai 22 Desember 2020 – 8 Januari 2021. Sedangkan untuk transportasi darat berlaku mulai 19 Desember–8 Januari 2021. Yakni:

 

  1. Wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3 M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer.
  2. Untuk perjalanan ke Pulau Bali, yang menggunakan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negative menggunakan tes RT-PCR paling lama 7×24 jam sebelum keberangkatan. Sedangkan yang menggunakan transportasi darat atau laut, pribadi maupun umum, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan rapid test antigen paling lama 3x 24 jam sebelum keberangkatan.
  3. Untuk perjalanan dari dan ke pulau Jawa serta di dalam pulau Jawa (antar Provinsi/Kab/Kota) diatur sebagai berikut:
  • Pengguna moda transportasi udara dan kereta api antar kota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan rapid test antigen paling lama 3×24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.
  • Pengguna moda transportasi darat baik pribadi maupun umum, dihimbau menggunakan rapid test antigen paling lama 3×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.
  • Pengisian e-Hac Indonesia bersifat wajib bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi umum maupun pribadi, terkecuali bagi moda transportasi kereta api.
  1. Anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diwajibkan untuk tes RT-PCR maupun rapid test antigen sebagai syarat perjalanan.
  2. Selain perjalanan ke Pulau Bali, dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam Pulau Jawa, rapid test antibodi masih boleh digunakan dan berlaku selama 14 hari.
Baca Juga :  Hati-Hati Jaga Messi

 Sumber: Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

JURU Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, ketentuan yang tertuang dalam Surat Edaran No 3 Tahun 2020 merupakan bagian dari upaya menanggulangi penularan Covid-19 di Indonesia. Pihaknya mempertimbangkan masih tingginya kasus positif (positivity rate) Covid-19 secara nasional.

“Pengalaman tiga liburan sebelumnya, mobilitas warga selalu memicu peningkatan kasus penularan baru,” ungkap Wiku.

Dengan datangnya periode libur panjang akhir tahun, peluang terjadinya mobilitas masyarakat akan meningkat. Baik untuk kegiatan keluarga, keagamaan, maupun pariwisata. Hal itu tentu memiliki risiko peningkatan penularan Covid-19.

“Oleh karena itu, sudah seharusnya warga lebih patuh dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Semua diatur dalam surat edaran terbaru ini,” tegasnya.

Ketentuan  yang tertuang tidak hanya berlaku bagi perjalanan di dalam negeri. Aturan ketat mengenai protokol kesehatan itu juga berlaku bagi pelaku perjalanan internasional selama liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Para pelaku perjalanan dari luar negeri wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR di negara asal dan berlaku 3 x 24 jam sejak diterbitkan ke dalam Electronic- Health Alert Card (e-HAC) Indonesia. Bahkan, WNA dari Inggris tidak dapat memasuki wilayah Indonesia karena di Negara tersebut ditemukan varian baru virus korona.

Baca Juga :  Baznas Pontianak Gelar Layanan Mobil Kesehatan

“Satgas dibantu dengan otoritas transportasi dan didukung kementerian/lembaga maupun TNI-Polri akan memastikan regulasi ini bisa berjalan efektif. Tujuan mencegah dan mengurangi penularan Covid-19 bisa tercapai,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (jp/sya)

 

Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Masa Libur Natal dan Tahun Baru

 

Poin penting dalam SE Kementerian Perhubungan untuk transportasi laut, udara dan perkeretaapian berlaku mulai 22 Desember 2020 – 8 Januari 2021. Sedangkan untuk transportasi darat berlaku mulai 19 Desember–8 Januari 2021. Yakni:

 

  1. Wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3 M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer.
  2. Untuk perjalanan ke Pulau Bali, yang menggunakan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negative menggunakan tes RT-PCR paling lama 7×24 jam sebelum keberangkatan. Sedangkan yang menggunakan transportasi darat atau laut, pribadi maupun umum, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan rapid test antigen paling lama 3x 24 jam sebelum keberangkatan.
  3. Untuk perjalanan dari dan ke pulau Jawa serta di dalam pulau Jawa (antar Provinsi/Kab/Kota) diatur sebagai berikut:
  • Pengguna moda transportasi udara dan kereta api antar kota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan rapid test antigen paling lama 3×24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan.
  • Pengguna moda transportasi darat baik pribadi maupun umum, dihimbau menggunakan rapid test antigen paling lama 3×24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.
  • Pengisian e-Hac Indonesia bersifat wajib bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi umum maupun pribadi, terkecuali bagi moda transportasi kereta api.
  1. Anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diwajibkan untuk tes RT-PCR maupun rapid test antigen sebagai syarat perjalanan.
  2. Selain perjalanan ke Pulau Bali, dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam Pulau Jawa, rapid test antibodi masih boleh digunakan dan berlaku selama 14 hari.
Baca Juga :  PT Aneka Makmur Sejahtera Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443

 Sumber: Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Most Read

Artikel Terbaru

/