alexametrics
25 C
Pontianak
Wednesday, August 17, 2022

IPM Kalbar Masih Peringkat 30

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson  menjelaskan di tahun 2021, IPM Kalbar mencapai 67,90. Angka ini meningkat 0,24 poin atau tumbuh 0,36 persen dibanding tahun 2020. Dengan nilai tersebut, IPM Kalbar berada pada zona sedang namun masih berada pada rangking ke-30 dari 34 provinsi di Indonesia.

“IPM tertinggi adalah DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kaltim. Di bawah Kalbar terdapat Provinsi Sulawesi Barat, NTT, Papua Barat dan Papua,” ungkapnya saat menghadiri acara Wisuda Sarjana II Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar, Sabtu (25/6).

Di momen wisuda sebanyak 44 mahasiswa dan mahasiswi itu, Harisson berharap nantinya para luluan UNU Kalbar mampu berkontribusi bagi Kalbar. Terutama dalam rangka mendongkrak nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di provinsi ini.

Untuk di Kalbar sendiri, lanjut dia, IPM yang berada di atas angka rata-rata provinsi adalah Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Kubu Raya dan Bengkayang. Sedangkan IPM tiga kabupaten terendah adalah Kayong Utara, Sekadau dan Kapuas Hulu.

Baca Juga :  UKS/M  Berperan dalam Pembelajaran Tatap Muka

Melihat IPM Kalbar yang berada pada zona sedang, menurutnya diperlukan upaya peningkatan intervensi program prioritas di bidang pembangunan manusia, baik itu di sektor pendidikan, kesehatan maupun ekonomi.

“Untuk bidang pendidikan, rata-rata lama sekolah 7,45 tahun dan harapan lama sekolah 12,65 tahun (untuk usia 25 tahun ke atas). Beberapa intervensi yang perlu dilakukan adalah peningkatan pemerataan pelayanan pendidikan berkualitas dan peningkatan pendirian institusi atau lembaga-lembaga perguruan tinggi pada setiap kabupaten/kota untuk memudahkan akses masyarakat memperoleh pendidikan pada level perguruan tinggi,” paparnya.

Seperti dengan diwisudanya para mahasiswa dan mahasiswi UNU Kalbar, Harisson mengatakan secara tidak langsung telah membantu pemerintah dalam meningkatkan IPM Kalbar. Karena itu ia berharap para lulusan UNU Kalbar mampu bertindak dinamis dan memanfaatkan segala peluang untuk terjun ke dunia kerja maupun berwirausaha. “Sekaligus turut berpartisipasi dalam membangkitkan optimisme dan dinamisme baru di tengah pesatnya kemajuan daerah,” harapnya.

Baca Juga :  Pertanda Baik bagi Karya Klasik Penulis Indonesia dan Asia

Ia juga meminta seluruh alumni UNU Kalbar terus bersinergi, berkolaborasi untuk membangun Kalbar serta menjaga nama baik almamater dan daerah.(bar/r)

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson  menjelaskan di tahun 2021, IPM Kalbar mencapai 67,90. Angka ini meningkat 0,24 poin atau tumbuh 0,36 persen dibanding tahun 2020. Dengan nilai tersebut, IPM Kalbar berada pada zona sedang namun masih berada pada rangking ke-30 dari 34 provinsi di Indonesia.

“IPM tertinggi adalah DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kaltim. Di bawah Kalbar terdapat Provinsi Sulawesi Barat, NTT, Papua Barat dan Papua,” ungkapnya saat menghadiri acara Wisuda Sarjana II Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar, Sabtu (25/6).

Di momen wisuda sebanyak 44 mahasiswa dan mahasiswi itu, Harisson berharap nantinya para luluan UNU Kalbar mampu berkontribusi bagi Kalbar. Terutama dalam rangka mendongkrak nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di provinsi ini.

Untuk di Kalbar sendiri, lanjut dia, IPM yang berada di atas angka rata-rata provinsi adalah Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Kubu Raya dan Bengkayang. Sedangkan IPM tiga kabupaten terendah adalah Kayong Utara, Sekadau dan Kapuas Hulu.

Baca Juga :  Dapatkan BBM Subsidi, Pertamina Minta Pengendara Daftar ke SPBU

Melihat IPM Kalbar yang berada pada zona sedang, menurutnya diperlukan upaya peningkatan intervensi program prioritas di bidang pembangunan manusia, baik itu di sektor pendidikan, kesehatan maupun ekonomi.

“Untuk bidang pendidikan, rata-rata lama sekolah 7,45 tahun dan harapan lama sekolah 12,65 tahun (untuk usia 25 tahun ke atas). Beberapa intervensi yang perlu dilakukan adalah peningkatan pemerataan pelayanan pendidikan berkualitas dan peningkatan pendirian institusi atau lembaga-lembaga perguruan tinggi pada setiap kabupaten/kota untuk memudahkan akses masyarakat memperoleh pendidikan pada level perguruan tinggi,” paparnya.

Seperti dengan diwisudanya para mahasiswa dan mahasiswi UNU Kalbar, Harisson mengatakan secara tidak langsung telah membantu pemerintah dalam meningkatkan IPM Kalbar. Karena itu ia berharap para lulusan UNU Kalbar mampu bertindak dinamis dan memanfaatkan segala peluang untuk terjun ke dunia kerja maupun berwirausaha. “Sekaligus turut berpartisipasi dalam membangkitkan optimisme dan dinamisme baru di tengah pesatnya kemajuan daerah,” harapnya.

Baca Juga :  Pertanda Baik bagi Karya Klasik Penulis Indonesia dan Asia

Ia juga meminta seluruh alumni UNU Kalbar terus bersinergi, berkolaborasi untuk membangun Kalbar serta menjaga nama baik almamater dan daerah.(bar/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/