alexametrics
31 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Hari ini Jokowi Disuntik Vaksin Kedua

JAKARTA – Presiden Joko Widodo dijadwalkan menerima suntikan vaksin Covid-19 untuk dosis kedua pada Rabu pagi, 27 Januari 2021. Rencananya, vaksinasi akan kembali dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta.

’’Rencananya Bapak Presiden akan menerima vaksin tahap kedua besok Rabu (27/1), sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujar Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono di Jakarta, Selasa (26/1).

Untuk diketahui, vaksin CoronaVac yang diproduksi oleh Sinovac membutuhkan dua kali penyuntikan masing-masing sebanyak 0,5 mililiter dengan jarak waktu 14 hari. Sebelumnya, Presiden menerima suntikan pertama pada 13 Januari 2021 lalu.

Vaksinasi kedua ini juga akan disiarkan secara langsung melalui akun YouTube Sekretariat Presiden. Setelah vaksinasi, Presiden akan melantik Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara untuk menggantikan Jenderal Pol. Idham Azis yang memasuki masa pensiun.

’’Pelantikan Kapolri juga rencananya akan dilakukan besok, setelah Bapak Presiden menerima vaksinasi,’’ katanya.

Vaksin Merah Putih

Menteri Riset, Teknologi /Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan vaksin Covid-19 yang ada sekarang tidak akan menimbulkan daya tahan tubuh seumur hidup.

Baca Juga :  Ritual Balala’ Masyarakat Adat Dayak Kanayatn Digelar

Ada waktu di mana daya tahan tubuh yang dimunculkan dari vaksin tersebut akan berkurang atau habis. Oleh karenanya diperlukan vaksinasi kembali di kemudian hari, sehingga keberadaan Vaksin Merah Putih tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Artinya ini adalah suatu kebutuhan dan bukan pelengkap, bahwa sekarang kita belum terlibat pada vaksinasi tahap awal, ini lebih karena sudah ada vaksin yang telah jauh dikembangkan lebih cepat,” kata Bambang Brodjonegoro, Senin (25/1).

Menurut Bambang, inilah saat yang terbaik juga untuk para peneliti mempelajari dan update kemampuan teknologi dalam pengembangan vaksin di Indonesia. Terutama dalam platform pengembangan vaksin Covid-19.

“Saya mendorong institusi yang terlibat mengembangkan dengan platform yang berbeda,” tambah Menteri Bambang. Dikatakannya, dalam jangka pendek memang lebih cepat hanya fokus pada satu platform. Namun pemerintah tidak hanya fokus pada vaksin Covid-19.

Mengingat di Indonesia sendiri masih banyak penyakit seperti malaria, demam berdarah, Hepatitis B yang juga terus membutuhkan vaksin.

“Kita juga harus berpikir ke depan. Kita tidak pernah tahu pandemi jenis apa lagi yang akan datang mengganggu kehidupan manusia. Sudah saatnya kita lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan pandemi di masa depan yang belum bisa dibayangkan seperti apa, momentum kemandirian vaksin harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” terang Menteri Bambang. Sementara, Ketua Tim Pengembang Vaksin Merah Putih Universitas Indonesia (UI) Budiman Bela mengungkapkan, saat ini pihaknya mengembangkan penelitian terkait empat platform vaksin, yaitu Deoxyribo Nucleic Acid (DNA), Ribonukleat Acid (RNA), Sub unit Rekombinan, Viral Like Particles (VLP). Masing-masing jenis platform ini mempunyai kelebihan dan kekurangan serta banyak faktor yang harus dipertimbangkan ketika memilih suatu platform vaksin.

Baca Juga :  Ai Xin Bantu Biaya Pengobatan 2 Pemuda

Yaitu tingkat perlindungan, tingkat efektifitas, keamanan, serta tingka kemudahan proses produksi (manufaktur) dan distribusinya. Vaksin DNA yang UI kembangkan sudah pada tahap uji coba pada hewan. Sebentar lagi akan masuk tahap stabilitas dan efisiensi produksi. “Diharapkan setelah itu, vaksin DNA ini bisa segera memasuki tahap uji pre-klinik. Sedangkan platform vaksin yang lain masih pada tahap perancangan dan konstruksi,” ungkap Budiman Bela. (esy/jpnn)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo dijadwalkan menerima suntikan vaksin Covid-19 untuk dosis kedua pada Rabu pagi, 27 Januari 2021. Rencananya, vaksinasi akan kembali dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta.

’’Rencananya Bapak Presiden akan menerima vaksin tahap kedua besok Rabu (27/1), sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujar Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono di Jakarta, Selasa (26/1).

Untuk diketahui, vaksin CoronaVac yang diproduksi oleh Sinovac membutuhkan dua kali penyuntikan masing-masing sebanyak 0,5 mililiter dengan jarak waktu 14 hari. Sebelumnya, Presiden menerima suntikan pertama pada 13 Januari 2021 lalu.

Vaksinasi kedua ini juga akan disiarkan secara langsung melalui akun YouTube Sekretariat Presiden. Setelah vaksinasi, Presiden akan melantik Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara untuk menggantikan Jenderal Pol. Idham Azis yang memasuki masa pensiun.

’’Pelantikan Kapolri juga rencananya akan dilakukan besok, setelah Bapak Presiden menerima vaksinasi,’’ katanya.

Vaksin Merah Putih

Menteri Riset, Teknologi /Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan vaksin Covid-19 yang ada sekarang tidak akan menimbulkan daya tahan tubuh seumur hidup.

Baca Juga :  Menhub Bolehkan Tes Antigen, Midji Tetap Wajibkan PCR

Ada waktu di mana daya tahan tubuh yang dimunculkan dari vaksin tersebut akan berkurang atau habis. Oleh karenanya diperlukan vaksinasi kembali di kemudian hari, sehingga keberadaan Vaksin Merah Putih tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Artinya ini adalah suatu kebutuhan dan bukan pelengkap, bahwa sekarang kita belum terlibat pada vaksinasi tahap awal, ini lebih karena sudah ada vaksin yang telah jauh dikembangkan lebih cepat,” kata Bambang Brodjonegoro, Senin (25/1).

Menurut Bambang, inilah saat yang terbaik juga untuk para peneliti mempelajari dan update kemampuan teknologi dalam pengembangan vaksin di Indonesia. Terutama dalam platform pengembangan vaksin Covid-19.

“Saya mendorong institusi yang terlibat mengembangkan dengan platform yang berbeda,” tambah Menteri Bambang. Dikatakannya, dalam jangka pendek memang lebih cepat hanya fokus pada satu platform. Namun pemerintah tidak hanya fokus pada vaksin Covid-19.

Mengingat di Indonesia sendiri masih banyak penyakit seperti malaria, demam berdarah, Hepatitis B yang juga terus membutuhkan vaksin.

“Kita juga harus berpikir ke depan. Kita tidak pernah tahu pandemi jenis apa lagi yang akan datang mengganggu kehidupan manusia. Sudah saatnya kita lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan pandemi di masa depan yang belum bisa dibayangkan seperti apa, momentum kemandirian vaksin harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” terang Menteri Bambang. Sementara, Ketua Tim Pengembang Vaksin Merah Putih Universitas Indonesia (UI) Budiman Bela mengungkapkan, saat ini pihaknya mengembangkan penelitian terkait empat platform vaksin, yaitu Deoxyribo Nucleic Acid (DNA), Ribonukleat Acid (RNA), Sub unit Rekombinan, Viral Like Particles (VLP). Masing-masing jenis platform ini mempunyai kelebihan dan kekurangan serta banyak faktor yang harus dipertimbangkan ketika memilih suatu platform vaksin.

Baca Juga :  Bermodal Kemampuan Main Piano, Padukan Advokasi dan Musik

Yaitu tingkat perlindungan, tingkat efektifitas, keamanan, serta tingka kemudahan proses produksi (manufaktur) dan distribusinya. Vaksin DNA yang UI kembangkan sudah pada tahap uji coba pada hewan. Sebentar lagi akan masuk tahap stabilitas dan efisiensi produksi. “Diharapkan setelah itu, vaksin DNA ini bisa segera memasuki tahap uji pre-klinik. Sedangkan platform vaksin yang lain masih pada tahap perancangan dan konstruksi,” ungkap Budiman Bela. (esy/jpnn)

Most Read

Artikel Terbaru

/