alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Midji: Kratom Tidak Dilarang tapi Perlu Tataniaga

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyoroti legalitas pemanfaatan tanaman Mitragyna Speciosa atau yang biasa disebut kratom yang hingga kini masih dalam tahap uji laboratorium.

Hal itu diungkapkan Sutarmidji dalam Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Bidang Ketahanan Pangan, Rabu (27/7) pagi. Pada kesempatan itu, Midji secara terang-terangan mengaku tidak melarang penggunaan tanaman kratom. Namun demikian mesti dibarengi dengan tataniaga yang jelas.

“Kratom kan sudah masuk tanaman jenis obat, tapi kita masih menunggu hasil laboratorium. Kita lebih cenderung tidak dilarang, tapi ditataniagakan,” katanya.

Badan Narkotika Narkoba sebelumnya sempat mengeluarkan surat tentang tanaman Mitragyna Speciosa atau yang akrab disebut Kratom masuk ke daftar bahan yang dilarang digunakan dalam suplemen makanan dan obat trandisional.

Dampaknya, petani kratom di Kabupaten Kapuas Hulu menghadapi persoalan serius dalam sistem perniagaannya. Padahal, kratom memberi dampak ekonomi yang cukup baik.

“Mereka kesulitan menjual barangnya. Hanya Amerika yang masih mau terima. Tapi kesananya tidak ada pesawat yang mau bawa. Harus lewat Korea. Lewat Thailand. Bahkan ada pula yang harus bawa sendiri ke Jakarta. Kasian juga mereka,” kata Midji.

Baca Juga :  Sahabat Thalassemia Kalbar Berbagi di Panti Asuhan Tunanetra Ar-Rahmah

Midji sempat memiliki gagasan untuk mengganti komoditas kratom dengan komoditas lain seperti singkong. Hanya saja hal itu tidak bisa terealiasi. Karena kesulitan mencari bibit singkong yang bersertifikasi. “Mencari bibit bersertifikasi itu bukan hal yang gampang,” kata Midji.

Ia mengusulkan agar UPT seperti Balai Benih diberikan kewenangan untuk dapat mengeluarkan sertifikasi. Jika tidak, kata Midji, percepatan ketahanan pangan akan menuai hambatan-hambatan.

Di sisi lain, Midji mengungkapkan, belum lama ini ada senator dari Amerika Serikat datang ke Kapuas Hulu, dan siap untuk membantu membuat pabrik pengolahan kratom di sana.

“Bahkan ada senator Amerika Serikat datang ke sana (Kapuas Hulu), dia siap untuk membantu (membangun) pabrik untuk pengolahan kratom. Memang mereka (Amerika Serikat) masih bisa terima, hanya kita (Indonesia) saja yang masih melarang,” lanjut Midji.

Baca Juga :  Sutarmidji Dorong Pelaku UMKM Bersaing Sehat di Era Digital

Ia mengakui, kratom merupakan jenis tanaman yang memiliki zat adiktif 4 kali lebih tinggi dari pada ganja. Namun kata dia, kratom tidak membuat orang berhalusinasi.

“Kratom itu zat adiktifnya 4 kali dibanding ganja, tapi tidak membuat orang berhalusinasi. Ini yang menjadi tantangan bagi laboratorium. Kemarin ada tim dari Jepang, saya minta segera untuk teliti. Mereka siap untuk meneliti itu, sebagai CSR mereka,” ucap Midji.

Gubernur Kalbar ini menyayangkan jika kratom dilarang pendistribusiannya. Sutarmidji menyebutkan di Kabupaten Kapuas Hulu sendiri memiliki kurang lebih sebanyak 20 juta pohon kratom.

“Supaya kratom itu tidak ditebang. Bayangkan saja, Kapuas Hulu itu ada 20 juta pohon kratom. Kalau itu ditebang, gundul itu Kapuas Hulu,” pungkasnya. (arf)

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyoroti legalitas pemanfaatan tanaman Mitragyna Speciosa atau yang biasa disebut kratom yang hingga kini masih dalam tahap uji laboratorium.

Hal itu diungkapkan Sutarmidji dalam Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Bidang Ketahanan Pangan, Rabu (27/7) pagi. Pada kesempatan itu, Midji secara terang-terangan mengaku tidak melarang penggunaan tanaman kratom. Namun demikian mesti dibarengi dengan tataniaga yang jelas.

“Kratom kan sudah masuk tanaman jenis obat, tapi kita masih menunggu hasil laboratorium. Kita lebih cenderung tidak dilarang, tapi ditataniagakan,” katanya.

Badan Narkotika Narkoba sebelumnya sempat mengeluarkan surat tentang tanaman Mitragyna Speciosa atau yang akrab disebut Kratom masuk ke daftar bahan yang dilarang digunakan dalam suplemen makanan dan obat trandisional.

Dampaknya, petani kratom di Kabupaten Kapuas Hulu menghadapi persoalan serius dalam sistem perniagaannya. Padahal, kratom memberi dampak ekonomi yang cukup baik.

“Mereka kesulitan menjual barangnya. Hanya Amerika yang masih mau terima. Tapi kesananya tidak ada pesawat yang mau bawa. Harus lewat Korea. Lewat Thailand. Bahkan ada pula yang harus bawa sendiri ke Jakarta. Kasian juga mereka,” kata Midji.

Baca Juga :  PDIP Deadline Midji Tujuh Hari

Midji sempat memiliki gagasan untuk mengganti komoditas kratom dengan komoditas lain seperti singkong. Hanya saja hal itu tidak bisa terealiasi. Karena kesulitan mencari bibit singkong yang bersertifikasi. “Mencari bibit bersertifikasi itu bukan hal yang gampang,” kata Midji.

Ia mengusulkan agar UPT seperti Balai Benih diberikan kewenangan untuk dapat mengeluarkan sertifikasi. Jika tidak, kata Midji, percepatan ketahanan pangan akan menuai hambatan-hambatan.

Di sisi lain, Midji mengungkapkan, belum lama ini ada senator dari Amerika Serikat datang ke Kapuas Hulu, dan siap untuk membantu membuat pabrik pengolahan kratom di sana.

“Bahkan ada senator Amerika Serikat datang ke sana (Kapuas Hulu), dia siap untuk membantu (membangun) pabrik untuk pengolahan kratom. Memang mereka (Amerika Serikat) masih bisa terima, hanya kita (Indonesia) saja yang masih melarang,” lanjut Midji.

Baca Juga :  Mengintip Momen Keakraban Sutarmidji dan Isran Noor Sang 'Gubernur IKN'

Ia mengakui, kratom merupakan jenis tanaman yang memiliki zat adiktif 4 kali lebih tinggi dari pada ganja. Namun kata dia, kratom tidak membuat orang berhalusinasi.

“Kratom itu zat adiktifnya 4 kali dibanding ganja, tapi tidak membuat orang berhalusinasi. Ini yang menjadi tantangan bagi laboratorium. Kemarin ada tim dari Jepang, saya minta segera untuk teliti. Mereka siap untuk meneliti itu, sebagai CSR mereka,” ucap Midji.

Gubernur Kalbar ini menyayangkan jika kratom dilarang pendistribusiannya. Sutarmidji menyebutkan di Kabupaten Kapuas Hulu sendiri memiliki kurang lebih sebanyak 20 juta pohon kratom.

“Supaya kratom itu tidak ditebang. Bayangkan saja, Kapuas Hulu itu ada 20 juta pohon kratom. Kalau itu ditebang, gundul itu Kapuas Hulu,” pungkasnya. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/