alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Buruh PT Simba Protes Perusahaan karena Mengalihkan Pekerjaan Kepada Oknum TNI

PONTIANAK – Buruh PT Simba yang bernaung di bawah Koperasi Mudah mandiri memprotes kebijakan perusahaan yang diduga mengalihkan pekerjaan kepada koperasi tentara. Koordinator Lapangan Koperasi Mudah Mandiri, Budianto mengatakan, pada Kamis 27 Oktober, koperasi mendapat surat penunjukan kerja (SPK) dari pemilik barang untuk melakukan bongkar muat semen.

Menurut Budianto, setelah mendapatkan SPK, empat belas buruh anggota Koperasi Mudah Mandiri melakukan bongkar muat semen di dermaga dan gudang PT Simba di Jalan Raya Wajok Hilir, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah.

“Saat sedang bekerja, tiba-tiba buruh datang ke koperasi menyampaikan kepada pengurus bahwa ada tentara yang mau mengambil alih pekerjaan,” kata Budianto.

Budianto menerangkan, berdasarkan keterangan buruh, oknum tentara tersebut mengatakan kalau mereka dari koperasi Kartika mendapat SPK dari perusahaan untuk melakukan bongkar muat semen tersebut.

“Tentara ini datang sambil membawa buruh dari Pontianak,” ungkap Budianto.

Budianto menyatakan, oknum tentara itu mengklaim bahwa pihaknya telah ditunjuk langsung oleh Dirut PT Simba untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.

“Saya tanya ke buruh yang dibawa tentara ini, mereka ternyata tidak tahu kalau akan dipekerjakan untuk bongkar muat di PT Simba,” terang Budianto.

Baca Juga :  Hendak Rampas Kerjaan Buruh, Puluhan Orang Duduki Gudang CSA

Budianto menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan pekerjaan tersebut, karena koperasi telah mendapat SPK dari pemilik barang. “Ada empat orang tentara yang datang ke PT Simba untuk mengambil alih pekerjaan,” ungkap Budianto.

Budianto menuturkan, tidak hanya anggota TNI, anggota Polda Kalbar juga datang ke PT Simba. Meraka datang menyatakan bahwa menerima laporan tentang adanya premanisme.

“Kami bekerja berdasarkan SPK. Tidak ada premanisme. Yang bekerja warga lokal,” terang Budianto.

Budianto meminta kepada aparat untuk tidak menjadi korban adu domba, yang dilakukan perusahaan.

“Perusahaan berusaha mengadu masyarakat masyarakat dengan tentara. Inikan membahayakan. Bahkan saat ini koperasi Kartika sudah berkantor di dalam perusahaan PT Simba,” ucap Budianto.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII Tanjungpura, Letkol Hendra Purwanasari mengatakan, terkait oknum TNI yang hendak mengambil alih pekerjaan buruh di PT Simba, bahwa tindakan tersebut tidaklah dibenarkan.

Menurut dia, tentara tidak boleh semena-mena mengambil alih pekerjaan tersebut. Karena itu bukan tugas pokok tentara. Apalagi tidak ada kerjasama yang jelas. Menurut Hendra, jika ada permasalahan harusnya dikomunikasikan terlebih dahulu. Jangan semena-mena.

Baca Juga :  Mawas Diri di Tengah Pandemi: Wajib Protokol Kesehatan hingga Survei Harian

“Kami belum bisa memastikan, apakah yang datang ke PT Simba itu anggota kami atau bukan,” kata Hendra, ketika dikonfirmasi Pontianak Post, Rabu (27/10).

Hendra menyatakan, bagaimanapun tidak boleh mengambil paksa pekerjaan milik orang lain.

“Saya belum bisa bicara lebih jauh. Karena belum tahu itu anggota dari mana, apakah benar dari koperasi Kartika. Saya akan cek dulu,” terangnya.

Ketua Koperasi Mudah Mandiri, Edhil Adha memastikan bahwa pihaknya beserta buruh akan mendatangi DPRD Mempawah untuk melakukan audiensi.  Mereka akan melaporkan persoalan yang tak kunjung selesai antara PT Simba dan buruh berkaitan pekerjaan bongkar muat.

“Dalam waktu dekat masalah ini akan kami sampaikan  ke DPRD Mempawah dan melaporkan tindakan semena-mena perusahaan,” kata Edhil.

Edhil berharap, wakil rakyat dapat memberikan solusi sehingga permasalahan ini tidak terus berlanjut.

“Kami berharap wakil rakyat dapat membantu para buruh menyelesaikan permasalahan ini. Jangan sampai masalah ini berlarut,” harapnya.

Sementara itu, Pontianak Post berusaha mengkonfirmasi Dirut PT Simba, Tan Tjaun Jhun Hwa, melalui sambungan Whatsapp, namun sambungan telepon koran ini diputus oleh yang bersangkutan. (adg)

PONTIANAK – Buruh PT Simba yang bernaung di bawah Koperasi Mudah mandiri memprotes kebijakan perusahaan yang diduga mengalihkan pekerjaan kepada koperasi tentara. Koordinator Lapangan Koperasi Mudah Mandiri, Budianto mengatakan, pada Kamis 27 Oktober, koperasi mendapat surat penunjukan kerja (SPK) dari pemilik barang untuk melakukan bongkar muat semen.

Menurut Budianto, setelah mendapatkan SPK, empat belas buruh anggota Koperasi Mudah Mandiri melakukan bongkar muat semen di dermaga dan gudang PT Simba di Jalan Raya Wajok Hilir, Desa Wajok Hilir, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah.

“Saat sedang bekerja, tiba-tiba buruh datang ke koperasi menyampaikan kepada pengurus bahwa ada tentara yang mau mengambil alih pekerjaan,” kata Budianto.

Budianto menerangkan, berdasarkan keterangan buruh, oknum tentara tersebut mengatakan kalau mereka dari koperasi Kartika mendapat SPK dari perusahaan untuk melakukan bongkar muat semen tersebut.

“Tentara ini datang sambil membawa buruh dari Pontianak,” ungkap Budianto.

Budianto menyatakan, oknum tentara itu mengklaim bahwa pihaknya telah ditunjuk langsung oleh Dirut PT Simba untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.

“Saya tanya ke buruh yang dibawa tentara ini, mereka ternyata tidak tahu kalau akan dipekerjakan untuk bongkar muat di PT Simba,” terang Budianto.

Baca Juga :  Hendak Rampas Kerjaan Buruh, Puluhan Orang Duduki Gudang CSA

Budianto menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan pekerjaan tersebut, karena koperasi telah mendapat SPK dari pemilik barang. “Ada empat orang tentara yang datang ke PT Simba untuk mengambil alih pekerjaan,” ungkap Budianto.

Budianto menuturkan, tidak hanya anggota TNI, anggota Polda Kalbar juga datang ke PT Simba. Meraka datang menyatakan bahwa menerima laporan tentang adanya premanisme.

“Kami bekerja berdasarkan SPK. Tidak ada premanisme. Yang bekerja warga lokal,” terang Budianto.

Budianto meminta kepada aparat untuk tidak menjadi korban adu domba, yang dilakukan perusahaan.

“Perusahaan berusaha mengadu masyarakat masyarakat dengan tentara. Inikan membahayakan. Bahkan saat ini koperasi Kartika sudah berkantor di dalam perusahaan PT Simba,” ucap Budianto.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII Tanjungpura, Letkol Hendra Purwanasari mengatakan, terkait oknum TNI yang hendak mengambil alih pekerjaan buruh di PT Simba, bahwa tindakan tersebut tidaklah dibenarkan.

Menurut dia, tentara tidak boleh semena-mena mengambil alih pekerjaan tersebut. Karena itu bukan tugas pokok tentara. Apalagi tidak ada kerjasama yang jelas. Menurut Hendra, jika ada permasalahan harusnya dikomunikasikan terlebih dahulu. Jangan semena-mena.

Baca Juga :  Pemprov Yakin PMK Tak Ganggu Pasokan Hewan Kurban

“Kami belum bisa memastikan, apakah yang datang ke PT Simba itu anggota kami atau bukan,” kata Hendra, ketika dikonfirmasi Pontianak Post, Rabu (27/10).

Hendra menyatakan, bagaimanapun tidak boleh mengambil paksa pekerjaan milik orang lain.

“Saya belum bisa bicara lebih jauh. Karena belum tahu itu anggota dari mana, apakah benar dari koperasi Kartika. Saya akan cek dulu,” terangnya.

Ketua Koperasi Mudah Mandiri, Edhil Adha memastikan bahwa pihaknya beserta buruh akan mendatangi DPRD Mempawah untuk melakukan audiensi.  Mereka akan melaporkan persoalan yang tak kunjung selesai antara PT Simba dan buruh berkaitan pekerjaan bongkar muat.

“Dalam waktu dekat masalah ini akan kami sampaikan  ke DPRD Mempawah dan melaporkan tindakan semena-mena perusahaan,” kata Edhil.

Edhil berharap, wakil rakyat dapat memberikan solusi sehingga permasalahan ini tidak terus berlanjut.

“Kami berharap wakil rakyat dapat membantu para buruh menyelesaikan permasalahan ini. Jangan sampai masalah ini berlarut,” harapnya.

Sementara itu, Pontianak Post berusaha mengkonfirmasi Dirut PT Simba, Tan Tjaun Jhun Hwa, melalui sambungan Whatsapp, namun sambungan telepon koran ini diputus oleh yang bersangkutan. (adg)

Most Read

Artikel Terbaru

/